Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 12


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, davina segera menuju ke ruangan yang di beri tau bu adel.


davina pun membuka handel pintu tersebut,


"permisi bu adel. Ini pakaian yang anda minta tadi" ucap davina


"masuk vina. Letakkan di sana saja. Oiya davina, kamu tunggu disini sebentar ya, saya mau keluar sebentar mau membeli sesuatu." Ucap adel.


davina mengangguk.


Davina duduk di dekat ranjang pasien itu, ia melihat seseorang yang sedang terbaring memunggungi nya. davina penasaran siapa itu. Tapi ia tidak berani melihatnya, takut di bilang lancang.


Ia pun belum menyadari itu adalah clara.


ketika clara mengerjapkan matanya, iya membalikkan badannya,


Betapa terkejutnya davina yang melihat itu ternyata adalah clara.


dengan wajah yang masih pucat dan lemas.


"ya ampun cla, kenapa kamu bisa seperti ini." ucap davina khawatir.


clara tersenyum.


"aku tidak apa-apa davina. Hanya demam saja. Kamu dari tadi." ucap clara dengan nada lemas nya.


"aku barusan sampai, tadi bu adel menelpon ku sewaktu aku masih di kantor. Ia meminta tolong pada ku mengambilkan pakaian mu. Tetapi tidak tau untuk apa, dan menyuruhnya mengantarkan kesini." ucap davina.


"kenapa kamu tidak menghubungi ku kalau kamu sakit cla, aku sudah berulang kali menelpon kamu, tetapi tidak kamu angkat, aku fikir kamu sedang bersama keluarga bu adel." ucap davina penuh penyesalan karena tidak mencari sahabatnya itu di rumahnya.


"sudah, yang pentingkan aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah mulai membaik. Hanya saja dokter menyuruh ku untuk di rawat agar bisa di pantau." ucap clara.


Tak lama axel pun datang,


"malam pak." ucap davina menyapa bos muda nya itu.

__ADS_1


"malam juga," jawab axel sambil mengedarkan pandangannya ke ruangan itu mencari sosok mama nya.


"cla, mama kemana." ucap axel pada clara


Clara pun bingung menjawabnya, karena tadi sewaktu belum tidur masih ada tante adel di dekatnya. Tapi sekarang setelah ia bangun, malah davina yang ada.


clara menggeleng tanda tidak tau.


"maaf pak, tadi ibu pergi keluar sebentar katanya." ucap davina.


axel mengangguk.


Davina pun pamit, ia harus segera pulang, karena sudah malam.


kini di ruangan itu hanya ada axel dan clara.


axel duduk di sofa dekat ranjang clara.


mereka pun diam dalam pikirannya masing-masing.


"kamu sudah datang xel, mama habis membeli makanan, kita makan bersama ya. Tapi mama mandi dulu sebentar."


mereka mengangguk.


kini adel telah selesai mandi.


"cla, kamu ganti baju dulu yuk sayang." ucap adel.


clara mengangguk, ia melirik axel.


seakan tante adel paham.


"xel, kamu tolong keluar sebentar ya."


Axel pun pergi keluar tanpa menjawabnya.

__ADS_1


"tante, maaf ya cla ngerepotin tante." ucap clara sambil meneteskan air mata.


ia teringat pada ibunya, ketika ia sakit, ia selalu di rawat oleh ibunya.


Adel pun mengusap air mata clara,


"kamu jangan nangis cla, kamu anak tante, tante tidak ngerasa kamu repoti," ucap adel.


Kini tante adel sudah selesai mengalap tubuh clara dan memakai kan baju nya.


Adel segera memanggil axel masuk.


mereka pun makan bersama.


"cla, kamu makan ya sayang, sini tante suapin." ucap adel dengan lembutnya.


clara pun menurut saja. Setelah itu clara meminum obatnya.


"xel, malam ini kamu tolong jaga clara ya, mama mau pulang, besok pagi mama datang lagi." ucap mama adel.


"iya ma, mama bawa mobil." ucap axel.


"mama tidak bawa mobil, tadi mama menyuruh pak ramli untuk jemput mama. Mungkin sebentar lagi sampai." ucap mama.


"cla, tante pulang ya, axel yang akan menjaga kamu malam ini."


clara mengangguk.


Tak lama kepergian adel, clara pun sudah tertidur pulas akibat efek obat yang ia minum.


Axel duduk di kursi sebelah tempat tidur clara dan memandangi wajah cantik itu.


"kamu sangat cantik cla, tapi maaf, aku tidak mencintai kamu," batin axel sambil mengelus rambut clara.


..

__ADS_1


__ADS_2