
"apa aku salah menggoda suamiku sendiri." tapi dia suami sah ku. Baiklah, aku akan mencobanya apa dia benar benar tidak tertarik kepada ku." pikir clara.
Clara terus meraba wajah axel, dan turun ke bagian dada axel.
"cla, stop." ucap axel.
"apa aku salah melakukan ini kepada suamiku." ucap clara.
Axel pun terdiam. Tidak bisa berkata kata lagi.
"tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu kepada kamu cla." ucap axel. Hanya itu yang mampu axel katakan kepada clara.
Suasana pun menjadi hangat, axel bersikap lembut terhadap clara.
Tiba tiba axel mencium bibir clara. Axel **********. Clara pun membalasnya.
Axel mengabsen setiap inci rongga mulut clara dengan lidahnya.
Tanpa sadar clara yang menahan suaranya, akhirnya bersuara.
"aaaahh xel." ucap clara lembut.
axel tersenyum, "jangan di tahan cla." ucap axel tiba tiba.
Mereka berdua pun hanyut dalam permainan yang mereka ciptakan sendiri.
Sebenarnya clara hanya mengetes axel, apa benar axel tidak akan tergoda dan tertarik kepadanya.
Tetapi clara salah besar, ia sudah membangunkan macan yang kelaparan itu.
Tangan axel sudah bermain main diatas dua gundukan dada clara.
Axel pun melepaskan pakaian clara tanpa tersisa sehelai pun. Begitu dengan axel, ia melepaskan pakaiannya.
Clara pun merasa sangat malu, ia menutup matanya dengan kedua tangannya.
Tiba tiba axel menarik tangan clara.
"buka mata kamu cla." ucap axel.
Axel mengarahkan tangan clara kepada juniornya yang sudah menegang.
"axel." ucap clara.
axel pun tersenyum.
clara pun melihat apa yang di peganggnya. Saat ini wajah clara sudah seperti kepiting rebus yang memerah.
Clara ingin melepaskan tangannya itu, akan tetapi axel menahannya.
"apa kamu tidak ingin memegangnya..? Kenapa akan di lepas.. Kamu hatus bertanggung jawab cla dengan sudah menggoda ku." ucap axel.
Clara merasa junior axel sudah sangat menengang, ia pun sedikit takut.
Karena batu pertama kalinya melihat dan memegang benda pusaka itu yang besar dan panjang.
Tangan axel tidak tinggal diam. Kini tangan itu bergeser ke arah bawah,seketika axel memasukkan jari tengahnya ke goa milik clara..
Clara pun mendesah kembali.
"aku harap kamu tidak menyesal cla." ucap axel sambil menciumi tubuh clara.
Mereka berdua sudah hanyut menikmati permainannya.
Axel yang sudah tidak tahan,
Ia melihat ke arah clara seolah meminta ijin, clara pun mengangguk.
Kini axel mendapatkan lampu hijau, ia segera mengarahkan juniornya ke goa milik clara. Axel memasukkannya dengan pelan pelan.
Clara meneteskan air matanya karena merasakan sakit.
"sakit xel." ucap clara.
"tahan sedikit cla." ucap axel.
Setelah masuk seutuhnya, axel mendiamkannya sejenak.
"apa sudah nyaman." ucap axel.
clara mengangguk.
Akhirnya axel menggerakkan pinggulnya, suara ******* clara makin membuat axel membara.
"aaaah. . . .aaaaah . .. . "ucap clara.
__ADS_1
"xel, aku ingin . .. . Aaaah .. " ucap clara sambil mendesah.
"sebentar lagi cla, kita barengan." ucap axel.
Clara sudah 3 kali mendapatkan pelepasannya, tadi hanya di masukkan jari axel, kini junior axel.
Sementara axel baru akan pertama kalinya.
ia sengaja membuat clara terlebih dahulu memdapatkan pelepasannya.
"cla, aku keluar." aaaah . ." ucap axel.
akhirnya axel pun lemas, ia menjatuhkan tubuhnya di atas clara. Axel belum melepaskan juniornya.
Junior axel masih betah di dalam sarangnya, seketika milik axel pun merasa tegang lagi, clara yang merasakan itu di dalam miliknya.
"xel, kenapa . .. ,?" ucapan clara terheda,karena axel sudah mencium bibirnya.
"aku menginginkannya lagi cla," ucap axel dengan mata yang sudah penuh gairah.
Clara hanya pasrah. Mereka pun mengulangi kembali.
Setelah selesai mencapai puncaknya. Clara merasa sangat sakit pada miliknya.
"xel, awas dulu, ini sakit." ucap clara.
Akhirnya axel mencabutnya.
axel mencium kening clara.
Saking kelelahannya , clara dan axel tertidur dengan polosnya, hanya berbalutkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
Tanpa sepengetahuan axel dan clara, mama adel pergi menyusul mereka ke kota Z.
