Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 54


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sementara penerbangan yang axel pesan pukul 5 sore.


Mereka semua pun menuju bandara di antar dengan sopir penginapan.


Sampai di bandara. Adel mengirimkan pesan kepada pak ramli.


Bu adel :


"pak, hari ini jemput saya pukul 7 malam nanti di bandara. Saya pakai penerbangan pukul 5 sore ini."


Pak ramli yang membaca pesan itu segera membalas pesan majikannya.


Pak ramli :


"baik bu,"


sampai di bandara mereka semua menunggu, karena ini baru pukul 4.30 sore.


"ma, cla ke toilet sebentar ya." ucap clara.


"xel, kamu temani istri kamu gih." ucap adel.


Axel pun mengikuti perintah mama nya.


Sampai di toilet wanita.


"kamu mau ngapain xel." ucap clara.


"nemenin kamu, kan tadi mama suruh." ucap axel.


"gak sampai masuk juga xel, bisa bisa kamu di hajar nantinya. Ini toilet wanita." ucap clara.


Axel pun melihat lambang toilet wanita itu.


"eeeh . .. Maaaf cla. Aku tunggu di situ saja." ucap axel.


Clara mengangguk dan masuk ke dalam toilet.


Tidak lama, clara pun keluar dari toilet itu, ia melihat axel sedang melamun.


"xel," ucap clara.


akan tetapi asik dengan lamunannya, axel tidak sadar clara sudah ada di sampingnya dan lagi menatapnya.


Akhirnya clara menyentuh bahu axel.


"xel, ayo, nanti kita telat." ucap clara.


"eeeh...cla..." ucap axel.


Clara pun menarik tangan axel.


"ada apa dengan axel." batin clara.


"sayang, kita masuk sekarang ya, 10 menit lagi pesawat kita akan berangkat. " ucap adel kepada clara dan axel yang baru datang.


Mereka pun segera masuk kedalam pesawat.


pukul 5 sore tepat, pesawat pun sudah lepas landas.


Clara duduk di sebelah mama adel.


Sementara bryan duduk bersama davina.


Axel memilih duduk sendirian, karena clara ingin duduk bersama dengan mama adel.


Tepat pukul 7 kurang 5 menit malam, pesawat mereka sudah sampai di kota asal.


Mereka pun turun dari pesawat.


mama adel, davina, clara duduk di ruang tunggu jemputan.


Sementara bryan dan axel mengambil koper milik mereka semua.


"menyusahkan sekali." ucap axel.

__ADS_1


Bryan yang mendengar itu pun tertawa.


"kamu menertawakan ku bry." ucap axel.


"tidak kok xel, aku tertawa ingat davina." bohong bryan.


Selesai semuanya, axel dan bryan menuju ruang tunggu jemputan. Ia melihat mama adel sedang duduk bersama davina dan clara.


Tidak lama pak ramli datang.


Pak ramli pun menghampiri adel.


"maaf bu adel saya telat, tadi terkena macet." ucap pak ramli dengan sopan.


"gak apa apa kok pak, kami juga baru saja tiba." ucap adel.


"sini tuan axel, saya bantu bawakan barangnya." ucap pak ramli.


Axel pun menyerahkan koper mamanya yang sangat besar.


Sementara axel membawa koper dirinya dan clara.


Bagai mana kalau kita makan malam dulu, baru pulang, ini sudah malam juga." ucap adel.


"boleh tante, kebetulan bryan sudah laper." ucap bryan.


"giliran dengar makanan aja nomer satu." ucap axel.


Mereka semua pun tertawa.


"pak, nanti kita makan dulu di restoran depan, bapak ikut saja." ucap adel menunjuk restoran depan bandara.


"baik bu, terimakasih." ucap pak ramli.


Selesai makan, mereka mengantar bryan dan davina.


"tante, bryan turun di rumah davina saja, nanti bryan naik taksi saja." ucap bryan.


adel mengangguk.


"terimakasih ya tante, axel, clara." ucap davina dan bryan bersamaan.


