Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 30


__ADS_3

Hari sudah semakin siang, mama adel yang menemani clara mendapat notifikasi ponselnya, ternyata davina mengirimi pesan.


Davina :


"selamat siang bu, maaf mengganggu ibu, ada client dari kota Y ingin bertemu dengan ibu hari ini habis jam makan siang bu, soalnya beliau sudah kembali lagi ke kotanya pada pukul 4 sore nanti."


Bu adel :


"siang juga davina, nanti akan saya temui, nanti kamu kirim saja alamatnya."


Davina :


"baik bu, nanti akan saya kirimkan alamatnya."


Clara hanya melihat adel sedang membalas pesan.


"sayang, nanti mama akan pergi keluar sebentar, ada client yang ingin bertemu. Kamu tidak apa-apakan di temani oleh suami mu." ucap mama adel.


"iya ma, clara juga sudah tidak apa-apa." ucap clara.


"xel, kamu jangan pergi jauh-jauh dari istrimu ya, takutnya nanti dia membutuhkan sesuatu. Kalian berdua jangan lupa untuk makan siang, mama tidak bisa menemani kalian hari ini." ucap mama adel.


"iya ma, " ucap axel singkat.


Adel pun segera keluar untuk bersiap-siap,


Adel memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di lokasi yang dikirimi oleh davina, sebuah restoran khas indonesia.


adel pun segera berangkat, ia diantar oleh pak ramli.


Jam sudah menunjukkan jam makan siang.


"permisi non, tuan, makan siangnya sudah siap." ucap bik ina.


"baik bik, terimakasih." ucap axel dan clara serentak.


Bik ina pun tersenyum dan pamit keluar.


"kamu tunggu disini saja, saya akan mengambilkan makan siang kita sebentar." ucap axel sambil berdiri.


"xel, terimakasih ya." ucp clara dengan senyum tulusnya.


axel pura-pura tidak mendengar clara dan berjalan keluar kamar.


"sama-sama cla," batin axel.


Clara yang masih diam-diam menciantai suaminya itu, hanya tersenyum dengan tulus, walaupun terasa sakit di hatinya dengan perlakuan axel.


Akan tetapi, ia selalu menepis rasa sakit itu, dan di hadirkannya cinta yang tulus, hingga tidak ada terasa rasa sakit itu. Ia selalu sabar menghadapi axel.


Axel pun kembali dengan 2 piring nasi di tangannya.


Ia meletakkannya di atas meja samping tempat tidur, lalu axel memberikan 1 piring untuk clara.


"ayo kamu makan, biar nanti bisa minum obat. Besok kita periksa kaki kamu ke rumah sakit."ucap axel.


"iya, terimakasih xel." ucap clara.


Lagi-lagi axel tidak menjawab.


Axel pun makan duluan, ia melihat clara sepertinya kesusahan buat makan tangannya.


Axel tidak tega,


axel mengambil piring yang di pegang clara.


clara pun terkejut.


"sini aku suapin. Kalau gak bisa makan sendiri ngomong." ucap axel.


clara hanya diam saja.


"aaaaaaaaakkk" ucap axel.


Clara pun membuka mulutnya.


"semoga kamu bisa berubah ya xel, menjadi seorang suami yang penyayang dan menciantai aku, seperti aku mencintai kamu." batin clara.


"xel, kamu juga makan, jangan hanya nyuapin aku saja." ucap clara.


"hmm ." ucap axel.

__ADS_1


Axel pun menyuapi clara hanya beberapa sendok saja. Clara tidak habis, mulutnya terasa pahit.


Ketika axel akan menyuapinya lagi, clara menggeleng.


"xel, aku sudah kenyang, mulutku juga terasa pahit." ucap clara dengan nada pelan.


"minum obatnya dulu. Habis itu istirahat." ucap axel sambil mengambil obatnya clara.


Clara pun menerima obat itu, dan langsung meminumnya.


Axel pun melanjutkan makannya.


"sekarang kamu istirahat, kalau butuh apa-apa panggil saja aku di sofa, aku juga habis ini mau istirahat sebentar." ucap axel.


"xel,..." ucap clara terjeda sebentar.


"ka . .kamu istirahat di sini saja. Aa..aaku tidak akan mengganggu kamu." ucap clara menepuk samping tempat tidurnya yang kosong.


axel tidak menjawab, akan tetapi selesai makan, ia berjalan kesebelah tempat tidur clara yang kosong.


Axel lalu merebahkan badannya yang lelah itu, tidak lama axel pun tertidur.


Clara yang masih dalam ke adaan duduk, kini ia membaringkan tubuhnya, clara sudah merasa ngantuk akibat efek obat yang di minumnya tadi.


Tidak terasa sudah jam 5 sore, tetapi sepasang suami istri itu belum juga bangun.


Adel yang baru sampai rumah pun segera masuk kedalam kamarnya, ia langsung mandi.


Selesai mandi, adel bingun kenapa rumah masih sepi semenjak ia masuk tadi.


