
Keesokan paginya pukul 6 pagi, clara tiba tiba merasakan mual lagi. Ia segera berlari ke kamar mandi.
Axel pun mendengar clara muntah muntah.
"uuweekk . . . .uweeekk .. "
Axel segera bangun dan berlari mengejar clara ke kamar mandi .
Cla, kamu kenapa." ucap axel.
Clara pun masih dengan berkali kali memuntahkan isi perutnya, tetapi tidak keluar.
"aku sangat lemas xel. Kepala ku juga pusing." ucap clara.
Ketika clara berdiri, tiba tiba pandangannya menjadi gelap.
Clara pun pingsan. Axel dengan sigapnya menangkap clara.
Axel menggendong clara ke atas tempat tidur.
Axel yang panik pun langsung memanggil mamanya.
Adel pun segera masuk ke kamar axel.
Ia melihat clara belum sadar.
"xel, coba kamu telpon siska xel." ucap mama adel.
Axel pun dengan segera menelpon siska.
Tidak lama dokter siska pun datang, dan memeriksa clara.
Siska pun tersenyum.
"bagai mana sis dengan clara." tanya mama adel.
"clara tidak apa apa, ada kemungkinan ini efek dari kehamilannya,." ucap siska.
"apa sis, clara hamil." tanya axel terkejut.
"iya xel, istri kamu hamil. Selamat ya xel ,tante. Apa kamu tidak mengetahuinya ." ucap siska.
Axel menggeleng.
Mendengar itu, mama adel sangat bahagiah.
Axel pun menatap clara yang belum sadar.
"ternyata kamu beneran hamil cla. Aku akan menjadi orang tua." batin axel sambil tersenyum.
"terimakasih ya siska," ucap mama adel.
"sama sama tante." jika nanti clara sudah sadar, berikan dia obat ini. dan periksalah kandungannya kerumah sakit untuk mengetahui usia kandungannya." ucap siska.
Mereka pun mengangguk.
Siska pun segera pergi, karena ada pasien yang menunggunya.
"xel, mama akan dapat cucu." ucap mama adel bahagiah.
"kamu kenapa diam saja." ucap mama adel lagi.
"gak kenapa kenapa kok ma. Axel bahagiah akan menjadi seorang ayah." ucap axel.
Setelah 15 menit lamanya clara pingsan. clara pun sadar. Ia membuka matanya perlahan.
"ma." axel." ucap clara dengan nada lemasnya.
"sayang, kamu harus banyak banyak istirahat ya. Di dalam sana ada calon anak kamu." ucap mama adel sambil mengelus perut clara yang masih rata.
Clara tersenyum.
clara pun mengelus perutnya juga.
__ADS_1
"kamu ingin makan cla.." tanya mama adel.
Clara menggeleng.
Clara pun merasakan mual lagi.
"kenapa cla," ucap mama adel.
"cla mual ma." ucap clara.
Axel pun mendekat ke arah clara.
"cla." ucap axel.
Clara pun menoleh kepada axel.
axel tiba tiba mengelus perut rata clara.
"anak papa, jangan buat mama merasa mual ya. kasihan mama nantinya." ucap axel seolah olah di dengar oleh anaknya.
Dengan kata kata ajaibnya, clara yang tadinya merasa mual pun kini tidak di rasakan lagi.
"sepertinya dia mendengarkan kamu xel." ucap clara.
Mama adel tersenyum bahagiah.
"kalau begitu mama keluar dulu ya xel. Cla." kalian istirahatlah." ucap mama adel.
"apa kamu mengetahui kalau kamu hamil." ucap axel.
Clara menggeleng.
Tiba tiba clara meneteskan air mata.
"kenapa kamu menangis cla." tanya axel.
Clara bingung. Apa axel benar benar menerima anak ini. Pikir clara.
"apa kamu akan menerima anak ini xel." ucap clara tiba tiba.
Axel menghapus air mata clara.dan axel memeluk clara, agar clara tenang dan tidak banyak pikiran.
"dan aku akan jujur sama kamu." ucap axel dengan lembut.
clara melepas pelukan itu.
