Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 126


__ADS_3

15 menit lamanya, makanan pun datang.


Mama adel menyiapkan makan siangnya di bantu oleh clara,


Walau pun mama adel sudah menyuruh clara untuk duduk saja, akan tetapi clara masih tetap membantunya.


"ma, mama pesan ayam goreng bumbu juga." ucap clara yang melihat ayam goreng tersebut.


"iya sayang, buat kamu." ucap mama adel.


Mama adel tidak pernah melupakan makanan kesukaan clara.


Begitu juga dengan axel.


Mereka pun kini makan siang bersama.


Di tempat lain derry sedang menjemput anak dan istrinya di bandara, dia sangat bahagiah sekali.


kini derry pun bertemu dengan mereka.


Derry pun mengeratkan pelukannya.


Derry membawa mereka ke rumah baru.


"ini semua berkat ibu adel kita bisa berkumpul." ucap derry.


"der, apa boleh aku bertemu ibu adel untuk mengucapkan terimakasih. Ini saya bawa oleh oleh sekalian buat mereka." ucap agnes istri derry.


"baiklah, malam ini kita ke vila tempat mereka." ucap derry.


....


Kembali ke davina dan bryan.


Kini davina dan bryan sibuk dengan pekerjaan mereka.


Sebenarnya bryan sudah menyuruh davina buat istirahat, akan tetapi davina tetap ingin membantu bryan.


"sayang, kamu istirahat saja, ini biar aku saja yang urus." ucap bryan.

__ADS_1


"aku bosan jika tidak ngapa ngapain bry." ucap davina.


"awww" ringis davina ketika perutnya benar benar keram.


"sayang kamu kenapa." tanya bryan.


"perutku keram bry." ucap davina dengan wajah pucat.


"kita kerumah sakit sekarang." ucap bryan.


Bryan pun menggendong davina masuk ke dalam mobil.


Semua karyawan pun melihat itu dan berbisik bisik.


Sampai di rumah sakit, davina segera di periksa.


"bagai mana dokter istri saya." ucap bryan.


"istri bapak hanya kelelahan saja, sehingga membuat perutnya terasa keram. Kandungannya juga tidak ada masalah. Tapi saya sarankan istri bapak di rawat saja untuk beberapa hari agar bisa istirahat dan kami pantau." ucap dokter itu.


"baiklah dok, kalau begitu mana yang terbaik saja." ucap bryan.


Suster pun langsung menyiapkan ruangan vvip itu.


Davina pun di pindahkan keruang perawatan.


"sayang, kamu istirahat ya, jangan banyak gerak." ucap bryan.


Davina pun menurut, sebab ia juga merasa sangat lemas.


Bryan pun mengirimi adel pesan.


Bryan :


" siang tante adel, saya mau ijin hari ini, dan tidak masuk beberapa hari."


Adel yang baru selesai makan siang pun membaca pesan itu dan membalasnya.


Tante Adel :

__ADS_1


"siang juga bryan, apa ada sesuatu."


Bryan :


"davina di rawat di rumah sakit tante, bryan menjaganya."


Tante Adel :


"looh bryan, davina kenapa."


Bryan :


"davina mengalami keram perut tante, dokter bilang gak apa apa sih, tapi karena kondosinya lemas, jadi di sarankan untuk di rawat beberapa hari tante."


Tante Adel :


"baiklah bryan, cepat sembuh buat davina, salam ya dengan davina."


Bryan :


"iya tante, terimakasih banyak."


Axel pun penasaran melihat mamanya membalas pesan dengan serius.


"siapa ma." tanya axel.


"bryan xel." dia meminta ijin beberapa hari." ucap mama adel.


clara pun langsung bertanya.


"ada apa ma ." tanya clara.


"ini, davina di rawat." ucap mama adel.


Clara pun termenung dan bertanya tanya, kenapa davina bisa di rawat, apa terjadi sesuatu.


"cla, davina gak apa apa, dia hanya kelelahan, sehingga membuat perutnya jadi keram." ucap mama adel yang mengerti dengan ekspresi wajah clara.


Clara pun bernapas lega.

__ADS_1


....


__ADS_2