Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 73


__ADS_3

Tak beberapa lama, wanita paruh baya berjalan mendekat. Kenneth menoleh dan melirik tajam, wanita itu tertegun sesaat sambil melanjutkan langkah kakinya.


“Tuan, kamar Anda sudah siap. Mari kami antar!” ucapnya bernada sopan.


Kenneth mengangguk sambil bangkit berdiri. Kemudian mengendong Jenny dan mengulurkan tangannya, “Ayo, ajaknya.”


Kia mengangsurkan tangan, menyambut tangan lelaki itu dan mengengamnya erat.


Mereka berjalan melewati koridor yang panjang. Menyusuri jalan dari alas kayu. Bangunan dengan gaya Jepang, memiliki beberapa kamar eksklusif dengan kolam air panas pribadi.


Resort mewah dengan harga terendah mencapai tiga ratus dolar, tentu saja di bawah naungan keluarga Lee. Menjadi satu-satunya resort mewah dengan kolam dari mata air panas murni.


“Silakan, Tuan, Nyonya.”


Kia tertegun, melihat kamar luas dengan ranjang super besar. Tirai putih transparan menjuntai ke bawah dengan elegan. Aroma lilin terapi menyebar ke seluruh penjuru ruangan.


“Kamu pesan kamar ini?” Kia menolah menatao Kenneth dengan ekspresi tidak suka.


Sekonyong-konyong Kennteh melangkah mendekat. Dengan suara lembut berbisik di telinga Kia, “Sam kasih aku voucer diskon. Kamar ini harganya standar.”

__ADS_1


Kia berbalik dengan cepat, menatap dua petugas yang masih berdiri dengan senyum ramah. “Kalau gitu pesan satu kamar lagi!”


Manager menatap Kenneth, melihat wajah Presdirnya seakan engan. “Maaf, Nyonya. Kamar kami penuh. Kebetulan sudah dipesan oleh rombongan dari kota.”


Hela napas Kia terdengar di telinga mereka, kasar dan putuh asa. Sedikit berat hati, akhirnya dia bisa menerima segala pengaturan dari Kenneth. Berbagi ranjang juga gak masalah, begitu pikiran yang membuatnya berubah.


Kenneth menurunkan Jenny dari dekapannya. Membiarkan gadis kecil itu berlari dengan riang ke seluruh penjuru ruang. Bermain dengan beberapa hiasan yang berada di sudut ruang.


“Jenny, jadi anak baik!” Kia berkacak pinggang, matanya membulat, menatap gadis kecil yang hampir memecahkan bola hias


Kenneth berjalan mendekat, dengan lembut membelai ujung kepala Jenny, merapikan rambutnya yang berantakan. “Jangan berteriak begitu, dia cuma anak-anak,” ucapnya pada Kia.


Kia mendengus kesal dan membuang muka, dengan cetus berkomentar, “Kamu memanjakan dia! Kalau gak dididik sekarang, mau kapan lagi? Dia akan memakai alibi ‘anak-anak’ untuk tindakan nakalnya!”


“Mom, sory!” ucap Jenny bergaya cadel. Gadis kecil itu menepis tangan Kenneth dan berlari untuk memeluk Kia. Namun, tubuh kecil dan pendek itu hanya mampu memeluk kaki sang ibu.


Kia menghela napas panjang. Melihat perlakuan Jenny yang langsung berubah semanis gula, membuat dia tak tega. Ia berjongkok, dengan lembut membelai pipi Jenny.


“Siapa anak pintar?” tanya Kia.

__ADS_1


Masih memasang wajah sedih, Jenny menjawab, “Saya!”


“Siapa anak baik?” tanyanya lagi.


“Saya!”


“Anak pintar, anak baik, gak boleh sedih!”


“Mommy, angry.” Jenny menundukkan kepala dalam-dalam. Seolah mengerti kesalahan apa yang sudah dia perbuat.


Sudut-sudut bibir Kia meninggi, menyimpul sulas senyum. “Kalau Jenny jadi anak pintar dan baik, mommy mana bisa marah?”


Mendengar itu, Jenny dengan cepat menggecup pipi Kia dan memeluknya.


Di sudut yang lain. Kenneth diam melonggo melihat ibu dan anak itu saling memeluk. Suasana mencengkam dan segala keributan tadi, secepat kilat berubah. Diam-diam, sudut bibirnya bergerak naik. Ia menjadi puas dengan cara Kia mendidik Jenny.



Mohon maaf untuk keterlambatan UP.

__ADS_1


Othor lagi pulang kampung 😂😂


Nyari sajen di kota susah 🤭


__ADS_2