
Keesokan paginya...
Clara terbangun duluan, ia melihat axel yang belum bangun menggenggam tangan nya.
Clara pun tersenyum. Dipandanginya wajah tampan axel.
Ketika axel menggeliat, clara pun pura pura tidur, akan tetapi axel tidak sengaja melihat mata clara yang berkedip.
"sudah puas ngelihati wajah ku yang tampan ini.." ucap axel.
clara pun langsung membuka matanya dan tersenyum lebar.
Ia malu ketahuan oleh axel.
Clara pun segera bangun dari tempat tidur, ia berlari menuju kamar mandi.
Axel pun menggelengkan kepalanya.
Di dalam kamar mandi, clara tersenyum sendiri.
Sampai sampai ia lupa membawa handuk dan pakaian gantinya.
Selesai mandi, clara bingung, tidak ada handuk dan pakaian di gantungan itu.
"kenapa bisa lupa begini sih, gimana ini." ucap clara pada dirinya sendiri.
Axel pun bingung, kenapa clara lama sekali di dalam kamar mandi, karena takut terjadi apa apa, akhirnya axel mengetuk pintu itu.
Toookkk .. Tokk . .toook . .
"cla," ucap axel.
Akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam.
axel mengetuk pintu lebih keras lagi.
"cla . .clara,.. kamu kenapa lama sekali," ucap axel mengeraskan suaranya.
"iya xel, boleh minta tolong..?" jawab clara.
"kamu kenapa cla.." ucap axel.
"aa . .aaakk . Aku lupa bawa handuk dan pakaian xel.." ucap clara.
"bilang dong dari tadi cla, aku pikir kamu kenapa kenapa." ucap axel.
"tolong ambilkan handuk ya xel." ucap clara.
"ya tunggu sebentar." ucap axel sambil menuju ke arah handuk clara.
"cla, ini handuknya." ucap axel di depan pintu kamar mandi.
Clara pun membuka pintu itu, dan hanya tangannya yang keluar untuk mengambil handuk itu.
akan tetapi bukan axel namanya kalau tidak menjahili clara.
Axel pun mendekat ke arah tangan clara, alhasil, bukan handuk yang di ambil clara.
Tetapi baju axel yang malah di tarik oleh clara.
Axel pun terjatuh dengan pintu kamar mandi setengah terbuka.
Clara pun menjerit.
"axeeeeeelllllll...... Pejamkan matamu" teriak clara sambil berbalik badan.
__ADS_1
Axel pun bukan memejamkan matanya, ia berdiri dari jatuhnya dan langsung menutupi tubuh clara menggunakan handuk.
Clara terdiam. Ingin protes, tapi gak bisa, axel kan suaminya.
"lain kali jangan lupa bawa handuknya." kalau tiba tiba mama masuk gimana.." ucap axel sambil berjalan ke arah luar.
Clara langsung cepat cepat menggunakan handuknya dengan benar.
Keluar dari kamar mandi, clara melihat axel sedang berada di sofa sambil menonton tv.
Clara segera mengambil baju gantinya, dan mengganti baju di kamar mandi.
Selesai itu clara menyisir rambutnya.
"kamu mau sarapan apa hari ini." ucap axel.
"terserah saja xel, aku ngikut saja." ucap clara sambil menyisir rambutnya.
axel pun memesan sarapan, ia memesan ada ayam goreng, karena itu kesukaan clara.
Axel tau makanan kesukaan clara itu dari mamanya.
"cla, bisa kita bicara sebentar." tanya axel.
clara pun mendekat dan duduk di samping axel.
"kamu mau bicara apa xel." tanya clara.
"cla, sepulang dari sini lebih baik kamu berhenti bekerja." ucap axel.
Sebenarnya axel ingin clara tidak lelah. Tapi axel masih gengsi untuk mengungkapkannya. Selain itu, axel juga punya alasan tersendiri, di karenakan irish berada di indonesia, ia takut irish akan mencelakai clara.
Clara terdiam.
"xel..." ucap clara dengan mata yang sudah berembun.
"tapi kenapa xel,?" tanya clara lagi.
Axel pun segera pergi ke luar kamar meninggalkan clara.
Clara pun tidak dapat membendung air matanya lagi.
