
Clara yang melihat davina langsung memeluk davina.
"cla, jangan kenceng kenceng meluknya, gak bisa bernafas aku." ucap davina sambil melerai pelukan clara.
"heheheh . .maaf vin, aku rindu saja . .kan jarang ketemu kamu belakangan kemarin." ucap clara.
"kaki kamu sudah sembuh cla." tanya davina.
"sudah vin, hanya tinggal ngilu sedikit saja jika kelamaan di bawa berjalan." ucap clara.
Mereka pun kini sudah masuk ke dalam pesawat.
Clara duduk di samping axel. Berseberangan dengan kursi clara dan axel, ada davina dan bryan.
Mereka menikmati perjalanan menuju kota Z.
Mereka sampai di kota Z pukul 1 siang. Mereka ber empat langsung mencari makan siang, setelah itu mereka menuju ke penginapan.
"nanti malam jangan lupa jam 7bkita akan bertemu dengan client untuk membicarakan permasalahan perusahaan di sini." ucap axel.
"siap xel." jawab bryan.
clara dan davina hanya memgangguk.
Sampai di penginapan. Tiba tiba clara menarik tangan davina.
"aku tidur sama kamu ya vin." ucap clara.
"tapi ada suami kamu cla." ucap davina yang tidak enak kepada axel.
"aku sudah meminta izin kok, kamu tenang saja." iya kan xel." ucap clara.
"iya." jawab axel singkat.
Mereka menuju kamar masing masing.
"akhirnya sampai di kamar juga," ucap clara.
Mereka berdua langsung merebahkan diri di atas kasur.
"cla, kenapa kamu tidur dengan ku, tidak dengan suamimu saja, kan enak tu, bisa bulan madu sekalian kerja." ucap davina menggoda clara.
"apa apan sih vin, aku sama axel tidak mungkin melakukan itu, axel masih sangat menghindari ku." ucap clara.
mereka berdua pun bercerita sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
""apa kamu belum pernah melakukannya dengan axel cla." ucap davina.
clara hanya menggeleng.
"aku tidak pernah membayangkannya vin, sebelum axel bisa menerimaku, aku tidak akan melakukannya." ucap clara.
clara pun segera mengambil ponselnya.
"kamu mau hubungi siapa cla." tanya davina.
"aku lupa, aku mau hubungi mama, nanti mama khawatir." ucap clara.
Clara segera menelpon mama adel.
"hallo ma, clara sudah sampai ma, maaf clara baru bisa ngasih kabar ke mama." ucap clara.
"hallo juga cla, alhamdulillah kalau kamu sudah sampai, iya tidak apa apa cla. Cla, maaf, mama harus meeting sebentar ya, nanti mama hubungi kamu lagi. Ucap adel dengan buru buru karena sudah di tunggu.
"iya ma, " ucap clara.
"kok cepet banget cla..?" tanya davina.
"iya vin, mama mau meeting." ucap clara.
"ooohhh." jawab davina.
Mereka pun tidur sebentar untuk mengurangi rasa lelah dalam perjalanan tadi.
Sementara di kamar axel, axel lagi mempersiapkan berkas berkas yang akan di bawa nanti malam.
Hari pun sudah sore. Clara dan davina yang sudah bangun pun bergantian mandi.
__ADS_1
Mereka bersiap siap untuk menemui client.
Clara yang yang sudah rapih, ia menuju kamar axel.
Took..took...took..
ternya bryan yang membuka pintunya.
"bryan, kamu di sini." ucap clara.
"iya cla, silahkan masuk cla, aku mau kekamar ku dulu untuk mandi," ucap bryan yang langsung keluar dari kamar axel.
Clara pun masuk, ia tidak melihat axel.
Seketika mata clara terbelalak melihat axel keluar hanya menggunakan handuk saja.
Clara langsung mengalihkan pandangannya.
"apa kamu bisa mengambilkan pakaian ku di koper." ucap axel tiba tiba.
Clara mengangguk dan menuju koper axel.
ia mencari pakaian yang akan di gunakan axel bertemu client nanti.
Clara pun memberikan pakaian itu kepada axel.
"ini" ucap clara sambil menunduk menyodorkan pakaian itu.
Axel mengambilnya dan menuju kamar mandi.
"huuuf hampir saja jantungku copot." batin clara.
axel keluar kamar mandi dengan sudah menggunakan pakaian rapih.
"kamu kenapa kesini..?" tanya axel.
"aku hanya ingin membawakan berkas yang ada pada ku tadi." ucap clara sambil menyerahlan berkas itu.
"kita makan malam dulu." ucap axel.
Clara mengangguk dan meninggalkan axel.
"kamu dari mana cla, aku cariin dari tadi." ucap davina.
"aku dari kamarnya axel. Axel mengajak kita makan malam dulu vin." ucap clara.
"baiklah, ayoo kita berangkat," ucap davina.
