
Axel pun turun dari mobil, ia mencari cara agar bisa mendapatkan soto itu dengan cepat.
" pak, buk, apa bisa saya terlebih dahulu. Istri saya sedang mengidam pak. jika boleh, saya akan membayarkan semua soto yang bapak dan ibu beli sebagai gantinya." ucap axel.
"istri bapak sedang hamil." tanya ibu ibu itu.
"iya buk, dia sangat menginginkan soto ini." ucap axel.
"ya sudah pak, kalau memang benar begitu, bapak duluan saja." ucap ibu ibu itu.
"bagai mana dengan yang lain." tanya axel.
"iya pak, gak apa apa." ucap bapak bapak yang lain.
"pak, sotonya saya borong nanti di bagi bagokan gratis saja pak. Tapi bungkuskan saya 10 ya pak." ucap axel.
"baik pak, tunggu sebentar." ucap penjual soto itu.
"ini pak sotonya." ucap penjual itu.
"iya pak, berapa semuanya pak." tanya axel.
"semuanya 670 ribu pak." ucap penjual itu.
Axel mengambil uang di dompetnya.
Axel mengeluarkan uang pecahan 100ribuan 10 lembar.
"ini pak." ucap axel.
"ini kebanyakan pak." ucap penjual itu.
"tidak apa apa pak. ambil saja." ucap axel.
"ambil saja pak, itu rejeki." ucap para pembeli.
"baiklah, terimakasih banyak ya pak,.semoga berkah buat kita semua." ucap penjual itu.
"amin pak. Terimakasih ya pak buk. Saya permisi dulu," ucap axel.
"kami yang terimakasih pak, baoak sudah membelikannya untuk kami semua." ucap para pembeli.
"sama sama pak buk, mari." ucap axel.
axel pun kembali ke dalam mobil.
"xel, kamu kok cepet banget." ucap clara.
"iya cla, aku borong semuanya, aku minta ijin sama bapak bapak dan ibu ibu itu. Jadi nanti di bagikan secara gratis." ucap axel.
clara tersenyum bahagiah, ia sangat bersyukur bisa mendapatkan suami seperti axel.
Mereka pun pulang ke rumah.
Sementara di hotel, davina dan bryan bersiap siap pulang, sebab besok mereka akan berangkat ke paris.
Mereka tidak akan menyia nyiakan tiket yang di berikan oleh clara. Apa lagi selama di sana mereka sudah di tanggung oleh clara.
Bryan membawa davina ke apartemennya, sementara para keluarga pulang ke tempat tinggal mereka masing masing.
"sayang, sepi ya, hanya tinggal kita." ucap bryan.
Tapi davina tidak menanggapinya.
Davina tau bakalan kemana obrolan bryan.
"brya, aku masih sangat lelah, apa lagi besok kita berangkat." ucap davina.
"sayang, aku ingin memelukmu." ucap bryan.
Davina pun tersenyum.
__ADS_1
Davina memeluk bryan dengan hangat di kamar apartemen bryan.
"bry, nanti untuk makan siang kuta pesan saja ya, sepertinya tubuhku sudah gak telap lagi buat masak." ucap davina sambil melepas pelukannya.
"iya sayang, gak apa apa, kita istirahat saja ya." ucap bryan.
Bryan pun menarik davina kedalam pelukannya.
Kaki ini davina tidak menolak, ia sadar karena ia harus terbiasa dengan bryan yang sudah menjadi suaminya itu.
Tidak menunggu waktu yang lama, davina pun tertidur, sedangkan bryan masih memperhatikan wajah davina.
Bryan pun mencium kening davina, bukan hanya itu saja, bryan mencuri ciuman davina.
"tidur yang nyenyak sayang." ucap bryan lalu menutup matanya.
Di rumah axel.
Clara dan axel baru saja sampai, clara melihat mobil mama adel sudah di rumah.
"xel, sepertinya mama sudah pulang, ada apa ya xel, kenaoa mama cepat sekali." ucap clara.
