Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 92


__ADS_3

setelah mengobrol sebentar, clara kembali ke dalam kamar sambil menarik axel.


Di dalam kamar.


"xel, perasaan kamu tidak pernah bilang kepada ku kalau inging mengajakku pergi jalan jalan." ucap clara.


"aku sengaja cla, tiketnya bahkan sudah aku pesan. setelah dokter mengatakan kalau kandungan kamu sudah semakin kuat. Aku ingin membuat kejutan terhadap kamu." ucap axel.


"tapi kenapa paris xel." ucap clara.


" gak apa apa cla, biar seru saja, nantinya di sana ketemu dengan bryan dan davina. Biar kamu ada temennya." ucap axel.


Clara pun tersenyum lebar sampai sampai ia mencium pipi kanan axel.


"hey, kamu ingin menggoda ku." tanya axel.


"enggak xel, kalau menggoda kamu itu bukan begitu," ucap clara.


Clara pun mengecup bibir axel, dan tangannya bergelayutan manja di dada axel.


"Begini kalau menggoda kamu itu." ucap clara.


"oohh . .jadi kamu sekarang ingin menggoda ku sayang. Baiklah kalau begitu jangan salahkan aku ya jika siang siang begini aku tergoda." ucap axel memberi peringatan.


Clara pun seolah olah tidak mendengarnya.


Clara makin memperdalam ciumannya. Clara pun membuka baju kaos axel.


"cla, stop cla, kalau tidak kamu akan menyesal." ucap axel menahan hasratnya.


Clara pun melepaskannya dan tertawa.


"maaf xel, aku hanya mengerjain kamu." ucap clara menunduk malu.


"jika beneran juga gak apa apa cla, aku malah senang kamu memulai duluan." ucap axel


Clara pun memeluk axel.


"sekarang kamu istirahat ya," ucap axel.


Clara menurut.


Sementara di apartemen bryan.


Bryan dan davina baru terbangun.


"kamu mau makan apa sayang." tanya bryan.


"terserah kamu bry, aku ikut saja." ucap davina.


"aku akan menyiapkan pakaian untuk berangkat besok." ucap davina.


Bryan pun memesan makanan.


Tidak lama makanan yang di pesan bryan sampai


"sayang, makan dulu." ucap bryan.


"sebentar bry, sedikit lagi." ucap davina.


Selesai memasukkan pakaian ke dalam koper, davina dan bryan makan siang.


Hari pun sudah semakin sore, kini sudah menunjukkan pukul 5 sore.


Di rumah axel dan clara baru saja terbangun.


"sayang, kamu mandi duluan ya." ucap clara.


"kamu saja duluan cla. kamu lagi hamil, gak baik terlalu sore mandinya." ucap axel.


Clara pun mencium pipi axel dan menuju kamar mandi.


Yaaa kini clara sudah mulai berani, dia sudah tidak malu malu lagi.


"sayang, kamu nakal ya sekarang." ucap axel sambil tersenyum bahagiah.


Selesai mandi, clara keluar kamar mandi hanya memakai handuk saja dengan rambut yang masih basah.

__ADS_1


"kamu mau menggoda ku lagi." ucap axel.


"gak cel, aku lupa membawa pakaiannya." ucap clara.


Axel menggelengkan kepalanya.


"ya sudah, aku mandi dulu, kamu cepat pakai baju." ucap axel.


"iya xel." ucap clara.


clara pun mencari pakaiannya dan langsung menggunakannya,


Ia juga tidak lupa menyiapkan pakaian untuk axel.


Clara meletakkannya di atas tempat tidur.


Tiba tiba clara merasa mual,


"uweeek" clara sambil menutup mulutnya menggunakan tangan.


Ia lupa axel berada di dalam kamar mandi. Clara berlari dan langsung membuka kamar mandi yang tidak axel kunci.


Lagi asik mandi, axel terkejut melihat clara masuk dan muntah muntah.


Axel mengambil handuk dan melilitkan di pinggangnya.


Axel pun mendekat ke arah clara.


"uweek . . Uweeek . . .


"uweeek."


