
Di dalam kamar, davina bingung dengan sikap bryan pagi ini.
sementara pesawat yang di tumpangi axel dan clara pun sudah tiba di bandara.
Sopir hotel pun sudah menunggu.
Tidak lama sopir itu pun bertemu dengan bos nya.
"selamat datang tuan axel, dan non clara." ucap sopir itu.
Axel dan clara tersenyum.
"pak, jika di hotel nanti, anggap saja saya tamu biasa ya pak. Saya tidak ada mau orang tau, jika hotel itu juga punya keluarga saya." ucap axel.
"baik tuan axel." mari saya antar ke hotel." ucap sopir itu dengan sopan.
Axel dan clara pun menuju hotel.
20 menit lamanya, akhirnya mereka sampai di hotel.
Axel dan clara masuk menggunakan lift khusus agar tidak ada yang tau mereka datang.
Sampai di kamar hotel, axel pun merebahkan tubuhnya di sofa.
Sedangkan clara langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih.
Tiba tiba clara merasakan mual,
"uweeek . .. Uweeekk . .
Axel yang mendengar itu segera bangkit dan menuju kamar mandi.
Axel pun langsung menerobos masuk.
Clara hanya menggunakan handuk saja.
"sayang, kamu kenapa." ucap axel.
"aku merasa mual xel, " ucap clara.
Setelah tidak merasakan mual lagi, axel memapah clara menuju tempat tidur.
Axel pun memberikan air minum hangat kepada clara.
clar apun meminumnya.
setelah itu, axel mengambilkan pakaian clara di kopernya.
__ADS_1
"sayang, kamu pakai baju dulu, biar aku bantu." ucap axel.
Clara pun menurut, sebab ia sangat merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
"sekarang kamu istirahat dulu ya." ucap axel.
"tapi xel, ini masih pagi." ucap clara.
"gak apa apa cla, kamu istirahat dulu, aku mau pesan makanan sebentar. Kamu mau makan apa sayang." ucap axel.
"aku mau ayam goreng dengan bumbu barbeqiu." ucap clara.
"oke tuan putri, sebentar aku pesan dulu." ucap axel.
Clara mengangguk.
Sementara di kamar bryan dan davina.
Bryan baru saja selesai mandi. Rupanya davina sudah menyiapkan makanan.
"sayang, kamu masak." tanya bryan.
"gak bry, aku pesan di restoran bawah tadi." ucap davina.
"makan dulu ya bryan, " ucap davina.
Mereka pun makan bersama.
Tapi bryan melihat davina dengan aneh.
"sayang, apa ada yang kamu pikirkan." ucap bryan.
Davina pun menatap bryan.
"apa kamu ingin memiliki anak secepatnya bry." ucap davina memberanikan diri untuk bertanya.
"aku tidak akan memaksa kamu sayang, aku akan sabar menunggu sampai kamu siap." ucap bryan menenangkan davina.
"maaf, ini sudah hari ke 3 kita disini, akan tetapi aku belum memberikannya kepada kamu." ucap davina merasa sedih.
"sudah , jangan di pikirkan. Gak apa apa kok, di sini atau di rumah sama saja. Aku akan menunggu kamu siap." ucap bryan.
Bryan pun memeluk davina.
Tiba tiba davina bersuara.
"a . Aa . .aakuu siap bry." ucap davina.
__ADS_1
Bryan terdiam dan melihat ke arah mata davina untuk meyakinkannya.
"apa kamu benar benar siap melayani ku." ucap bryan lagi.
Davina pun mengangguk.
bryan tersenyum puas.
"baiklah kalau kamu siap, aku akan memintanya nanti malam. Bukan sekarang." ucap bryan.
Davina mengangguk dan memeluk bryan dengan erat.
Bryan pun tersenyum bahagiah.
Sementara di kamar axel, makanan yang di pesan pun datang, pelayan yang mengenali axel pun terkejut melihat axel,
"terimakasih," ucap axel.
"sama sama tuan axel." ucap pelayan itu dengan gugup.
"tolong jangan heboh ya, saya ingin menikmati waktu saya bersama istri saya tanpa di ganggu," ucap axel.
Pelayan itu pun paham maksud axel dan mengangguk.
"baik tuan axel, kalau begitu saya permisi." ucap pelayan itu.
Axel pun mengangguk dan mengunci pintu kamarnya.
Axel dan clara pun makan.
Selesai makan, axel dan clara akan beristirahat seharian ini,
Mereka pun tidur dengan saling memeluk.
Sementara bryan mengajak davina untuk jalan jalan.
Bryan dan davina melihat ke arah kamar yang sangat mewah.
"siapa sebenarnya penghuni kamar itu sayang." ucap bryan masih penasaran.
"mungkin yang punya hotel ini sudah datang." ucap davina.
Bryan dan davina hari ini akan berjalan jalan menyusuri kota paris.
Kini mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
ya, mereka belum mengetahui jika penghuni kamar hotel itu adalah axel dan clara.
__ADS_1
Axel dan clara sengaja tidak memberi tau davina dan bryan tentang kedatangannya.
...