
Tibalah jam makan malam, kini axel dan clara yang menunggu mama adel di ruang makan.
Mama adel terlambat 10 menit , ia sangat lelah hari ini.
"ma, mama kenapa." tanya clara.
Clara menyadari jika mama adel sangat lelah.
"gak apa apa sayang, hanya lelah saja." ucap adel.
"ma, maaf ya, gara gara axel mama jadi gantiin axel hari ini." ucap axel.
"gak apa apa xel. Kita makan saja ya." ucap mama adel.
mereka pun makan malam dengan nikmatnya.
selesai makan malam, adel pun berpamitan untuk kekamar.
"mama ke kamar dulu ya." ucap adel tiba tiba.
"ma, " ucap clara.
adel yang sudah ingin berjalan pun seketika memberhentikan langkahnya.
"iya cla." ucap adel sedikit lemas.
Clara pun sedikit berlari menuju mama adel dan memeluknya.
"kamu kenapa sayang." ucap adel.
"gak apa apa ma, cla ingin memeluk mama." ucap clara dengan nada manjanya.
Adel pun paham maksud clara.
Clara ingin adel temani, tapi adel sangat lelah.
"maaf ya sayang, mama gak bisa temani kamu hari ini." ucap adel.
"iya ma, gak apa apa." ucap clara sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Adel pun mencium kening dan perut clara.
"tidurnya jangan terlalu malam ya cla." mama duluan." ucap adel.
"iya ma." ucap clara.
Akhirnya clara pun mengajak axel ke kamarnya,
"xel, kamu harus istirahat juga ya." kamu baru sembuh." ucap clara.
Axel pun menurut apa kata clara.
Jam sudah memunjukkan pukul 8 malam lewat, setelah minum obat, axel pun tidur.
Kini hanya clara yang masih belum tidur.
Ia mengambil ponselnya axel, dengan ide jailnya, clara menelpon davina pakai ponsel axel.
Ia sangat merindukan sahabatnya itu.
Sambungan telpon pun terangkat.
"hahahahahah," clara tertawa.
"eeeehh dasar adek terjail." kirain axel." ucap davina.
"maaf vina, aku belum bisa tidur, axel tidur duluan." ucap clara.
"tumben tu orang tidur jam segini." ucap davina.
"axel lagi sakit." ucap clara.
"eeeh kamu apa kabar cla, sampe lupa nanyain kabar kamu." ucap davina.
Seketika clara mengubah menjadi panggilan vidio call.
"aku sehat kok, eeeh kamu tambah cantik aja vina setelah lama gak ketemu." ucap clara.
"kamu juga makin cantik cla, kapan kamu lahirannya." tanya davina.
__ADS_1
"kata dokter sih gak lama lagi, bulan depan pertengahan, tapi bisa jadi awal." ucap clara.
"waaah, gak sabar lihat ponakan ni." ucap davina.
"aku juga gak sabar lihat ponakan ku lahir." balas clara.
Axel pun terbatuk.
Clara melirik ke arah axel dan mengelus pucuk kepala axel.
"kenapa cla." tanya davina
"gak apa apa vina, ya sudah dulu ya, aku mau ambil air hangat buat minum axel." ucap clara.
"oke cla, sehat sehat ya." ucap davina.
"siap kakak, bye bye . ." ucap clara.
Sambungan telpon pun di matikan clara.
Ketika clara sampai di luar pintu kamar, bik ina pun lewat ingin ke dapur,
"non, mau kemana." tanya bik ina.
"eeeh bibik, ini cla ingin ambil air hangat buat minum axel." ucap clara.
" biar bibik saja non yang ambilin, bibik sekalian mau ke dapur juga." ucap bik ina.
"iya bik, cla tunggu di sini ya bik." ucap clara.
" iya non." ucap bibik dan pergi ke dapur.
tidak lama bik ina pun datang dengan satu gelas air hangat.
"ini non." ucap bibik.
"terimakasih ya bik." ucap clara sambil mengambilnya.
Clara pun masuk ke dalam kamar,
__ADS_1
...