Dalam diamnya clara pun menangis . ..
tidak lama makanan yang di pesan axel datang.
Clara pun menghapus sisa air matanya, dan membuka pintu . Lalu clara mengambil makanan itu.
Clara pun meletakkannya di atas meja. Tanpa rasa ingin memakannya.
Clara pun duduk di dekat balkon kamarnya, ia menatap kearah luar, dengan tatapan penuh kesedihan karena axel menyuruhnya berhenti kerja.
Tidak terasa hari sudah semakin siang,
Jam sudah menunjukkan pukul 1.30 siang.
Clara pun membaringkan tubuhnya di atas kasur. Tidak lama clara tertidur.
Hari ini mama adel ada pertemuan dengan client seharian bersama bryan. Hingga ia lupa menanyakan kabar clara.
Pukul 2 siang axel sudah kembali, axel melihat makanan yang di pesannya masih utuh di atas meja tanpa di sentuh sedikitpun.
Sebenarnya ada rasa kasihan di dalam diri axel.
Ia takut bicara yang sebenarnya,
__ADS_1
Axel melihat clara tidur, ia mendekati clara, axel melihat masih ada sisa air mata clara.
"cla, kenapa kamu tidak sarapan tadi pagi, dan kenapa kamu belum juga makan sampai sekarang." apa clara marah dengan keputusanku ini . ." tapi ini demi kebaikan dia.." batin axel.
Axel pun membangunkan clara.
"cla, bangun cla." ucap axel sambil menggoyangkan bahu clara.
Clara yang mendengar suara axel seketika langsung terbangun.
"makan dulu, sepertinya kamu belum makan dari pagi tadi.." ucap axel.
"aku masih kenyang." ucap clara kembali memejamkan matanya.
"cla, makan dulu." ucap axel dengan suara yang mulai meninggi.
Clara pun yang di bentak axel terkejut, dan meneteskan air mata kembali.
Clara bangun dari tidurnya, ia langsung berlari keluar kamar menuju kamar davina.
Axel sudah mencoba menghentikan langkah clara dengan menarik tangannya, akan tetapi clara menepisnya.
Tok . .tok . .tokk . .
Clara mengetuk kamar davina sambil menangis.
Davina pun membuka kamarnya, ia melihat clara sedang menangis. Clara langsung berhambur memeluk davina sambil menangis.
"hey cla . . .kamu kenapa menangis seperti ini. Ada apa cla," ucap davina yang panik.
Clara hanya diam dan tambah menangis.
"ayo masuk dulu, nanti dilihat orang." ucap davina sambil menarik clara masuk kedalam kamarnya.
Davina pun mengajak clara duduk di sofa kamarnya.
"kamu kenapa cla." ucap davina.
Clara hanya menangis.
"ya sudah kamu tenangkan diri kamu dulu, akan aku ambilkan air minum untuk mu." ucap davina.
Tiba tiba ponsel davina berbunyi, ternyata ada panggilan vidio call dari bryan.
Davina pun mengangkatnya.
"hallo kesayangannya bryan." ucap bryan.
"sudah, ini bukan waktunya untuk main main bry. Kamu lihat itu.." ucap davina yang mengarahkan kameranya ke arah clara.
"looh, ada apa dengan clara sayang..?" tanya axel.
"aku juga tidak tau pastinya bry, dia datang kemari sudah menangis begitu." ucap davina.
Seketika mama adel tidak sengaja lewat, dan ia mendengar ucapan davina.
"brya, ada apa dengan clara..." tanya adel.
"ini tante, davina bilang clara menangis ketika datang ke kamarnya. Davina juga tidak tau ada apa." ucap bryan sambil menyerahkan ponselnya.
Adel pun merasa sangat sedih karena melihat clara menangis seperti itu.
"pasti ini ulah nya axel, baiklah bryan, batalkan pertemuan dengan client terakhir, atur pertemuan dengan mereka kembali besok. Kita pulang sekarang ke penginapan." ucap adel sambil mengembalikan ponsel bryan.
"sayang, kalau begitu sudah dulu ya, kamu tolong jaga clara sebentar, aku dan tante adel segera tiba di sana." ucap bryan dan mematikan sambungan telpon nya.
__ADS_1
...