Mama adel sampai di kota Z pukul 1 malam. Hanya davina yang tau, sebab adel menghubungi davina untuk memesan kamar di dekat kamar axel.
........
Pagi harinya, clara terbangun, ia ingin ke kamar mandi,
Ketika bergerak, clara tidak sengaja menyenggol milik axel.
axel yang merasakan itu, seketika memeluk clara dengan erat.
"jangan bergerak cla, atau kamu akan membangunkannya lagi." ucap axel.
"aku ingin ke kamar mandi xel," ucap clara.
Clara pun melepas pelukan axel, dan berdiri.
baru ingin melangkah clara merasakan sakit di pangkal pahanya.
"aaaawww." teriak clara.
Axel spontan terbangun pun memeluk tubuh clara dari belakang,
"mau kemana kamu cla." ucap axel.
"aku mau ke kamar mandi xel, ini sudah siang." ucap clara kembali.
"aaaauuuwww sakit xel." ringis clara lagi.
Axel melihat ke arah milik clara.
Clara segera menutupnya dengan tangannya.
"apa itu sakit..?" tanya axel.
Clara mengangguk malu.
axel pun tiba tiba menggendong clara menuju kamar mandi.
di letakkannya clara dusuk di atas closed, sementara axel mengisi bethup dengan air hangat.
Setelahterisi dengan penuh, axel membawa clara berendam di dalamnya.
Tidak hanya itu, axel pun ikut masuk kedalamnya.
Clara pun mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan.
"tidak usah kamu tutupi lagi cla, aku sudah melihat semuanya, bahkan aku sudah merasakannya." ucap axel tanpa rasa malu.
Akhirnya mereka mengulang kembali adegan tadi malam di kamar mandi.
Selesai itu, axel mandi menggunakan shower. Clara masih berendam di air hangat karena masih merasa sakit.
__ADS_1
Axel menyudahi mandinya, ia keluar dari kamar mandi, dan membereskan seprei kamarnya, ia melihat ada noda darah di sana, seketika axel tersenyum kemenangan.
Clara pun menyudahi mandinya, ia berpakaian santai. Axel menggendongnya kembali ke atas tempat tidur.
"cla, aku keluar sebentar ya, aku mau mencari sarapan. Kamu di sini saja, jangan banyak berjalan dulu." ucap axel yang penuh perhatian.
clara mengangguk.
Axel pun pergi.
Clara menjadi salah tingkah dan senyum senyum sendiri. Clara sangat bahagiah, karena sudah menjadi istri axel seutuhnya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Tok . .took . .tookk. . .
Dengan susah berjalan, clara menuju pintu dan membukanya, ia kira axel.yang kembali lagi dan lupa membawa kunci kamarnya.
Ketika di buka, clara terkejut yang datang adalah mama adel.
"mama." ucap clara panik.
"looh, kamu kenapa cla." ucap mama adel
"enggak apa apa kok ma, masuk ma." ucap clara.
Adel pun masuk, clara menutup pintu.
Adel melihat clara kesusahan untuk berjalan, sambil menahan rasa sakit.
"cla, apa kamu sudah......" ucap mama adel yang sengaja menjeda omongannya.
clara yang paham pun mengangguk dengan malunya.
adel tersenyum senang.
"memang begitu rasanya cla apa bila baru pertama kalinya, tapi jika terbiasa tidak sakit lagi kok cla., mama juga pernah merasakannya." ucap mama adel.
Clara hanya bisa menunduk malu mendengar ucapan mamanya.
"mama kapan sampainya." ucap clara mengalihkan pembicaraan.
Adel yang paham pun menjawab clara.
"tadi malam jam 1 mama sampai." dimana axel cla." ucap adel.
" axel lagi membeli sarapan ma." ucap clara.
"sepertinya mama datang ke kamar kamu tidak pada waktu yang pas cla, " ucap mama adel yang melihat kamar clara sedikit berantakan.
Tidak sengaja adel melihat seprei yang ada di pojokan di tempat pakaian kotor.
adel melihat seprei itu ada bercak darah.
"enggak kok ma." cla malah senang mama datang." ucap clara.
"semoga kamu cepat memberikan mama cucu ya cla." ucap mama adel.
"semoga ya ma, mama doain saja." ucap clara bahagiah.
Tidak lama axel pun datang dengan membawa sarapan.
Axel terkejut melihat mamanya.
"ma." ucap axel.
"kenapa xel, kamu ingin bertanya juga kapan mama sampai do sini." ucap mama adel.
"axel hanya kaget ma," ucap axel.
Axel yang sadar melihat seprei itu, langsung mengambilnya dan meletakkannya ke kamar mandi.
Mama adel pun tersenyum.
"ma, kita sarapan bersama ya." pinta clara.
Mama adel mengangguk.
.....
...****************...
...Yuuukkk.....bantu author like , komen, dan follow . ....
...Biar author makin semangat lagi.....
__ADS_1
...di tunggu yaaaa..........