Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 116


__ADS_3

30 menit lamanya, bryan dan davina sudah sampai di apartemen.


Lain dengan axel, clara dan mama adel.


Setelah makan siang tadi,


Mereka menuju mall untuk membeli peralatan dan pakaian bayi.


clara pun sangat bahagiah.


selesai belanja, mereka pun segera pulang.


Sampai di rumah, mereka istirahat sejenak.


Di dalam apartemen bryan, davina sedang memakan siomay tadi.


sebenarnya davina ingin menanyakan siapa sindi, kenapa kenal dengan bryan. Tapi di urungkannya,.


Davina berharap bryan yang akan memberi taunya.


"aku sudah kenyang." ucap davina.


"tapi ini belum habis sayang, masih banyak." ucap bryan.


Davina pun merasa mual kembali.


Davina berlari ke kamar mandi.


"uweeek . . .uweeek . .


Bryan pun membantu davina.


ketika davina ingin berdiri, ia merasa lemas.


Bryan menggendongnya kedalam kamar,


"istirahat lah sayang, " ucap bryan.


Davina mengangguk.


Bryan pun mencium kening davina dan mengelus perut davina.


Bryan pun pergi kedapur untuk mengambil air minum.


Baru ingin memejamkan matanya, davina kembali merasa mual.


Dengan sisa tenaganya davina berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Sampai di kamar mandi, davina pun menyender dan pegangan pada meja wastafel.


"uweeek . . .uweeeeek . ."


Bryan yang baru ke kamar pun mencari keberadaan davina.


Bryan mendengar suara di kamar mandi, dan menuju kesana.


"sayang." ucap bryan lalu memegangi tubuh davina agar tidak jatuh.


"uweek . . .uweeeekk . ."


"bryan, kepalaku pusing." ucap davina.


Bryan pun menggendong kembali davina ke atas tempat tidur.


Bryan pun memberikan obat penghilang mual yang di beri oleh sindi.


"ini minum dulu." ucap bryan sambil memberikan obat dan air minum.


Davina pun meminumnya.


"sekarang istirahatlah sayang. Aku akan menjaga kamu." ucap bryan.


Davina pun memejamkan matanya, bryan membenarkan selimutnya.


Dengan setia nya bryan duduk di samping davina.


Bryan mengelus perut davina.


"sayang, jangan nakal ya, lihat mama sampai lemas gitu." ucap bryan dan mencium perut rata davina.


axel dan clara pun baru bangun dari tidur siangnya., lalu axel mengambil ponselnya ia ingin mengecek email.


tidak lama bryan menelpon axel.


axel yang kebetulan memegang ponselpun segera mengangkatnya.


"hallo xel,"


"iya ada apa bryan."


"sepertinya aku akan ijin untuk beberapa hari ini." davina hamil xel."


"baiklah, aku kasih kamu waktu 2 hari,"


"oke xel, terimakasih atas pengertiannya."

__ADS_1


"ya sama sama, btw, selamat ya atas kehamilan davina."


"iya xel terimakasih."


Axel pun bukan membalasnya, tapi malah di matikannya sambungan telponnya.


"untung aja elo teman gue." batin bryan.


"siapa sayang." ucap clara.


"bryan, dia meminta ijin tidak masul kantor, aku beri dia waktu 2 hari." ucap axel.


"apa davina sakit." tanya clara.


"davina hamil cla." ucap axel.


"dugaanku benar." ucap clara.


Axel pun mendekat kepada clara, ia mengelus perut buncit clara.


"xel, jam brapa sekarang." tanya clara.


"sudah jam 5 sore sayang." ucap axel.


"aku mau mandi dulu xel." ucap clara.


Axel mengangguk.


Clara pun mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi.


15 menit lamanya, clara sudah selesai mandi, ia keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.


axel pun hanya melirik lirik.


"sayang, aku mandi dulu ya, nanti tolong siapkan pakaian ku." ucap axel.


"iya xel." ucap clara sambil berjalan ke arah ruang ganti.


Axel pun masuk kedalam kamar mandi,


selesai berpakaian, clara menyiapkan pakaian untuk axel.


Clara meletakkannya di atas kasur,


Sambil menunggu axel, clara pun bermain ponsel.


....

__ADS_1


__ADS_2