
Kini jam sudah menunjukkan pukul 12 siang,
Axel pun sudah bangun.
Ia melihat ada mama adel juga.
"ma," ucap axel sambil duduk.
"kita makan dulu ya, nanti pak ramli jam 1 akan menjemput kita. Biar mobil kamu sopir saja yang antar nanti." ucap mama adel.
Axel mengangguk.
Clara pun mengambilkan makanan untuk axel.
"kamu makan yang banyak xel, ini semua clara yang masak." ucap mama adel.
"kamu yang masak sebanyak ini cla." tanya axel.
"iya xel." tadi mama mengajak ku ke sini, jadi aku pikir untuk masak dan membawakannya untuk kamu." ucap clara.
"kamu tau gak xel, clara penuh perjuangan untuk memasak ini." sampai sampai dia menahan rasa mualnya.," ucap mama adel.
"terimakasih sayang." ucap axel sambil memeluk clara.
"sudah lepaskan aku xel, gak malu apa ada mama." ucap clara.
mama adel tertawa melihat tingkah mereka .
"habis makan kita pulang ya." ucap mama adel.
"ma, tapi axel ada pertemuan." ucap Axel tiba tiba.
"tidak ada tapi tapian xel. Mama bilang pulang ya pulang." istirahat, biar semua bryan dan davina yang urus." ucap mama adel.
"baik lah ma." ucap axel.
Sementara davina sedang berada di ruangannya, ia makan siang bersama bryan.
"sayang, enak banget makanannya." ucap bryan.
"enak dong, gratis." ucap davina.
"aku serius sayang." ucap bryan
"ini tadi di kasih sama clara, dia yang memasak sendiri." ucap davina.
"kirain kamu beli sayang." ucap bryan.
"bryan, apa axel sakit." tanya davina.
"iya, dia sakit perut, dan sepertinya demam juga, tadi sudah aku belikan obat." ucap bryan.
"pantesan tadi pagi aku lihat dia sangat pucat." ucap davina.
"dia tadi malam mencari sate untuk clara," ucap bryan.
"apa salahanya mencari sate." ucap davina.
"sayang, dia mencari satenya pukul 12 malam. Dan dia baru bisa mendapatkan satenya 1 jam lebih setelah keliling mencari. Dan clara hanya makan 2 tusuk sate." dan dia di paksa clara untuk makan sate itu, padahal dia sudah kenyang." ucap bryan.
Davina pun tertawa.
"kamu kenapa ketawa sayang." ucap bryan.
"aku gak bisa bayangin betapa kesalnya axel di buat bumil satu itu." ucap davina.
"apa itu bumil." tanya bryan.
__ADS_1
"ibu hamil bryaaaan." ucap davina.
bryan dan davina pun selesai makan.
Mereka berdua tiba tiba di panggil ke ruangan axel oleh adel.
Bryan dan davina pun datang.
"masuk bry, vina." ucap adel
"ada apa ya tante." ucap bryan.
"begini, saya mau minta tolong hari ini kalian berdua hendel perusahaan dulu. kami akan pulang, axel sedang sakit." ucap adel.
"baik tante." ucap bryan.
"mangkanya jangan keluyuran tengah malam." ucap bryan kepada axel.
Clara pun segera melihat ke arah bryan, dan tiba tiba clara teringat tadi malam ia menyuruh axel untuk membeli sate. Clara pun menundukkan kepalanya.
Seketika axel melihat clara menunduk.
"emang dasarnya gue yang lagi gak fit bry, bukan gara gara keluar malam." ucap axel.
Axel pun mengkode bryan agar tutup mulut.
"nanti kamu sekejul ulang pertemuan saya sama perusahaan F." ucap axel.
"mama akan brangkat besok ke kota Z." ucap adel.
"davina, nanti pulang kerja mampir ke rumah ya bersama bryan." ucap adel.
"iya tante, ada apa ya.." tanya davina.
"gak ada apa apa, nanti tante tunggu ya di rumah." ucap adel.
"mama bsok berangkat jam brapa ma." tanya clara.
"bsok jam 1 siang cla," ucap mama adel.
"siap siap yuuk, kita pulang, sudah jam setengah dua, kasihan axel sudah lemas begitu." ucap mama adel.
"ayoo xel aku bantu." ucap bryan.
"nanti mobil elo gue saja yang antar, sekalian gue pulang kerja mampir kerumah elo bersama davina." ucap bryan.
"terserah elo saja, atur saja bry." ucap axel.
akhirnya axel, clara dan mama adel pun pulang ke rumah di jemput dengan pak ramli.
"bry, tante adel kenapa menyuruh kita kerumahnya ya." ucap davina.
"aku juga gak tau sayang, kita lihat besok saja." ucap bryan.
Bryan dan davina pun melanjutkan pekerjaannya.
Didalam perjalanan pulang, clara pun bersuara
"ma, apa boleh nanti mampir sebentar di dekat simpang ma," ucap clara memberanikan diri.
"boleh sayang, kamu mau beli apa.." tanya mama adel.
"cla ingin sekali makan bakso ma, di bungkus saja." ucap clara.
"iya sayang, nanti biar pak ramli saja yang turun." ucap mama adel.
"nanti tolong ya pak." ucap adel.
__ADS_1
"iya buk." ucap pak ramli.
"anak papa ingin makan bakso ya." ucap axel sambil mengelus perut clara.
Clara dan mama adel pun tersenyum..
"besok mama berangkat kamu jangan buat susah clara ya xel." ucap mama adel.
"iya ma, nanti istirahat axel juga sehat kok." ucap axel.
"nanti mama hubungi dokter siska ya sampai di rumah." ucap mama adel.
"gak usah ma, axel udah gak apa apa kok." ucap axel.
"xel, kamu harus di periksa." ucap clara.
"aku sudah gak apa apa kok sayang, di bawa istirahat juga sehat kok, perut ku juga tidak sakit lagi." ucap axel.
axel pun bersandar di bahu clara dan memejamkan matanya.
Kini mereka telah sampai di tempat bakso yang clara maksud.
"pak tolong ya pak, ini uangnya." ucap adel memberikan 3 lembar uang seratus ribuan.
"beli brapa buk." tanya pak ramli.
"beli saja semuanya pak, nanti di bagi bagi saja di rumah sama yang lain." ucap adel.
"baik buk." ucap pak ramli.
Pak ramli pun turun dari mobil, ia membeli bakso super itu.
clara pun mengelus perutnya yang sudah tidak sabar ingin memakan bakso.
Axel tertidur di pundak clara.
15 menit lamanya, akhirnya pak ramli masuk ke dalam mobil dengan membawa beberapa bungkus bakso.
Clara pun mencium aroma bakso yang di bawa oleh pak ramli.
"pak, sedikit cepat ya pak, ada yang tidak sabar ingin memakannya." goda mama adel.
Clara pun tersenyum malu.
kini mereka sampai di rumah.
"cla, mama masuk duluan ya." ucap mama adel.
Clara mengangguk.
Clara melihat axel masih tidur di pundaknya.
Clara pun membangunkan axel dengan pelan.
"xel, bangun xel, kita sudah sampai." ucap clara.
Axel mengerjapkan matanya sambil memijat kepalanya.
axel pun segera turun dari mobil.
"pak, nanti tolong di bawa ke ruang makan ya pak baksonya. Dan yang lain bapak bagikan saja kepada semuanya." ucap clara.
"baik non." ucap pak ramli.
Clara pun menggandeng tangan axel berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya.
..
__ADS_1