Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 100


__ADS_3

Masa liburan mereka selesai sudah. Empat hari lamanya, Kia, Kenn, juga Jenny menikmati liburan akhir tahun. Kini, waktunya kembali ke negara asal. Kia baru selesai beres-beres, saat Tania mengetuk pintu.


“Eh, Tania?”


“Bo ... maksudnya Kenneth, dia ada?” tanya Tania sedikit gugup karena hampir keceplosan.


Kenneth baru keluar dari kamar mandi, tak sengaja mendengar Tania mencarinya. Buru-buru ia datang dengan bathroobs yang masih menempel di tubuh.


“Kenapa?”


“Bos suruh aku kembali dulu. Ini materi yang kamu minta kemarin.” Tania menyodorkan dua map cukup tebal pada Kenneth. Selesai dengan itu, dia pun buru-buru pergi. Tak mau melihat sepasang pengantin baru bermeraan dan mengetarkan jiwa jomblonya.


“Materi apa itu?” Kia penasaran.


“Aku lagi coba magang di salah satu perusahaan. Kebetulan Tania ada kenalan, trus kasih aku bahan buat aku pelajari.”


“Ooh ...”


“Sudah berkeluarga, masa iya aku cuma rebahan?” Kenneth meletakkan berkas di dalam tas. Lalu, mulai menggoda Kia dengan memeluknya.


“Aku sih gak masalah tambah satu orang. Hitung-hitung ... jadi Sugar Mommy kamu.” Kekeh Kia membayangkan hal-hal di luar nalar para Jomblo.

__ADS_1


Tawa renyah Kia membuat Kenneth ingin sekali melahapnya bulat-bulat. Namun saat melihat Jenny yang bermain di sudut, dia mengurunkan niat. Pada akhirnya, gigi yang sejak tadi merasa gatal, mencari telinga Kia sebagai sasaran. Membuatnya berteriak hingga Jenny berlari ke arah mereka.


“Kenapa, Mom?”


Kia tak menjawab, ia lebih fokus mengusap telinganya yang terasa sakit. Sebagai gantinya, Kenneth menjelaskan pada Jenny.


“Mommy nakal, jadi daddy jewer sedikit.”


“Mommy .... nakal?”


Jenny terlihat kebingungan melihat sang ibu yang masih mengusap-usap telinganya. “It’s oke, Jen. Kamu bisa lanjut makan, sebentar lagi kita pulang.” ucap Kia sembari melirik tajam melihat Kenneth.


Kenneth bukannya menyesal sudah membodohi Jenny, malah menyengir kuda seakan tak bersalah. Membuat Kia hilang kesabaran dan menariknya masuk ke kamar mandi.


“Sayang kepalamu! Kamu bilang aku apa tadi? Nakal ...?”


Kia menyudutkan Kenneth ke dinding marmer. Jemari lentik merjalan menyusuri dada bidangnya. Perlahan turun, membuka tali bathrobs.


“Jadi, tindakanku mana yang lebih nakal?” Nada serak sedikit basah, terdengar menggoda saat sampai di telinga Kenneth.


“Penerbangan kita jam 1 siang, kita bisa terlambat!” Kenneth mencoba mengelak.

__ADS_1


“Terlambat? Hanya sepuluh menit mana bisa terlambat.”


Gaya bicara Kia terdengar santai. Namun setiap katanya mengandung ejekan sehingga membuat Kenneth sedikit tertantang. Kennth mengunci tangan Kia kebelakang, dengan kuat membalik tubuhnya dan mendorongnya hingga menyentuh washtafell.


Dua orang saling memperhatikan dari kaca besar yang berada di hadapan mereka. Kia, yang pada awalnya hanya bermaksud menggoda, justru terlihat tersudut. Keadaan sudah berbalik, sekarang justru Kenneth yang mengambil alih.


“Ke-Kennt, jangan! Nanti Jenny dengar!”rengek Kia.


“Terlambat, Sayang. Aku jadi pengen tau, sekuat apa dirimu menahan sepuluh menit serangan heroku!”


“Ah ... Eeemm ... Ku balas nanti kau, Kennth!”


“Oke, dengan senang hati aku menungg.”


Tiga puluh menit berlalu, Kenneth keluar lebih dulu dengan pakaian yang sudah rapi. Namun Kia, justru masih memakai bathroobs dan keluar dengan kaki yang lemas.


“Mommy tadi belum mandi, ya?” tanya Jenny melihat Kia keluar dengan rambut yang basah.


Kia tak mampu menjawab, suaranya terasa cekat karena menahan serangan dari berbagai penjuru. Ia mengangguk dan hanya mengacungkan jempol, tanda kemenangan bagi Kenneth.


__ADS_1


Bucin Dari Kecil dari Kak Kiss. Jangan lupa mampir 💋💋💋💋


Nih siapa yang suka bucin nih. Othor punya rekom salah satu temen othor. Mampir pokoknya yee!!!!


__ADS_2