
Di taman belakang rumah, axel, clara dan mama adel mengobrol bersama.
"xel, minggu depan apa kamu bisa berangkat ke kota Z xel, perusahaan di sana ada sedikit masalah." ucap mama adel.
clara hanya mendengarkan saja.
"baiklah ma jika itu menyangkut masalah perusahaan, axel akan berangkat minggu depan bersama bryan ma." ucap axel.
Mama adel tersenyum, karena ia tau kalau sudah menyangkut perusahaan axel tidak akan menolak.
"kamu tidak usah khawatir xel, clara biar sama mama saja. Kamu tidak apa-apakan cla minggu dwpan di tinggal axel beberapa hari...?" ucap mama adel.
"iya ma, cla enggak apa-apa kok ma, kan ada mama juga di rumah." ucap clara yang menyembunyikan perasaan sedihnya.
Clara merasa sedih akan di tinggal suaminya dalam beberapa hari. Tetapi rasa itu ia sembunyikan. Karena clara tau, cuma axel yang bisa menolong mamanya tentang pekerjaan.
Tidak terasa sudah pukul 8 pagi, mereka semua bersiap menuju rumah sakit.
45 menit perjalanan, mereka telah sampai di rumah sakit.
Axel masih setia mendorong kursi roda clara.
"pagi xel, pagi tante, pagi mbak clara." ucap dokter siska yang memang sudah menunggu mereka.
"pagi juga dokter siska." ucap mama adel.
"Kita sudah di tunggu dengan dokter jasmin. Mari xel, tante, mbak clara kita keruangannya." ucap siska mempersilahkan mereka untuk mengikutinya.
Dokter siska pun mengetuk ruangan dokter jasmin.
Dokter jasmin pun mempersilahkan masuk.
siska pun memperkenalkannya kepada axel, tante adel, dan clara.
"jasmin, ini teman sekolahku dulu. Namanya axel, ini mamanya tante adel, dan ini yang sedang sakit istrinya axel, mbak clara." ucap siska.
jasmin pun manggut manggut dan tersenyum ramah kepada mereka semua.
"mari mbak, kita mulai periksa saja kakinya. Agar bisa cepat mengetahui keadaannya." ucap dokter jasmin.
"dokter jasmin, tolong berikan yang terbaik untuk menantu saya." ucap mama adel.
"baik bu, panggil saya jasmin saja," ucap jasmin.
adel tersenyum.
Dengan cekatan, jasmin memeriksa keadaan kaki clara. Clara meringis kesakitan ketika dokter jasmin menekannya sedikit.
akhirnya kaki clara di ronsen, karena jasmin berfikir tulang kaki clara pada pergelangannya ada sedikit retak. Sebab di tekan sedikit saja sudah terasa sangat sakit.
"kita tunggu hasilnya sebentar lagi." ucap jasmin.
Mereka semua pun menunggu hasil ronsen.
__ADS_1
15 menit hasil ronsen sudah keluar.
Dan ternyata benar dugaan jasmin, ada keretakan sedikit pada pergelangan kaki clara.
"ini kaki mbak clara terdapat retakan sedikit, mungkin karena tertimpa sesuatu sewaktu kecelakaan kemaren. Nanti kita pasang sedikit gip saja, agar tulangnya bisa menyatu kembali." ucap jasmin.
"iya dokter, kaki saya tertimpa motor sewaktu kecelakaan. Dan saya tarik sedikit sewaktu tertimpa." ucap clara.
Adel menatap tajam axel ketika mendengar clara bicara.
Siska hanya memperhatikan jasmin yang sedang menjelaskan.
" saya percayakan semuanya kepada dokter agar menantu saya cepat pulih." ucap adel.
"baiklah bu, saya akan mempersiqpkan peratannya." ucap jasmin.
siska pun membantu jasmin.
mata clara sudah berkaca-kaca menahan sakit ketika di pegang oleh dokter jasmin.
"pantas saja sakit banget." batin clara.
Axel hanya diam saja sambil memperhatikan kaki clara. Sebenarnya axel kasian melihat clara seperti itu, tapi ia terlalu gengsi untuk membantu clara.
