
Di dalam perjalanan pulang kerumah, clara hanya diam saja, ia sudah tidak sabar untuk makan masakan bik ina.
Mama adel tadi sempat menelpon bik ina, dan menyuruhnya masak untuk clara,
Sampai di rumah. Clara dan mama adel jalan bersamaan.
"sayang, kamu ganti baju dulu ya, habis itu br makan." ucap mama adel.
"iya ma." ucap clara langsung menuju kamarnya.
Mama adel hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sementara axel baru saja masuk ke dalam rumah.
Ia pun langsung menuju kamar.
Ketika axel membuka pintu kamar, ia melihat clara hanya menggunakan dalaman saja.
"sayang, kenapa pintunya tidak di kunci kalau mengganti baju." tanya axel.
"aku lupa xel, lagian nanti kalau aku kunci kamu gimana masuknya." ucap clara.
Axel menggelengkan kepala, dan mendekat lalu memeluk clara.
ia mengelus perut clara.
Dan axel pun menciumin perut buncit clara.
"xel, sudah, geli xel." ucap clara.
"kamu sangat sexy begini cla." ucap axel.
clara hanya bisa menghela napasnya.
"sudah xel, lebih baik makan dulu, sudah itu istirahat, nanti malam kan kita akan berangkat." ucap clara.
"iya sayang, aku juga mau ganti baju dulu." ucap axel.
selesai mengganti baju, axel dan clara pun turun.
Mereka menuju ruang makan.
Dan ternyata mama adel sudah menunggu nya.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 1 siang.
Mereka bertiga pun segera makan.
Selesai makan siang, mereka mengobrol.
"ma, nanti malam mama ikut mengantar ke bandarakan ma." ucap axel.
__ADS_1
"iya xel, nanti mama ikut mengantar kamu." ucap mama adel.
"ma, axel ambil koper dulu ya ma, mau axel masukin ke mobil dulu, nanti tinggal berangkat saja." ucap axel.
"iya xel." ucap mama adel.
"aku bantu ya xel." ucap clara.
"kamu di sini saja cla, biar axel saja." ucap mama adel.
"bener kata mama sayang, kamu duduk saja di sini dengan mama." ucap axel tersenyum dan melangkah pergi.
Clara pun menurut.
Axel menurunkan kopernya satu persatu tanpa di bantu.
Sampai di depan pintu, baru lah axel memanggil pak ramli.
"pak ramli, pak." ucap axel.
Pak ramli yang mendengar namanya di panggil pun segera mendekat kearah sumber suara.
"iya tuan axel." ucap pak ramli.
"pak, tolong kopernya di masukkan ke dalam bagasi mobil ya pak. Pakai mobil mama saja pak biar lapang." ucap axel.
"baik tuan axel." ucap pak ramli.
"baik tuan." ucap pak ramli sopan.
Axel pun meninggalkan pak ramli dan menuju kamarnya kembali untuk mengambil koper tersebut.
Sementara pak ramli menunggu axel.
Kini semua koper yang akan di bawa pun sudah di masukkan kedalam mobil.
Axel pun ikut duduk bergabung dengan mamanya dan clara.
Sementara di paris.
Bryan dan davina baru saja terbangun dari tidurnya.
Ya anggap saja di paris menunjukkan pukul 7 pagi.
"sayang, kamu mandi duluan sana, nanti aku akan membawa kamu ke suatu tempat." ucap bryan.
Davina pun tersenyum dan mengangguk.
Tiba tiba davina mencium pipi bryan dan berlari ke kamar mandi.
Bryan pun terdiam dan terpaku, ia memegang pipi yang di cium oleh davina,
__ADS_1
Tidak hanya itu saja, bryan pun tersenyum lebar seperti habis memenangkan sebuah jackpot.
Sementara davina jantungnya tidak berhenti berdetak, ia pun menggelengkan kepalanya,
"aduuh, apa yang sudah aku lakukan tadi, buat malu saja." ucap davina di dalam kamar mandi.
Davina yang tidak mau banyak pikiran, akhirnya ia memutuskan untuk berendam.
Bryan masih setia memunggu davina.
Ia melihat sudah 20 menit lamanya, davina tidak keluar keluar.
Akhirnya bryan memutuskan untuk mengetok pintu kamar mandi.
"sayang, " ucap bryan sambil mengetok pintu kamar mandi.
Davina yang merasa di panggil pun menyaut.
"iya bryan, sebentar." ucap davina.
Davina mengambil handuk, dan ia membuka pintu kamar mandi.
Bryan pun terkejut dengan penampilan davina.
"qpa kamu bermaksud menggoda ku di pagi hari." ucap bryan.
"maaf bry, aku lupa membawa pakaian ku." ucap davina sambil menunduk malu.
"ya sudah kamu pakai baju dulu, aku mau mandi." ucap bryan.
Akhirnya davina pun keluar dari kamar mandi, dan bryan langsung masuk kamar mandi.
Davina pun mengganti pakaian setelah bryan menutup pintu kamar mandi.
setelah rapi, davina tidak lupa menyiapkan pakaian bryan.
Selesai mandi, bryan hanya menggunakan handuk saja.
"bryan." teriak davina sambil menutup mata.
"apa sayang, kamu kenapa." tanya bryan pura pura tidak tau.
"cepat pakai pakaian kamu," ucap davina.
"iya sayang ku." ucap bryan mengambil pakaiannya dan menuju kamar mandi kembali.
Selesai semuanya, bryan pun sudah rapih,
Mereka sarapan bersama di luar hotel.
.....
__ADS_1