
"xel, sepertinya anak kamu sangat manja." ucap mama adel.
"iya ma, manja seperti mamanya." ucap axel sambil tertawa.
Clara pun memukul pundak axel.
"apaan sih xel." ucap clara.
Mama adel tertawa bahagiah melihat keduanya.
Tidak terasa mereka mengobrol, kini Jam makan malam pun tiba karena sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Mereka pun pergi ke ruang makan.
"cla, kamu ingin makan apa." tanya mama adel.
"ini saja ma, cla lagi gak ingin apa apa." ucap clara.
Clara pun mengambilkan axel makan malamnya.
malam ini clara tidak berselera makan, clara hanya memakan beberapa suap saja.
"kamu kenapa makannya dikit cla." tanya axel yang melihat clara.
"aku lagi gak selera makan xel." ucap clara.
"cla, kamu paksain coba, kasihan kandungan kamu." ucap mama adel.
ketika clara memaksakan, clara malah merasakan mual.
"uweeek.."
Clara pun berlari ke kamar mandi.
Mama adel dan axel menyudahi makan malamnya, dan mengikuti clara.
"uweeek . ..uweeek . "
Axel masih setia memijat tengkuk leher clara.
Sedangkan mama adel mengambil air minum hangat.
"minum dulu cla." ucap mama adel.
"iya ma, terimakasih." ucap clara.
"kapan kalian pergi cek kandungan lagi." tanya mama adel.
"besok ma, besok kami pergi jam 9 pagi." ucap axel.
"maaf yaxel, cla, mama gak bisa nganter kalian besok. Mama ada meeting besok." ucap mama adel.
"iya ma, gak apa apa kok ma." ucap clara.
"sayang, kamu istirahat saja di kamar ya." ucap axel.
Clara melihat ke arah mama adel.
mama adel pun mengangguk dan tersenyum.
"ma, cla ke kamar dulu ya ma." ucap clara.
"iya sayang, kamu istirahat yang banyak ya, jangan capek capek." ucap mama adel.
clara pun berjalan ke arah kamarnya di atas ,
Ia di gandeng oleh axel.
"sayang, kamu istirahat ya." aku mau lihat email sebentar." ucap axel
"iya xel, jangan lama lama ya." ucap clara.
"iya sayang," ucap axel.
Axel pun pergi duduk di sofa sambil menyalakan laptopnya.
Clara pun mengirimi davina pesan.
Clara :
" cepet nyusul ya 😅 biar sama sama punya bayi.😊"
ternyata di hotel, davina belum bangun,
Clara yang menunggu balasan dari davina pun akhirnya menonton drama korea di ponselnya.
Davina terbangun pukul 8 malam. Sementara bryan sedang menyajikan makan malamnya di kamar.
"kamu sudah bangun sayang." ucap bryan.
__ADS_1
"maaf, aku ketiduran." ucap davina.
"tunggu tunggu . .kenapa aku bisa di atas kasur." batin davina.
Davina pun mengecek pakaiannya.
"huuf," davina membuang napasnya.
Ia sangat lega, karena pakaiannya masih utuh.
"sini makan malam dulu." ucap bryan.
"hmm" ucap davina.
Davina pun menghampiri bryan.
"maaf bry, ini seharusnya aku yang menyiapkan." ucap davina.
"gak apa apa sayang, aku ingin memanjakanmu." ucap bryan.
Davina tersenyum bahagiah.
Davina pun mengambilkan bryan makanannya.
mereka makan malam hanya berdua.
Sebab para keluarga tadi mengajak makan malam bersama, tetapi davina masih tidur.
Akhirnya mereka memutuskan makan malam tanpa bryan dan davina.
kini davina dan bryan selesai makan malam.
Davina bari sadar sejak pagi tadi tidak memegang ponselnya.
"bry, apa kamu melihat ponselku." ucap davina.
"coba lihat di dalam laci meja samping tempat tidur sayang." ucap bryan yang sedang mencari laptopnya di dalam koper.
Davina membuka laci itu, dan benar saja ponselnya ada di laci.
Davina melihat ada pesan masuk dari clara.
Ia duduk di atas tempat tidur dan bersandar.
Davina membuka pesan itu.