"sama sama, waaah calon pengantin makin kompak saja." goda adel.


Pak ramli dan majikannya itu pun meninggalkan rumah davina.


Sampai di rumah, axel, clara dan mama adel pukul 9 malam.


"kalian istirahat lah, mama juga akan istirahat. Oya cla, besok mama ingin bicara." ucap adel.


"iya ma, kalau begitu cla ke kamar duluan ya ma." ucap clara.


tidak terasa mereka meninggalkan rumah sudah 1 minggu lamanya.


"akhirnya aku menemukan kasur ini." batin clara sambil merebahkan diri di atas kasur.


"mandi dulu cla. Biar aku siapkan air hangat untuk mu.." ucap axel yang baru masuk kedalam kamar.


Setelah meletakkan barang barang, axel menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk clara.


"airnya sudah siap cla." ucap axel.


"terimakasih." ucap clara sambil berjalan ke kamar mandi.


selesai clara mandi, kini giliran axel yang mandi.


Clara pun berbaring di atas tempat tidur, ia menunggu axel.


15 menit lamanya menunggu, axel keluar dari kamar mandi.


"kamu belum tidur," tanya axel.


"belum xel." ucap clara.


clara masih menatap axel.

__ADS_1


"ada apa." tanya axel lagi.


"apa omongan kamu itu serius xel, soal aku harus mengundurkan diri..?" tanya clara memberanikan diri.


Axel mengangguk.


clara langsung memejamkan matanya, padahal ia belum ngantuk. Karena malas berdebat jadi ia lebih baik tidur.


Axel mendekat kearah clara dan memeluknya dari samping.


"kamu jangan sedih, ini demi kebaikan kamu." ucap axel.


Clara hanya diam saja.


Axel pun menjahili clara.


ia cium leher clara dengan lembut.


clara pun membuka matanya.


"xel, geli." ucap clara.


Tanpa peduli, axel tetap menciumnya.


"aku sangat lelah xel. Boleh aku beristirahat dulu malam ini." ucap clara dengan nada memohon.


Axel pun segera memberhentikan kejahilannya itu.


"tidurlah, aku tidak akan mengganggu kamu tapi biarlah begini." ucap axel sambil memeluk clara.


Keesokan paginya axel bangun terlebih dahulu.


hari ini axel rencananya akan ke kantor sebentar.


kini axel sudah rapih dengan menggunakan stelan bajunya.


Ia melihat ke arah clara yang masih tidur. Axel segera turun ke bawah.


"pagi ma." ucap axel.


"pagi juga sayang, mana clara.. Kamu kok sendirian." tanya mama adel.


"clara masih tidur ma, oya ma, jangan di bangunkan ya ma, biarkan dia istirahat sebentar." ucap axel.


mama adel mengangguk.


"kamu mau kemana xel sudah rapih begini." tanya mama adel.


"axel mau ke kantor sebentar ma." ucap axel.


"kamu gak libur dulu." kan baru pulang tadi malam. " ucap mama adel.


"hanya sebentar kok ma, palingan habis dzuhur axel sudah pulang kok ma." ucap axel.


"ya sudah, pokoknya jangan pulang lama ya kasihan clara.." ucap mama adel.


axel hanya mengangguk.


"ma, axel sarapan nya di kantor saja. Axel titip clara ya ma. Axel berangkat ma." ucap axel.


"hati hati di jalan." ucap mama adel.


"iya ma." ucap axel.


Axel pun pergi memuju mobil kesayangannya di garasi. Sudah 1 minggu ia tidak memakai mobil itu,


"pak ramli, pak.." ucap axel.


"iya tuan. Ada apa." ucap pak ramli.


"kunci mobil ini di mana ya pak..?" tanya axel.


"sebentar tuan, kuncinya ada di tempat kunci, saya satuin dengan kunci mobil ibu. Saya ambilkan dulu tuan." ucap pak ramli.


"iya pak, saya tunggu di sini." ucap axel.

__ADS_1


.....


__ADS_2