Mereka pun menuju restoran yang tidak jauh dari penginapan itu. Di restoran itu juga mereka akan bertemu client, hanya saja di ruangan vip.
Selesai makan, mereka ber empat menuju ruangan vip, sampai di ruangan itu ternyata sudah ada satu client yang membuat clara tidak asing.
"aldo," batin clara.
Aldo merupakan teman kuliah clara, iya sangat menyukai clara dari dulu. Sampai sampai rela melakukan apa saja demi mendapatkan clara.
Hanya saja clara berpendirian kuat, sehingga aldo kesusahan mendapatkan clara.
Aldo pun langsung fokus melihat clara.
Axel yang melihat pandangan aldo tertuju kepada clara, seketika langsung bersuara.
"pak aldo, maaf sudah menunggu kami." ucap axel.
"tidak apa apa pak axel. Senang bisa langsung bertemu dengan anda." ucap aldo.
clara yang melihat aldo agak sedikit takut.
Pelayan pun datang dengan minumannya. Ternyata aldo sudah memesan minuman itu terlebih dahulu.
"ini bryan asisten saya, dan ini davina dia yang akan membantu bryan. dan yang ini clara dia adalah is.." ucap axel terpotong yang di sambar oleh clara.
"asisten pribadi pak axel." ucap clara.
Sebenarnya axel ingin memberi tau aldo kalau clara adalah istrinya, ia tidak suka melihat aldo menatap clara dengan tatapan suka.
"baiklah, kita mulai saja untuk mempersingkat waktu." ucap axel.
__ADS_1
Mereka semua pun meeting dengan lancar.
Selesai meeting, mereka minum apa yang sudah di pesan oleh aldo.
clara pun mengambil minuman itu, akan tetapi ia salah ambil, minuman yang dia ambil itu ada mengandung alkohol.
"kenapa rasanya seperti ini." mungkin mulutku masih terasa gak enak akibat baru sembuh," pikir clara.
Clara pun menghabiskan satu gelas.
axel yang melihat clara , merasa curiga ada sesuatu pada clara.
"kalau begitu saya duluan pak axel." ucap aldo.
"baiklah pak aldo, semoga kerja sama kita berjalan lancar kedepannya." ucap axel.
Aldo pun meninggalkan mereka semua.
aldo memang suka minuman yang mengandung alkohol,
Hanya minum satu gelas saja ia tidak akan merasa mabuk.
Lain dengan clara.
Clara sudah meracau entah bicara apa.
"kita kembali ke penginapan." ucap axel.
Mereka pun panik dengan keadaan clara.
Axel mengantar clara sampai ke kamarnya.
clara di baringkan di atas kasur.
Setelah itu mereka semua kembali ke kamar masing masing.
Davina yang melihat clara sudah berada di tempat tidur pun pergi membersihkan tubuhnya.
seketika clara berjalan keluar kamar, tanpa sadar ia ternyata memuju kamar axel.
Di dalam kamar axel, axel baru akan mengganti pakaiannya, baru saja hanya baju nya yang ia buka. Tiba tiba terdengar ketukan pintu.
Tok..tokk.toookk.
( clara mengetuk pintu )
Axel yang mendengar ada suara ketukan pintu, akhirnya membuka pintunya.
"clara." ucap axel sambil melihat situasi di sekitar.
Axel pun menarik clara kedalam kamarnya.
"kenapa kamu berkeliaran dalam keadaan seperti ini cla. Jika ada yang melihat kamu dengan kondisi seperti ini bagai mana." ucap axel.
Clara hanya tertawa dan meracau.
"aku sangat mencintai kamu xel . . .heheh . . .tapi kamu enggak mencintai aku . . .bahkan kamu tidak peduli terhadapku. ..apa salahku xel . . Heheheh .. . Aku hanya ingin kamu sedikit saja peduli terhadapku . .apa itu susah . . .tapi aku lupa, . .aku kan gak penting buat kamu . . .aku ini istri kamu ." racau clara di hadapan axel.
Axel pun terdiam dengan racauan clara. Seakan terasa kelu untuk menjawabnya.
Sesekali clara bergelayutan manja di lengan axel dan mengelus ngelus wajah dan dada axel.
"apa yang kamu lakukan cla." ucap axel dengan nafas yang sudah memburu.
Clara pun menciumi pipi axel, ia melihat bibir merah axel, clara pun menarik tengkuk axel.
tanpa sadar, clara mencium bibir axel.
keadaan clara pun sangat berantakan.
Axel berusaha melepaskannya.
"cla, sadar cla, kamu tidak boleh begini cla, kalau tidak kamu akan menyesal." ucap axel.
Tidak di hiraukan oleh clara, clara makin memperdalam ciumannya.
Akan tetapi axel masih sadar.
__ADS_1
ia mencoba mengontrol nafsunya yang sudah memuncak akibat ulah clara.
.....