"sebenarnya aku menyuruh kamu berhenti bekerja, karena irish ada di sini. Dan aldo pun mengincar kamu. Aku tidak ingin terjadi apa apa dengan kamu cla." ucap axel dengan serius.
clara pun tambah meneteskan air mata bahagiahnya.
Ia sudah salah sangka terhadap axel yang menyuruhnya berhenti bekerja.
"maaf." hanya itu yang bisa di ucapkan oleh clara saat ini.
"sudah, jangan menangis lagi, kasihan anak kita. Besok kita cek kandungan kamu ya kerumah sakit." ajak axel sambil menghapus air mata clara.
Clara pun mengangguk.
Clara pun kembali memeluk axel.
"kamu mau makan apa cla, " tanya axel.
"aku tidak ingin apa apa xel, aku cuma ingin seharian ini bersama kamu." ucap clara.
"baiklah, hari ini aku tidak akan ke kantor. Aku akan menemani mu" ucap axel.
"janji." ucap clara menjulurkan jari kelingkingnya.
"iya aku janji." ucap axel.
Clara pun tersenyum bahagiah.
"Kamu makan dulu ya cla. Habis itu makan obat." ucap axel kembali.
__ADS_1
baru axel ingin berdiri mengambilkan makan untuk clara, tiba tiba mama adel membawakan makanan dan buah buahan yang sudah di kupas untuk clara.
"ini mama bawakan makanan cla." ucap mama adel.
"baru aja axel ingin mengambilkannya ma.." ucap axel.
Mama adel tersenyum.
"wah..wahh. . .calon ayah perhatian sekali ini mama lihat." ucap mama adel sekalian menyindir anaknya itu.
"kalau begitu, axel keruang kerja sebentar ya ma, axel akan memberi tahu bryan, kalau axel tidak masuk hari ini." ucap axel.
"iya xel, nanti bilang saja sama bryan, jika ada yang mendesak suruh langsung antarkan kesini saja." ucap mama adel.
"iya ma." jawab axel.
sementara clara makan di tunggui oleh mama adel.
Didalam ruang kerja axel, axel menelpon bryan.
"bryan, aku hari ini tidak masuk kantor."
"loooh kenapa xel..?"
"clara sakit bry, dia hamil."
"wah wah . .top cer juga elo xel, secepat itu clara sudah hamil."
"sudah. Jangan bahas yang lain, jika ada perlu yang mendesak datang saja ke rumah, kasih tau davina juga."
"siap pak bos."
axel pun mematikan Sambungan telponnya.
sementara di kantor, bryan mencari davina.
"ternyata kamu di sini sayang, aku cariin dari tadi." ucap bryan.
"ada apa bry." ucap davina.
"clara hamil," bisik bryan kepada davina.
"haah, clara hamil. Akhirnya ya bry.." ucap davina.
"pernikahan kita di percepat yuuk vin." ucap bryan.
"looh kenapa, kan tinggal 1 bulan lagi." jawab davina.
"aku juga tidak sabar ingin melihat mu hamil juga." ucap bryan tanpa dosa.
"apaan sih bry, pagi pagi sudah ngomong begitu." ucap davina kesal.
Davina pun pergi meninggalkan bryan. Davina menuju ruangannya.
Bryan pun menyusul davina.
"jangan marah doong sayang, nanti cantiknya hilang,, aku kan bercanda." ucap bryan.
"bercandaan kamu itu aneh aneh tau gak bry." ucap davina.
"iya . .iya . .maaf." ucap bryan
"ya sudah, sana kamu pergi keruangan mu lagi. Kerja sana. Jangan kesini manjang," ucap davina.
"iya, nanti kita lihat clara ya ke rumahnya sepulang kerja." ucap bryan.
"beneran." tanya davina.
bryan mengangguk dan segera pergi ke ruangannya.
Davina pun mengambil ponselnya.
Ia ingin mengirimkan pesan kepada clara.
__ADS_1
Davina merasa sangat senang, akhirnya clara hamil juga.
....