"cla, kamu gak apa apa." ucap axel.


Clara pun tersadar.


"maaf xel, aku mengganggu kamu mandi, aku lupa." ucap clara.


"uweeek."


clara pun berdiri, dan ingin menuju tempat tidur.


dengan setianya axel mengantar clara ke tempat tidur.


"kamu di sini saja ya cla, ini minum." aku mau menyelesaikan mandi sebentar." anak papa jangan nakal ya . ." ucap axel.


"maafin aku ya xel, sudah ganggu kamu mandi." ucap clara.


"sudah gak apa apa, jangan di pikirkan." ucap axel.


"sebentar ya cla." ucap axel lagi dan menuju kamar mandi.


Axel pun menyelesaikan mandinya dengan cepat.


Kini axel dan clara pun turun ke bawah . ..


Ia melihat mama adel sedang memasak untuk makan malam.


"bibik kemana ma." tanya clara.


"bik ina dan bik sarah izin sebentar sayang, ada keperluan katanya." ucap mqma adel.


"cla bantuin ya ma." ucap clara.


"axel bantuin juga ya ma." ucap axel gak mau kalah.


"gak usah, kalian tunggu saja duduk manis sana. Ini sedikit lagi kok selesai." ucap mama adel.


"ma, apa cla boleh minta buatkan nasi goreng udang ma." ucap clara.


"boleh sayang, nanti habis ini mama buatkan ya untuk kamu." ucap mama adel.


"axel juga mau ma." ucap axel.


"iya nanti mama buatkan agak banyak." ucap mama adel.


Selesai membuat menu makan malam,

__ADS_1


Adel kembali memasak nasi goreng.


15 menit lamanya, adel selesai memasak nasi goreng.


kini bik ina dan bik sarah sudah pulang . Jam pun sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"maaf buk, kami terlambat pulangnya." ucap bik ina dan bik sarah.


"gak apa apa bik, " ucap adel sambil tersenyum.


Adel pun mengantarkannya ke meja makan, sementara para bibik membereskan dapur.


"wangi banget ma nasi gorengnya." ucap clara.


"sabar sayang, itu masih panas." ucap axel yang melihat clara tidak sabaran seperti anak kecil.


Mama adel kali ini mengambilkan makan malam untuk clara.


"ma, aku juga dong." ucap axel.


"kamu ambil sendiri xel, jangan manja." ucap mama adel.


seolah olah tidak dengar, clara masih sibuk menikmati makan nasi goreng duluan.


"pelan pelan cla." ucap mama adel.


"i . . iiya ma." ucap clara.


Sementara di apartemen bryan, bryan dan davina masih merasa kenyang, sebab mereka makan baru sore tadi.


Mereka hanya di kamar saja menonton tv.


Bryan pun menjahili davina.


"sayang," ucap bryan yang tangannya sudah meraba raba tangan davina.


"bry, jangan macem macem deh." ucap davina.


"sayang, aku ingin bertanya." ucap bryan.


davina pun melihat ke arah bryan.


"kapan kamu siap nya." bukan apa apa, aku takut tidak bisa menahannya lagi sayang." ucap bryan memberanikan diri.


davina terdiam. Davina paham maksud pertanyaan bryan.


"bry, beri aku waktu.." ucap davina.


"baiklah, tapi jangan lama lama ya sayang." ucap bryan.


Davina pun hanya mengangguk.


"apa boleh aku mencium kamu." tanya bryan.


Davina terlihat bingung. Akan tetapi sebelum di jawab, bryan terlebih dahulu menciumnya.


"cup."


bryan mencium bibir davina dengan sadar.


Davina pun tiba tiba membalasnya.


Ketika tangan bryan ingin bermain di dada davina.


Davina menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya.


"bryan, beri kau waktu." ucap davina memohon.


Bryan tersenyum dan mencium kening davina.


Davina pun memeluk bryan dengan erat.


"maafin aku yang belum siap bry," ucap davina memohon.


"sudah, gak apa apa sayang, aku akan sabar menunggu kamu." ucap bryan.


....

__ADS_1


__ADS_2