Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 106


__ADS_3

Selesai sarapan, axel mengajak mereka bersantai di balkon sambil menikmati pemandangan kota paris di pagi hari.


"xel, kamu masih mempunyai hutang penjelasan kepada kami." ucap bryan.


Axel tersenyum.


" ya, hotel ini milik mama, mama sengaja merahasiakan dari siapa pun, cuma di hotel ini lah mama bisa bersantai tanpa gangguan, tidak ada yang tau, bahkan di media pun." ucap axel.


"lalu, kenapa mereka memanggil mu dengan evan." tanya bryan yang sudah bingung.


"apa kamu lupa nama tengah ku." ucap axel.


Seketika bryan pun teringat.


"pantas saja kemaren malam seperti tidak asing dengan suara nya." ucap bryan.


axel tertawa. Sementara clara asik bercerita berdua dengan davina,


"mama sengaja menyiapkan kalian tinggal di hotel ini. Karena mama tau, aku bakalan nyusul kalian kesini." ucap axel.


"kamar mu sangat bagus xel, tapi kenapa mesti di jaga." ucap bryan.


"aku juga tidak tau, saat aku kemari dengan mama, mama selalu pesan untuk menjaga kamarnya ketika kami menginap di sini ." ucap axel.


Bryan pun menganggukkan kepalanya.


"aww.." tiba tiba merasa perutnya sedikit keram.


Axel dan bryan pun menghentikan ceritanya.


"cla," ucap axel.


"aku gak apa apa xel." hanya keram sedikit." ucap clara.


"cla, apa seperti itu orang hamil." tanya davina.


"iya vina, nanti saatnya jika kamu hamil merasakannya kok," ucap clara.


"xel, bryan, aku pinjam davina nya sebentar ya." ucap clara.


Axek dan bryan mengangguk.


"kamu mau bawa aku kemana sih cla." tanya davina.


"aku ingin kamu menemani ku hari ini." ucap clara sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


clara mengajak davina duduk di ruang tv, mereka menonton tv.


Davina pun teringat.


"cla, sepertinya suami kamu ngerjain aku dan bryan." ucap davina.


"maksudnya." tanya clara pura pura tidak tau.


"iya, dia ngirim film romantis. Tapi lama kelamaan filmnya..." ucap davina terjeda.


Davina pun menarik napas.


"tapi filmnya buat kamu berhasil kan." ucap clara menggoda.


"ii . .iiiya sih." ucap davina malu malu.


"masih sakit." tanya clara.


Davina mengangguk.


"vina, masih mending kamu masih bisa berjalan paginya. Dulu aku gak bisa, sampai sampai berjalan untuk membuka pintu kamar aja sakit sekali." ucap clara.


Mereka pun mengobrol.


Tidak lama ponsel clara berbunyi.


"hallo ma." ucap clara.


"hallo juga sayang, kamu apa kabar."


"clara baik kok ma."


"mama apa kabar, clara kangen banget sama mama."


"alhamdulillah mama baik baik saja."


"calon cucu mama gak nakalkan sayang."


"gak kok ma, tapi terkadang agak sedikit keram."


"kamu banyak banyak istirahat." jangan capek capek."


"iya ma, oya ma , ada davina juga ni."


"hallo tante, "

__ADS_1


"hallo juga vina."


"tante terimakasih ya atas semua fasilitasnya selama di sini."


"iya sayang, sama sama." semoga kamu cepat hamil menyusul clara ya,"


"iya tante, terimakasih."


Davina menyerahkan telponnya kepada clara.


"sayang, sudah dulu ya, mama mau istirahat dulu." jaga kesehatan selama di sana."


"iya ma, terimakasih." clara kangen banget sama mama."


Mama adel pun mematikan sambungan telponnya.


" vina, sepertinya aku akan pulang duluan dari kamu, soalnya axel lagi banyak kerjaan, kasihan kalau mama semua yang urus." ucap clara kepada davina.


"iya cla, gak apa apa." oya Cla, emangnya kapan kalian sampai di sini." tanya davina.


"tadi malam kami sampai vin, axel melarang ku untuk memberi tau kamu." ucap clara.


"kamu tau gak cla, aku dan bryan sangat penasaran dengan penghuni kamar ini, sampai sampai waktu kami pulang tadi malam, kami berhenti dulu di depan pintu, aku dan bryan pun saling pandang ketika mendengar suara axel, tqpi kami pikir tidak mungkin." ucap davina.


Clara pun tertawa.


"Bukan hanya kamu, aku juga tidak tau, semua rencana axel." ucap clara.


Clara pun mengelus perut davina.


"semoga cepat nyusul ya." ucap clara.


"amin," ucap davina.


Clara pun mengelus perutnya yang sedikit keram.


" cla, kamu kenapa." tanya davina.


"gak apa apa, hanya sedikit keram." ucap clara sambil tersenyum.


hari pun sudah semakin siang, sebentar lagi akan memasuki jam makan siang.


"kita makan siang di luar saja ya sama sama." ucap axel.


Clara pun sangat senang mendengarnya.

__ADS_1


mereka semua setuju.


.....


__ADS_2