"iya cla, kenapa ya cla." tanya axel balik.
mereka pun turun dari mobil.
Ketika masuk kedalam rumah, mama adel sedang menonton tv.
"ma." ucap clara.
"eeh . .kalian sudah pulang." tanya mama adel.
"iya ma, mama gak jadi ke kantor." tanya clara.
"urusan mama di kantor sudah selesai cla." ucap mama adel.
Clara mengangguk.
"pasti ada sesuatu yang di sembunyikan mama kalau sudah begini." nanti saja lah aku tanyakan kepada mama." batin axel.
Axel melihat ke arah mamanya dan tersenyum.
"bawa apa kamu xel." tanya mama adel.
"ini ma, clara tadi ingin makan soto." ucap axel.
Mama adel tersenyum.
"ma, nanti kita makan bareng ya ma, axel belinya sangat banyak," ucap clara.
"apa boleh di bagikan saja kepada bibik dan yang lain ma." tanya clara meminta izin.
"boleh kok sayang." ucap mama adel.
Bik sarah pun lewat.
"bik, sini " ucap adel.
"iya buk ada apa." tanya bibik.
"ini tolong nanti di sajikan di meja makan ya bik, dan yang ini buat bibik dan yang lain." ucap adel.
"baik buk, terimakasih banyak ya buk." ucap bik sarah.
"ini clara dan axel yang membelikannya bik, bukan saya." ucap adel lagi.
"tuan axel dan non clara terimakasih banyak ya." ucap bibik.
"sama sama bik." ucap clara dan axel.
"ma, kami ganti baju dulu ya ma." ucap clara.
__ADS_1
"iya sayang, mama tunggu di ruang makan ya." ucap mama adel.
"iya ma." ucap axel.
Sampai di dalam kamar, clara mengganti pakaiannya.
Axel pun tiba tiba masuk, clara sangat terkejut, sebab ia hanya menggunakan dalaman saja.
"kirain siapa." ucap clara.
"sayang, kamu sangat cantik begitu." ucap axel menggoda.
"xel, jangan mulai deh." ucap clara.
Axel memeluk clara dari belakang, ia menciumi tubuh clara.
"lepasin xel, kita sudah di tunggu mama. Aku ingin memakai baju dulu." ucap clara.
Axel pun tersenyum dan dan melepaskan clara.
axel pun mengambil pakaian yang sudah di siapkan clara.
Axel menggantinya di depan clara. Axel hanya menggunakan boxer nya.
"xel, kenapa kamu ganti disini." tanya clara.
"kamu juga kenapa menggantinya disini." apa kamu ingin menggoda suami kamu ini." ucap axel dengan sengaja lama lama menggunakan pakaiannya.
"cepetan xel, mama sudah nunggu di bawah ini, kalau tidak aku tinggal ya " ucap clara.
"iya iya sayang." ucap axel.
selesai semuanya, mereka turun ke bawah.
"ma," ucap axel dan clara.
"duduk sayang," ucap mama adel.
"sepertinya sotonya sangat enak." ucap clara.
merekapun makan siang bersama.
"waah xel, ini enak banget." ucap clara.
Mama adel hanya senyum senyum melihat tingkah clara.
selesai makan, mereka mengobrol sebentar.
"ma, axel ingin mengajak clara jalan jalan, kata dokter kandungan clara baik baik saja, dan sudah kuat.." ucap axel tiba tiba.
"emang kalian mau kemana xel." tanya mama adel.
"paris ma." ucap axel.
Clara pun bingung, sebab axel tidak ada bilang apapun kepadanya.
Apa lagi axel ingin mengajaknya jalan jalan.
"kapan kalian akan berangkat xel." tanya mama adel.
"tiga hari lagi ma." ucap axel.
Clara pun tambah terkejut dan malah menjadi bingung.
"xel, kamu jaga clara dengan baik ya di sana nantinya. Awas saja terjadi apa apa dengan menantu kesayangan mama." ucap mama adel.
axel pun tersenyum..
"iya mama, mama tenang saja," ucap axel.
....
__ADS_1