
Masi Di ruang keluarga..
Adel yang lagi menunggu clara dan axel, kini sedang menghubungi davina dan bryan. Adel meminta mereka berdua untuk mengosongkan jadwalnya dan axel selama 1 minggu ke depan.
Mereka pun datang,
Mama adel kembali bersuara.
"xel, mama akan urus semuanya mulai besok, kamu ambil cuti 1 minggu. besok kita akan fiting baju," ucap mama adel. Keduanya mengangguk .
Mereka tidak mengetahui jika mama adel sudah menyiapkan gaun pengantinnya, mama adel memesannya ketika axel menyetujui pernikahannya. Mama adel memesannya kepada sahabatnya.
"cla, ini buat kamu." ucap axel tiba-tiba sambil menyerahkan paper bag itu.
Clara yang di berikan paper bag itu pun sangat senang, karena ini pertama kalinya axel memanggil namanya dengan sopan. Ya mungkin karena ada tante adel pikir clara.
"terimakasih." ucap clara dengan tulus sambil menunduk.
Seketika adel tersenyum melihat mereka.
Tidak lama Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.
Di dalam kamar, clara tidak bisa tidur, ia mengingat kejadian tadi, di mana ia hanya menggunakan handuk saja dan dilihat oleh axel. Ia pun penasaran dengan isi paper bag yang di berikan oleh axel, clara pun membukanya.
Seketika ia terkejut dengan isinya,
"inikan ponsel keluaran terbaru, pasti sangat mahal. Tapi kenapa axel memberikannya untuk ku." batin clara.
__ADS_1
clara pun sambil membuka ponsel itu dan ia gunakan.
Sama hal nya dengan clara, axel pun tidak bisa tidur, ia terbayang dengan clara yang hanya menggunakan handuk.
Sudah jam 1 malam, clara baru bisa tertidur.
sedangkan axel baru bisa tidur jam 2 malam.
Pagi hari nya mereka pun kesiangan,
Adel yang sudah menunggu untuk sarapan pun bingung, kenapa mereka berdua belum datang untuk sarapan. Adel sudah menunggu 15 menit, akhirnya yang di tunggu datang juga.
" maaf tante, cla kesiangan." ucap cla dengan merasa tidak enak.
"tidak apa-apa sayang." ucap tante adel.
"Habis ini kita ke butik untuk fiting baju." ucap adel.
"iya tante." jawab clara.
sementara axel hanya menjawabnya dengan anggukan.
Tadinya clara ingin menanyakan kepada axel, kenapa ia memberikannya ponsel mahal. Tetapi di urungkannya untuk bertanya. Karena situasi sedang tidak baik.
Kini mereka bersiap-siap menuju butik langganan adel.
sampai di butik yang terbilang mewah ini adel masuk, dan di ikuti oleh axel dan clara.
__ADS_1
"pagi sofie," ucap adel mengagetkan sahabatnya itu.
Sofi adalah sahabat adel, ia merupakan desainer ternama, butik ini pun adalah rancangan dari adel. Adel memang handal dalam hal arsitektur dan desain.
"eeh adel, apa kabar. waah, siapa itu gadis cantik di sebelah axel." ucap sofie.
"aku baik sofie, ooh ini namanya clara, calon istri axel, besok ia akan menikah, mangkanya aku kemaren meminta bantuan mu." ucap adel
"serahkan semuanya kepada aku del. Yang kamu pesan waktu itu sudah selesai juga." ucap sofie sambil tersenyum.
"ma, tidak mungkin ini semua bisa selesai besok." ucap axel yang tidak fokus kepada ucapan mamanya.
adel hanya tersenyum.
"axel, apa kamu tidak tau, kalau mama kamu ini sudah memesannya dari jauh-jauh hari," ucap sofie.
Seketika clara dan axel memandang adel meminta penjelasan. Tetapi malah tante sofie yang menjelaskannya.
"begini, seminggu yang lalu mama kamu kesini, beliau meminta tolong sama tante, kalau ia meminta di buatkan pakaian pengantin, tetapi mama kamu tidak memberi tau tante untuk siapa, dia hanya bilang agar cepat di selesaikan , kalau bisa dalam waktu kurang dari seminggu selesai, dan ternyata itu buat kalian. Tante pun baru tau hari ini." ucap tante sofie menjelaskan.
"clara dan axel saling memandang tidak percaya , kalau adel telah menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan mereka.
adel tersenyum bahagiah.,
Mereka pun telah selesai.
kini mereka pergi untuk makan siang.
__ADS_1
..