
Axel yang melihat ponsel clara masih menyala, akhirnya mengambil ponselnya dan di matikannya film yang di tonton clara tadi, diletakkannya ponsel clara di atas meja samping tempat tidur.
Axel pun tidak lupa menyelimuti clara sampai batas dada.
Setelah itu axel baru menuju kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi, axel kembali membaringkan tubuhnya kembali dan tidur.
Tengah malam pun clara bermimpi buruk.
ia bermimpi tentang masalalunya yang hampir tenggelam di sungai.
Dulu clara sewaktu umur 11 tahun ia pernah terpeleset di pinggir sungai sewaktu bermain. Untung saja ada ibunya yang mendengar jeritan clara. Clara pun di tolong oleh tetangganya. Akhirnya clara selamat. Semenjak itu ia menjadi trauma,
"tolong aku, tolong. Ibu tolong aku..tolong.." ucap clara dalam mimpinya.
axel yang mendengar pun terbangun.
ia segera menepuk pipi clara.
"cla, bangun cla, clara." ucap axel.
Clara pun terbangun, dengan refleknya clara langsung memeluk axel, clara meneteskan air mata.
"tenang cla, tenang..ada aku." ucap axel sambil memeluk clara.
Ketika clara sudah tenang, axel melepaskan pelukannya, dan menghapus air matanya.
" ini minum dulu cla, " ucap axel memberikan clara air minum.
axel pun membaringkan clara lagi, ia pun memeluk clara dalam posisi tidur.
Clara yang di peluk oleh axel, akhirnya tertidur dengan nyaman.
"ada apa sebenarnya dengan kamu cla, seburuk apa mimpi kamu sampai kamu takut begitu." batin axel.
Lama kelamaan axel ikut tertidur, ia tertidur masih sambil memeluk clara.
Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, tetapi axel dan clara masih tidur nyenyak dengan saling memeluk.
Mama adek yang sudah bangun pun ikut membantu bik ina dan bik sarah menyiapkan sarapan.
"bik, di kulkas masih ada ayam bik..?" tanya adel.
"masih 5 potong sepertinya bu," ucap bik sarah.
"boleh ambilkan saya bik, saya mau memasak untuk clara." ucap adel.
"sebentar bu, saya ambilkan dulu." ucap bik sarah.
Bik sarah pun mengambilkan 5 potong ayam yang sudah bersih dak siap masak itu.
Dengan cekatannya, adel memasak ayam goreng crispy untuk clara.
Adel sengaja memasak untuk clara, sebab ia hari ini tidak bisa mengantar clara untuk cek ke rumah sakit.
Semua sarapan pun sudah siap, begitu juga dengan masakan adel.
Adel segera mandi, dan bersiap siap berangkat ke kantor, ia tidak sarapan di rumah, tetapi adel membawa bekal sarapan ke kantor.
adel pun sudah pergi, tanpa pamit ke anak dan menantunya itu.
Axel yang bangun telebih dahulu, seketika terkejut melihat posisi mereka masih saling memeluk.
Axel pun melepaskannya perlahan agar clara tidak terbangun.
Axel bangkit dari tempat tidur nya.
__ADS_1
ia bergegas untuk mandi.
Clara yang baru bangun, mendengar suara gemercik air yang menandakan ada yang mandi.
Clara pun duduk di tempat tidur, ia melihat ponselnya sudah di atas meja .
Tiba tiba axel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja yang melilit di pinggangnya.
Seketika clara pun terpana melihat tubuh axel yang sempurna dengan roti sobeknya.
Axel pun melihat clara memperhatikannya, clara yang sadar itu akhirnya menundukkan kepala nya.
"aduuh, ayoo cla, jangan di bayangin," batin clara sambil menunduk.
Axel yang melihat clara menunduk pun langsung menuju lemari pakaian. Ia mengambil pakaian santai nya.
lalu axel mengenakan pakaiannya.
axel menggunakan baju kaos dan celana jeans panjang.
Selesai berganti pakaian, axel menuju tempat tidur.
