Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 48


__ADS_3

"xel," ucap clara.


axel pun menatap clara.


"terimakasih juga sudah mengijinkanku untuk menjadi istri kamu seutuhnya." ucap clara.


Axel pun menarik clara ke dalam pelukannya.


"semoga kamu bisa menjadi hangat seperti ini seterusnya ya xel." batin clara.


"xel, besok mama mengajak kita jalan jalan." ucap clara.


"baiklah." ucap axel.


"apa kamu yang menyuruh bryan dan davina kemari." ucap clara lagi.


"yaa, aku yang menyuruh mereka, tapi tidak dengan davina, itu hanya akal akalan bryan saja agar bisa bersama dengan davina." ucap axel jujur.


"apa bryan sangat mencintai davina." tanya clara.


"sepertinya begitu." ucap axel.


Akhirnya mereka berdua tertidur dengan saling memeluk.


Tidak terasa sudah jam 6 sore, axel dan clara baru terbangun.


Clara pun pergi mandi duluan, setelah itu baru axel.


Clara melihat ponselnya, ternyata mama adel mengiriminya pesan.


Mama :


"cla, nanti kita makan malam di luar saja, mama sudah menyiapkan tempatnya, kamu bilang sama axel ya . .mama tunggu jam 7 di lobi penginapan."


"xel, akubsudah menyiapkan pakaian kamu, kamu ganti cepat ya, mama menunggu kita jam 7 di lobi. Mama mengajak kita makan malam." ucap clara.


"kapan mama ngomongnya cla." ucap axel.


"mama mengirimi ku pesan." ucap clara sambil menyodorkan ponselnya.


Mereka pun bersiap siap.


Mereka akan makan malam di luar bersama dengan mama adel.


Mama adel sudah memesankan sebuah tempat yang tidak jauh dari penginapan mereka.


mereka bertiga pergi menggunakan mobil dan sopir penginapan.


Setelah sampai, clara kagum dengan pemandangan di sekitar tempat makan itu.


"mah, pemandangannya indah sekali," ucap clara sambil melihat pemandangannya.


Clara merasa bahagiah saat ini.


"lihat istri kamu xel, begitu bahagiahnya dia melihat pemandangan malam yang indah ini " ucap mama adel menyindir anaknya yang tidak bisa romantis.


Axel hanya memperhatikan clara yang tersenyum bahagiah melihat pemandangan sekitarnya.


Mereka bertiga pun menuju meja yang sudah di pesan. Dan menikmati makan malam dengan pemandangan yang bagus.


Sementara di rumah davina, bryan menunggu davina yang sedang bersiap siap,


Bryan mengirimkan pesan kepada axel.


Bryan :

__ADS_1


" aku penerbangan pukul 8 malam ini, kemungkinan sampai di sana pukul 10 malam. Jangan lupa jemput aku xel."


Mereka akan naik pesawat pukul 8 malam ini.


"davina, cepat sedikit, ini sudah jqm 7, nanti kita telat." ucap bryan yang menunggu di luar rumah.


"iya bry, ini sudah." ucap davina sambil berlari ke luar sambil Menyeret kopernya dan mengunci pintu rumahnya.


"ayook kita berangkat sekarang ke bandara, itu sopir sudah jamuran nunggui." ucap brya sambil membawakan barang davina.


Sampai di bandara mereka jam 19.55, bryan dan davina pun berlari, karena 5 menit lagi harus sudah berada di dalam pesawat.


Tidak lama sampai di dalam pesawat, pesawat pun segera lepas landas.


Bryan duduk bersebelahan dengan davina.


Mereka pun mengobrol sesekali, tidak lama davina tertidur di pesawat karena lelah.


bryan pun memperhatikan wajah davina yang cantik.


"di sana nanti, aku akan langsung melamar kamu vin. Semoga nanti kamu tidak akan menolaknya." batin bryan sambil tersenyum.


Selesai makan malam, mama adel, clara dan axel mengobrol.


Axel melihat ponselnya, ternyata bryan mengiriminya pesan.


axel hanya membacanya saja.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.35 malam.


Mereka bertiga pun segera menuju ke dalam mobil untuk pulang.