Mama adel yang melihat mata clara sudah memerah, akhirnya mendekat,
"sayang, tahan sedikit ya . .nanti sakitnya sebentar kok, ketika baru di pasang gip nya saja." ucap mama adel.
Clara tersenyum dan mengangguk.
Clara sedikit meringis kesakitan ketika di sentub sama jasmin.
Axel mendekati clara, ia menggenggam erat tangan clara, seolah memberi kekuatan. , adel tersenyum,
Jasmin dan siska sedang fokus memasang gip di kaki clara.
Setelah selesai, kaki clara agak susah untuk di gerakkan karena ada gip.
"mbak, ini nanti setelah 1 minggu baru bisa kita lepas ya mbak. Usahakan jangan banyak di bawa gerak dulu." ucap jasmin,
clara mengangguk.
"terimakasih dokter jasmin, dokter siska." ucap clara.
Axel belum menyadari jika belum melepaskan genggaman tangannya, begitu pun dengan clara.
"eheem, mau sampai kapan pegangan terus, cla, xel. " ucap adel sambil menaikkan kedua alisnya.
Dokter siska dan dokter jasmin pun ikut tersenyum.
Axel lalu melepaskan genggaman tangannya.
"nanti 3 hari lagi datang kemari untuk kontrol ya mbak clara." ucap dokter jasmin.
__ADS_1
"terimakasih jasmin, siska." kalau begitu kami permisi dulu." ucap adel.
Setelah keluar dari ruangan dokter jasmin, clara di dorong kembali menggunakan kursi roda oleh axel.
"ma, hari sudah siang, mau makan siang di luar apa kita pulang saja terus makan di rumah ma..?" ucap axel.
"bagai mana cla, di rumah apa makan di luar...?" ucap mama adel.
"cla ngikut saja ma, lagian cla belum boleh berjalan sendiri, cla takut merepotkan mama dan axel, tapi bagaimana kalau kita pulang saja, makan di rumah saja ma..!" ucap clara.
"baiklah sayang, kita pulang saja, lagian kamu hatus butuh banyak istirahat." ucap mama adel.
"xel, nanti kamu berhenti di pertigaan dekat rumah ya xel, mama mau membeli ayam goreng kesukaan clara." ucap mama adel.
"iya ma." ucap axel singkat.
Axel sedari tadi hanya diam saja, ia akan bicara jika ada yang mengajak bicara.
axel diam karena ia tiba-tiba menjadi peduli dan merasa bersalah kepada clara.
Ia bingung dengan perasaannya saat ini. Akan tetapi bayang bayang irish selalu menghantuinya.
axel belum sepenuhnya bisa melupakan irish.
"cla, ayamnya kamu mau yang original apa yang hot spicy cla..?" ucap mama adel.
"cla pengen yang hot spicy ma." ucap clara.
"mau xel, mau yang mana." ucap mama.
"terserah mama saja. Di samakan dengan pesanan clara juga enggak apa apa ma." ucap axel.
Mama adel tersenyum..
dalam perjalanan pulang mama adel selalu mengajak clara bercanda.
Sampailah di pertigaan dekat rumah, axel menepikan mobilnya.
"xel, turun kamu, kamu saja yang membelinya ." ucap mama adel tanpa dosa.
Axel mendengus kesal,
"tadi perasaan mama bilang mama mau beli ayam goreng. Kenapa aku yang membelinya, sepertinya mama belum puas ngerjain aku deh. " batin axel.
"loh, kok bengong sih xel, ayo turun, nanti makin panjang antriannya." ucap mama adel.
Mau tidak mau axel pun turun untuk membeli ayam goreng.
"mimpi apa aku semalam, sehingga di suruh mengantri membeli ayam goreng." batin axel ngedumel.
Walaupun ngedumel, axel tetap menuruti apa kata mamanya.
Axel berjalan masuk ke tempat membeli ayam goreng, sampai di dalam, ternyata antrian panjang.
__ADS_1
Axel pun merasa sedikit kesal hari ini,
.....