Adel langsung menuju kamar clara.


pintu kamarnya pun tidak di kunci, dan masih terbuka sedikit.


Adel pun langsung masuk, ia melihat anak dan menantunya itu masih tertidur pulas.


Adel tersenyum, melihat axel mau tidur di samping clara.


karena adel tau, mereka tidak tidur bersama,


waktu itu adel tidak sengaja masuk ke kamar mereka, dan melihat masih ada bantal dan selimut di atas sofa.


Adel tidak tega membangunkan keduanya.


"bik, nanti masak jangan terlalu pedas ya bik, clara masih dalam penyembuhan." ucap adel.


Bik ina dan bik sarah mengangguk.


" bik, apa tadi clara dan axel makan siang." tanya adel.


"tadi bibik lihat tuan axel mengambil 2 piring makanan dan di bawak ke kamar bu." ucap bik sarah.


"syukurlah axel memperlakukan clara dengan baik." batin adel.


adel pun melangkah pergi ke ruang tv.


Axel yang bangun terlebih dahulu seketika memandangi wajah clara yang sedang tidur dengan pulas.


Setelah itu axel langsung masuk kedalam kamar mandi, ia mandi terlebih dahulu.


Axel yang sudah segar dan berpakaian santai keluar dari kamar mandi,


Axel melihat clara sudah terbangun.


"xel, aku mau mandi." ucap clara.


"kamu tidak ingat apa pesan dokter siska, kalau luka kamu tidak bileh terkena air dulu." ucap axel.


"tapi xel....aku gerah xel..." ucap clara memohon.


"tunggu sebentar." ucap axel lalu keluar dari dalam kamar.


Axel mencari mamanya.


"tuan mencari ibu." ucap bik ina.


"iya bik, apa bibik melihat mama." ucap axel.


"tadi bibik lihat ibu lagi menonton tv tuan." ucao bik ina.


"terimakasih bik." ucap axel

__ADS_1


Axel berjalan ke ruang tv, ia melihat mamanya, dan menyamperinya.


"ma, clara ingin mandi, tapi siska bilang lukanya tidak boleh terkena air."


"yasudah xel, kalau begitu kamu lap saja tubuh clara pakai air hangat saja." ucap mama adel.


Axel pun mengkerutkan dahinya.


"ma, yang benar saja axel yang mengelapnya." ucap axel protes.


"apa kamu mau yang ngelakuin itu pak agus atau pak ramli." ucap adel tak mau kalah.


Axel pun berfikir.


"mama ini, aneh-aneh saja, masak pak ramli apa pak agus melihat tubuh clara, aku saja tidak pernah melihatnya." batin axel tidak rela.


"jadi bagaimana xel, kamu tinggal pilih, mama tidak mungkin, karna ada kamu suaminya." ucap mama adel.


Axel pun langsung pergi menuju kamarnya tanpa menjawab mamanya.


adel yang melihat itu pun tertawa.


Sampai di dalam kamar, axel mengunci pintu kamar itu.


axel langsung mengambil handuk kecil dan air di dalam baskom.


"ma . .mau apa ka..kamu xel." ucap clara terbata-bata.


"ya mau mengelap tubuhmu lah. Tadi kamu bilang gerah." ucap axel dengan ketus.


Clara pun terkejut.


"buka baju kamu cla." ucap axel tiba-tiba.


Clara menggeleng.


"ayo cla, hari sudah mau malam ini, kamu belum boleh mandi." ucap axel.


clara masih menggeleng.


Axel pun meraih baju clara, dan membuka kancing bajunya, clara menahannya.


"aku ini suami kamu cla." ucap axel tiba-tiba.


clara pun terdiam.


Mau tidak mau clara membiarkan axel membukanya.


clara menunduk malu.


"kamu jangan berfikiran aneh-aneh, aku hanya membantu kamu." ucap axel.


Baju clara pun terlepas, dan hanya menyisakan kacamata kainnya yang menutupi benda kenyalnya.


Axel dengan telaten pun mengelap tubuh clara dengan hati-hati agar tidak terkena lukanya.


sedangkan kakinya di lap axel hanya sebatas lutut clara saja.


Selesai mengelap tubuh clara, axel membawakan pakaian ganti, tidak lupq dengan **********.


Clara yang melihat itu makin merasa malu, karena baru pertamakalinya ia melihat seseorang memegang pakaian dalamnya.


"ayo ganti." ucap axel.


"tapi xel . . ." ucap clara dengan malu.


"aku tidak akan melihatnya. Aku akan dari belakang." ucap axel.


Axel pun segera membuka pengait kacamata itu.


dan clara langsung melepaskannya dengan ragu.


Axel membantu clara memakainya dari blakang, dan axel mengaitkannya.


Setelah itu axel memakaikan baju piama tidur clara.


Axel bingung bagai mana mengganti celana clara.


"cla, aku gendong saja ke kamar mandi ya, kamu bisakan memakainya sendiri." ucap axel.


clara hanya mengangguk.

__ADS_1


.....


__ADS_2