Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 142


__ADS_3

Sementara di kantor, adel baru saja sampai,


Ternyata tamu yang di jadwalkan datang pukul 9, atau 10, kini sudah datang.


adel langsung menuju ruang meeting di ikuti oleh bryan.


"maaf bu adel sebelumnya, saya juga tidak tau mereka akan datang lebih cepat dari jadwal." ucap bryan di sela sela berjalan ke arah ruang meeting.


"sudah gak apa apa bry, semua file sudah siap kan." ucap adel.


"sudah buk." ucap bryan.


Sampai di ruang meeting,


"selamat pagi, maaf sudah menunggu, tadi lagi ada urusan sebentar." ucap adel sopan


"tidak apa apa bu adel, kami juga baru sqja sampai." ucap client.


kini mereka memulai meetingnya,


Sudah 1 jam, meeting belum juga selesai.


Adel sudah tidak sanggup lagi rasanya, kepalanya sudah semakin pusing.


Akhirnya 15 menit kemudian meeting pun selesai, client pun sudah pulang.


Adel langsung bersender dan memejamkan matanya.


"tante, tante kenapa." ucap bryan.


"tqnte gak apa apa kok bry, kamu jika ingin melanjutkan pekerjaan silahkan, saya akan di sini dulu." ucap adel.


"tante sakit." tanya bryan.


"hanya sedikit pusing saja bryan , nanti jika ada yang mencari saya, tolong bilang saya lagi di luar ada urusan. Saya akan pulang bry." ucap adel.


"apa perlu bryan antar tante." tanya bryan.

__ADS_1


"gak udah bry, tante dengan pak ramli kok." ucap adel.


"bryan akan temani tante di sini dulu." ucap bryan.


"terimakasih ya bry." ucap adel.


Adel pun memejamkan matanya,


Dengan sigap bryan mengirimkan axel pesan.


"nyokap lo sakit di kantor."


Kira kira begitulah isi pesan singkat bryan untuk axel.


Axel yang baru saja memegang ponsel pun membuka isi pesan itu.


Seketika axel panik.


"lo temani dulu nyokap gue, gue otw ke sana."


Bryan pun membacanya dan tersenyum.


"sayang, aku jemput mama dulu ya." ucap axel.


"mama, bukannya mama kerja xel." ucap clara


"mama sakit, mama lagi di kantor di temani bryan , kamu di rumah saja ya, aku gak lama kok."" ucap axel.


"iya xel, hati hati ya." ucap clara.


Axel pun pamit, ia langsung membawa mobilnya dengan cepat, pak agis yang membuka pagar pun terkejut dan menggelengkan kepalanya.


"tuan axel jika bawa mobil suka membuat orang jantungan." ucap pak agus dan menggelengkan kepalanya.


30 menit lamanya, axel sudah sampai di kantor.


Saking buru burunya axel hanya menggunakan pakaian santai dengan celana pendek selutut

__ADS_1


"tuan axel ada apa." tanya pak ramli.


"mama sakit pak." ucap axel.


Axel pun masuk kedalam kantor terburu buru.


Semua karyawan pun terpesona dengan axel, apa lagi menggunakan pakaian santainya dengan celana pendek di tambah sepatu casual.


"kamu lihat ibu gak." tanya axel kepada salah satu karyawannya.


"masih di ruqng meeting pak." jawab karyawan itu.


Axel pun buru buru melangkah ke sana.


Sampai di sana, bryan pun mendekat kepada axel.


"sepertinya tante kelelahan xel, lebih baik kamu bawa tante berobat, dan pulang." ucap bryan.


"ma, " ucap axel membangunkan mamanya.


"xel, kamu disini." ucap mama adel.


"kita ke rumah sakit ya ma, habis itu kita pulang." ucap axel.


"mama gak apa apa xel. Hanya pusing saja." ucap mama adel menenangkan axel.


"tumben kamu ke kantor dengan pakaian sepetti ini." ucap mama adel tersenyum.


"axel panik ma, buru buru juga." ucap axel.


"kita ke rumah sakit ya ma." ucap axel.


Mama adel pun menurut


"bryan, terimakasih ya, tante pulang dulu." ucap adel.


"sama sama tante, cepat sehat ya tante." ucap bryan.

__ADS_1


"hati hati broo." ucap bryan kepada axel.


....


__ADS_2