Tiba tiba ketika berada di dalam mobil axel bersuara.


"ma, kita mampir ke bandara ya ma," ucap axel tiba tiba.


Adel tidak mengetahui kalau bryan akan datang kemari.


"hmm . .itu ma . .bryan dan davina mendarat pukul 10 ini, mereka meminta axel menjemputnya." ucap axel.


"kamu menyuruh mereka datang kemari xel." tanya mama adel.


"iya ma," ucap axel.


Sebenarnya adel sudah menyelidiki apa yang terjadi kepada anaknya itu di kota Z ini.


Adel hanya tersenyum.


"mama harap kamu bisa menjaga perasaan istri kamu, apapun yang akan terjadi nantinya." ucap mama adel tiba tiba.


Axel pun bingung, tapi ia mencerna ucapan mamanya.


"iya ma, " ucap axel singkat.


Mereka pun menuju bandara.


Bryan dan davina baru saja mendarat,


Mereka menunggu axel,


Tidak lama axel, mama adel, dan clara pun menghampiri mereka.


"maaf kami telat, lama ya nunggu tadi." ucap adel.


"gak apa apa kok tante." ucap bryan.

__ADS_1


"baru saja sampai kok buk." ucap davina sopan.


"looh, kok masih manggil ibu sih vina, kan di luar kantor ini." ucap adel.


"eeeemmm .. . Iya tante." ucap davina tidak enak.


clara pun langsung memeluk davina.


semua pun tersenyum.


"brya, kamar kamu masih yang kemarin, davina juga." ucap axel.


"terimakasih pak." ucap davina.


"ayo kita pulang, pasti kalian sangat lelah." ucap adel.


Mereka pun pulang ke penginapan.


Sampai di penginapan, mereka menuju kamar masing masing.


Tidak dengan clara, ia mengantar davina ke kamarnya.


"cla, apa ada yang urgent disini, tiba tiba axel menyuruh kami datang." tanya davina.


"aku juga tidak tau vin." ucap clara.


"ya sudah, aku ke kamar dulu ya, kamu istirahat. Besok kita akan jalan jalan sama mama." ucap clara.


"baiklah cla, sampai bertemu besok. Jangan lupa cepet beri aku keponakan." ucap davina sambil menggoda clara.


"amin...mudah mudahan ya." ucap clara.


Clara pun meninggalkan davina. Ia berjalan menuju kamarnya yang tidak jauh dari kamar davina.


sampai di dalam kamar, clara tidak melihat axel.


"mungkin lagi bersama bryan sia." batin clara.


Clara pun mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur nya.


Tidak lama clara pun tertidur.


Tadinya axel sudah berada di dalam kamar, selesai mengganti pakaiannya axel keluar lagi menuju kamar bryan.


Di dalam kamar bryan axel pun bercerita.


"kamu harus bantu aku bry." ucap axel.


"apa yang bisa aku bantu xel." ucap bryan.


"begini, aku selalu di teror dengan irish. Dia mengirimi ku pesan menggunakan nomer lain. Dan parahnya lagi, dia sepertinya berada di kota ini." ucap axel.


"baiklah xel, aku tidak akan membiarkan wanita pembohong itu mendekati kamu lagi. Tapi mungkin kamu harus lebih berhati hati. Aku takut dia mencelakai clara." ucap bryan.


"aku juga gak tau kenapa dia bisa berada di sini." ucap axel.


"aku belum mempunyai ide xel, aku sangat lelah, besok kita bahas ya, aku ingin tidur." ucap bryan sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"baiklah, besok kita akan bahas ini sambil jalan jalan." ucap axel.


Axel pun keluar dari kamar bryan.


axel langsung menuju kamarnya, ketika membuka pintu kamarnya, ia melihat clara sudah tidur dengan nyenyaknya tanpa menggunakan selimutnya.


Axel pun mengambil selimut yang di pinggirkan oleh clara, ia menyelimuti clara sampai batas dadanya.

__ADS_1


Setelah itu axel naik ke tempat tidur, ia mencium kening clara lalu tidur.


.....


__ADS_2