Davina :
" jangan membuat aku malu cla." 🫣😊
Clara pun langsung membuka balasan pesan davina.
Clara :
" hehehe . . .jadi gimana malam ini."
Davina :
"malam ini tidur cla, capek."
Clara :
"yakiiiin.."ðŸ¤
Davina :
"kenapa jadi bahas beginian sih cla."
Clara :
"heheh . .ya sudah, aku istirahat dulu ya, aku lagi gak enak badan ini. Dari pulang tadi muntah terus."
Davina :
"ya ampun cla., kamu sakit rela datang ke pernikahan ku. Terimakasih ya sahabat terbaikku. Semoga cepet sembuh. 😘"
Clara pun tersenyum sendiri.
Axel melihatnya lalu mematikan laptopnya.
dan axel menuju clara.
"sayang, kenapa kamu senyum senyum." tanya axel.
"ini xel, aku mengirimi davina pesan." ucap clara
"sayang, jangan mengganggu mereka dulu." ucap axel.
"iya xel, ini udahan kok." ucap clara.
__ADS_1
"xel, tidur yuk. Tapi peluk." ucap clara.
Axel tersenyum dan mengangguk.
Axel pun berbaring dan menarik clara kedalam dekapannya.
Tidak lama mereka tertidur.
Sementara di kamar hotel, davina sudah mulai mengantuk.
Ia sangat lelah hari ini, bryan yang sudah mendapatkan laptopnya, meletakkannya di atas meja.
Bryan pun menuju tempat tidur.
"kamu mau ngapain bry," ucap davina yang belum terbiasa tidur berdua.
"ya mau tidurlah, memang mau ngapain lagi." apa kamu mau . . . ." ucap bryan terputus sambil menggoda davina.
"bryan, bisa hentikan tidak ucapan mesum kamu itu." ucap davina spontan.
"hey, kamu lupa sayang, kamu istriku, mqu aku mesum kek, mqu aku ngapa ngapain kamu kek, itu sudah menjadi hak ku." ucap bryan sambil menggoda.
Davina terdiam.
"sayang, aku bercanda." ucap bryan.
Davina pun langsung mengambil posisi tidur membelakangi bryan.
Bryan pun ikut berbaring dan menarik davina.
"bryan lepasin, mau apa kamu." ucap davina.
"aku hanya ingin tidur memeluk kamu sayang " ucap bryan.
Akhirnya setelah perdebatan yang gak penting, davina membiarkan bryan tidur memeluknya.
akan tetapi bryan tidak bisa tidur, ia memperhayikan wajah davina yang cantik ketika davina tanpa sadar membalikkan tubuhnya.
Davina pun tiba tiba memeluk bryan.
Bryan pun tersenyum senang.dan akhirnya bryan tertidur juga.
Keesokan paginya, bryan bangun terlebih dahulu, ia melihat davina masih memeluknya, bahkan wajahnya sangat dekat dengan bryan.
Bryan merasakan ada pergerakan dari davina,
bryan pun pura pura tidur.
Benar saja, davina terbangun.
Ia kaget dengan posisi ia sekarang yang lagi memeluk bryan, dan wajahnya sangat dekat dengan wajah bryan.
Bryan pun membuka matanya.
"apa aku terlalu ganteng, sehingga kamu menatap wajahku terus." ucap bryan.
Davina pun langsung ingin membalikkan tubuhnya.
Bryan dengan cekatan menahan davina.
"sayang, " ucap bryan.
Davina pun menatap bryan.
Tiba tiba bryan memberikan ciuman lembutnya.
"cup"
Bryan mencium bibir manis davina.
Davina yang tidak siap pun terdiam tanpa membalasnya.
Bryan yang merasa tidak ada balasanpun melepaskannya.
"morning kiss" ucap bryan.
Davina langsung mengalihkan pandangannya.
"sayang, aku ingin kamu setiap pagi mencium ku seperti aku mencium kamu tadi." ucap bryan.
Davina hanya mengangguk.
"sekarang kamu mandi dulu," nanti kita pergi sarapan sama sama dengan yang lain." ucap bryan.
Davina pun menurut. Ia segera pergi ke kamar mandi.
Sambil menunggu davina selesai mandi, bryan pun menghidupkan laptopnya, dan mengecek email yang masuk.
......
__ADS_1