Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 23 Flashback


__ADS_3

2 tahun yang lalu, saat axel masih kuliah di luar negeri, ia berkenalan dengan seorang wanita yang bernama irish.


Irish yang berada 1 jurusan bersama axel, ia mencoba mendekati axel. Dengan berbagai cara dan usaha yang irish lakukan untuk mendapatkan axel, akhirnya berbuah manis,


Axel yang keras kepala akhirnya bisa luluh dengan irish.


merekapun akhirnya menjalin hubungan. Tanpa axel sadari, ternyata irish hanya memanfaatkannya karena axel merupakan anak orang kaya.


Biasanya axel selalu menjahili clara lewat pesan atau telpon, karena axel sudah menganggap clara seperti adiknya sendiri dan berbagi kabar, akan tetapi semenjak ada irish, axel pun berubah.


ia tidak pernah lagi mengganggu clara ataupun mengabarinya.


Irish yang tidak sengaja melihat percakapan pesan antara axel dan clara. Ia merasa geram dan marah.


seketika irish diam-diam mengirimkan pesan chat kepada clara menggunakan ponsel axel.


tanpa axel ketahui.


"kamu tidak usah mengganggu axel lagi, axel itu milik saya, apabila kamu masih terus mengganggunya, saya tidak akan tinggal diam. Dan satu lagi, kalau axel mengirimi kamu pesan atau telpon, jangan kamu angkat. Saya rasa kamu paham dengan kata-kata saya."


(ya kira-kira begitulah isi pesannya)


Dan pesan itu langsung di hapus oleh irish agar tidak di ketahui oleh axel.


akhirnya pesan itu di kirimnya. Dan telah di baca oleh clara. Clara yang sangat mencintai axel, kini hanya bisa meneteskan air mata. Ia berfikir pasti itu kekasih axel yang mengiriminya pesan.


"semoga kamu bahagiah xel. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi, kamu tetap akan ada di hati aku kok xel sampai kapan pun." batin clara.


begitu besar cinta clara kepada axel.


malam harinya axel mengirimi pesan kepada clara.


"hey clara."


Pesan itu hanya di baca saja oleh clara.


axel pun masih tetap mengiriminya pesan.


"lagi ngapain sih," apa jangan-jangan lagi semedi ya."

__ADS_1


"cla,"


"Clara".


Dan pesan itu juga masih sama, tetap di baca saja oleh clara.


Akhirnya setelah mengiriminya beberapa pesan yang tak kunjung di balas, axel pun segera menelpon clara.


Clara yang mendengar ponselnya berbunyi segera melihat nama yang tertera di layarnya dan langsung di abaikannya.


Sudah berpuluh-puluh kali axel menelponnya, tetap tidak di angkatnya.


"baiklah cla, jika ini kemauan kamu menghindar dari aku, agar aku tidak menjahilimu lagi, aku turuti." batin axel.


Semenjak kejadian itu, axel tidak pernah sama sekali menghubungi clara.


Sampai axel pulang ke indonesia pun, axel tidak pernah mau untuk bertemu clara.


Axel hanya sibuk dengan pekerjaannya. Ia sering diminta mama nya mengurus perusahaan di luar negeri yang lagi terkena masalah.


Sampai-sampai mereka bertemu kembali ketika mama adel mengajak clara menjemput axel di bandara.


...****************...


Mama adel dan clara pun segera berangkat menuju perusahaan.


Setelah sampai di perusahaan, clara tidak turun dari dalam mobil, adel yang sudah turun pun bingung melihat clara tidak ikut turun, seketika adel menghampiri clara lagi.


"ada apa cla, kenapa kamu tidak turun, kita sudah sampai sayang. Apa kamu sakit." ucap mama adel lembut.


"eeemm . .itu ma, . .cla . . Cla tidak sakit kok ma, cla baik-baik saja, cla hanya..." ucap clara terpotong.


"ya sudah kalau begitu ayok turun sayang."ucap mama adel.


Mau tidak mau akhirnya clara turun dari mobil sambil menunduk.


Clara pun berjalan disamping adel.


Ada karyawan yang merasa aneh melihat clara turun dari mobil bosnya itu, dan sekarang berjalan bersama masuk ke dalam kantor. Sedangkan clara sudah 1 mingguan tidak masuk kantor.

__ADS_1


Seketika pun berita itu menjadi gosip di grup chat.


Davina pun membaca grup obrolan tersebut, ia menggeleng-gelengkan kepalanya..


"pagi-pagi sudah menggosipi kehidupan orang seperti tidak ada kerjaan." batin davina.


Tidak lama Clara tiba di ruangannya.


"pagi ibu clara." ucap davina menggoda clara.


"apaan sih vina, aku belum ibu-ibu tau." ucap clara sambil melempar kertas ke arah davina.


Davina pun tertawa,


"bukannya sebentar lagi menjadi ibu-ibu. Oya cla, gimana malam pertamanya, lancar gak. Pak axel memperlakukan kamu dengan baikkan." ucap davina.


clara pun segera berdiri dan menutup mulut davina dengan tangannya.


"jangan ngomong yang aneh-aneh kenapa." nanti di denger orang jadi gosip." ucap clara yang mukanya sudah memerah malu.


davina mengangguk.


Clara segera melepaskan tangannya yang untuk menutup mulut davina.


"bukannya kamu sudah di gosipin cla,." ucap davina sambil memberikan ponselnya.


Clara pun membacanya,


"ini yang aku takuti vin, sepertinya tadi ada yang melihatku turun dari mobil mama adel." ucap clara menghela nafasnya


"sudah tidak apa-apa. Lagi pula mereka tidak tau yang sebenarnya." ucap davina.


"kemana suami kamu itu emangnya cla, kamu kok bisa pergi bareng sama bu adel." ucap davina.


"tadi pagi-pagi bryan sudah menjemputnya, katanya sudah di tunggu client. Jadi mama meminta ku pergi bersamanya." ucap clara.


Davina mengangguk.


Kini merekapun bekerja tanpa ada bicara lagi.

__ADS_1


...


__ADS_2