"kamu bersih bersih dulu cla, nanti kita sarapan di bawah." ucap axel yang langsung menggendong clara menuju kamar mandi.
Seperti biasanya, ketika axel mengantar clara ke kamar mandi, ia segera keluar tanpa bicara apapun.
"xel, aku sayang sama kamu, aku mencintai kamu dari dulu xel. Apa bila suatu saat kita berpisah, kamu tetap akan selalu ada di hati ku." batin clara.
Tiba tiba clara pun meneteskan air matanya.
clara merasa sangat sedih, karena axel kadang kadang masih bersikap dingin terhadapnya.
Sudah setengah jam lamanya, tetapi clara belum juga memanggil axel.
axel pun menjadi khawatir, ia takut terjadi apa apa kepada clara.
Axel dengan spontannya langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"kamu kenapa cla." ucap axel.
"enggak apa apa xel, hanya perih kemasukan air mata ku." ucap clara berbohong.
"apa kamu sudah selesai." ucap axel.
clara mengangguk.
Axel pun langsung menggendong clara ke kursi rodanya.
setelah itu axel pun segera keluar duluan.
Clara pun bersiap siap, ia menyisir rambutnya, dan menggunakan bedaknya.
"bik, mama mana, kenapa di meja makan tidak ada mama bik..?" tanya axel.
"ibu sudah pergi ke kantor tuan. Tadi ibu buru buru." ucap bik ina.
"jadi mama belum sarapan bik." tanya axel lagi.
" ibu tadi bawa bekal tuan." jawab bik ina.
"ooh, terimakasih bik." ucap axel.
"sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ucap bik ina.
axel mengangguk dan duduk langsung di meja makan.
Tidak lama clara keluar kamar dengan menggunakan kursi rodanya.
__ADS_1
clara hanya diam saja, ia memperhatikan axel yang sedang duduk di kursi meja makan.
Setelah itu clara menghampiri axel
"nanti siang kita kerumah sakit." ucal axel dwngan cuek nya.
clara hanya mengangguk.
Merekapun sarapan hanya berdua saja.
hari ini clara hanya makan sedikit, ia tidak berselera makan.
Axel yang melihat itu hanya cuek saja, dan melanjutkan makannya.
"aku duluan xel." ucap clara yang meninggalkan meja makan.
Clara melajukan kursi roda otomatisnya menuju pintu belakang rumah.
Bik sarah yang melihat itu pun segera menghampiri nona mudanya.
"maaf non, apa non mau duduk di taman belakang situ." ucap bik sarah.
"iya bik, apa bibik bisa membantu saya ke sana." ucap clara.
"baik non," ucap bik sarah.
Sarah pun memdorong kursinroda clara menuju taman belakang rumahnya.
sampai di sana, clara menghirup udara yang masih bersih itu.
"bik, aku iingin sendiri, bibik lanjutkan saja pekerjaan bibik, aku bisa kok bik di sini sendirian." ucap clara.
"baik non, saya permisi dulu." ucap bik sarah.
"terimakasih ya bik." ucap clara.
"sama sama non." balas bik sarah.
Clara ingin menenangkan dirinya,
Axel pun yang mencari clara tidak menemukannya.
Ia pun melihat bik sarah.
"bik, lihat clara di mana tidak bik..?" tanya axel.
"non clara ada di taman belakang tuan." ucap bik sarah.
"terimakasih bik." ucap axel.
"sama sama tuan." ucap bik sarah.
Axel pun pergi ke arah taman belakang rumah.
Axel melihat clara sedang melamun. Ingi rasanya axel mengerjai istrinya itu.
Akan tetapi di urungkannya.
Setelah melihat clara beberapa menit, axel pun pergi menuju kamarnya.
axel tidak sengaja melihat ponsel clara yang masih tergeletak di atas meja.
Dengan perlahan axel membuka ponsel itu, akan tetapi terkunci. Hanya kelihatan walpaper yang terpasang di ponsel itu.
Axel melihat foto clara bersama ibunya.
axel pun tersenyum,
__ADS_1
Tidak lama ponsel itu ia letakkan kembali..
....