Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 50


__ADS_3

...🐾🐾🐾🐾🐾...


Kenneth Pov


Baru dapet moment romantis, tau-tau perut bunyi begitu saja. Imageku, jatuh begitu saja di hadapannya. Untung saja, saat ini gak lagi berdiri sebagai presdir dari salah satu perusahaan terbesar.


“Mau makan di rumah gak?”


Penawaran ini membuatku melupakan suatu peristiwa penting yang baru saja terjadi.


“Oh, jadi sudah mengakui?”


Tatapannya berubah seketika, jadi lebih tajam dari yang tadi. Dengan gerakan cepat, dia mendaratkan sikutnya di perutku. Di waktu yang sama, pintu lift terbuka. Membuat wanita itu mendapatkan kesemptan untuk kabur.


“Ugh!!! Sial!” Rintihku pelan mengikuti langkahnya .


Sakia Shen, lihat gimana aku membalasmu nanti!


“Duduk dulu, aku masakin!” ucapnya begitu masuk rumah. Ia langsung mengambil clemek, mengikat tali itu ke belakang sambil membuka lemari pendingin.


Dress rumahan yang sederhana, dengan clemek yang melingkar di pinggang, rambut digelung ke atas. Dia terlihat cantik dan menggoda.


Aku berjalan mendekat, meraih pinggang se/xynya. “Jangan bikin hambar!” ucapku.


“Tapi kamu gak bisa makan pedas!”


“Aku akan belajar menyukainya. Menyukai apa yang kamu suka.” bisikku tepat di telinga.

__ADS_1


Perlu beberapa saat sampai aku mendapatkan respon darinya. Ia membalikkan tubuhnya, dan langsung memelukku. Sikapnya yang tiba-tiba membuat mataku membulat.


“Bisa gak, kamu duduk dan tunggu aku selesai masak?” Dia tak menatapku, hanya berbicara dengan kepala yang di pendam begitu dalam.


“Oke, aku akan duduk!”


Tak masalah, kali ini aku akan patuh. Duduk dengan baik dan bersikap manis. Seperti apa yang di katakan tiga cecunguk itu.


Aku jadi teringat, beberapa hari yang lalu. Tiga cecunguk gila yang memberiku ide. Sepertinya aku harus memberikan sesuatu untuk jasa-jasa mereka.


“Cinta itu, butuh kehilangan baru bisa sadar. Yah, ini sih buat mereka kaum keras kepala. Coba aja kamu ngilang beberapa hari.”


“Kamu perlu memahami dia, baru bisa dapetin cintanya. Dia pengen kebebasan, kasih itu. Gitu aja juga luluh.”


Perkataan mereka membuatku sadar. Terkadang, cinta juga butuh pengorbanan yang klise seperti itu. Nyatanya, ini juga berhasil.


“Jenny? Jam segini masih di rumah Bibi Yu.” Jawabnya dengan tangan yang masih memegang pengorengan. “Bibi Yu membantuku menjaga Jenny kalau lagi ngajar.”


Berperan sebagai dosen, juga ibu rumah tangga, memang ngak mudah. Mau salahin dia karena gak ada waktu buat anak, juga salah. Saat seperti ini, poin yang terpenting adalah posisi kepala rumah tangga.


Kia meletakkan beberapa lauk yang matang ke atas meja. “Ayo makan!” Ajaknya.


Tempat dudukku langsung berpindah. Menghadap beberapa lauk yang cukup menggugah selera.


“Kenapa cuma diliat? Gak sesuai selera?”


“Siapa yang bilang!” Sunggutku mengambil beberapa potong ayam dan langsung memasukkannya ke dalam mulut.

__ADS_1


Rasa asin, gurih dengan sedikit asam juga pedas. Bercampur menjadi satu dan lumer di mulut. Rasa pedas yang tak begitu menyengat, masih bisa di tawar lidah.


“Pedas gak?”


“Lu-lumayan!” jawabku.


Dia berdiri dengan panik, “Aku ambil minum!” Dengan cepat menuang air dan menghampiriku. “Minum dulu!” ucapnya menyodorkan gelas.


Aku mengambilnya dan meletakkan di meja secepat mungkin. Begitu berbalik, segera kutarik tangannya dengan cepat. Hingga membuatnya jatuh di pangkuan.


“Ada yang lebih ampuh dari air minum!”


Tanpa menunggu jawaban. Satu ciuman mendarat tanpa ijin darinya. “Makannya belum selesai!” ucapnya setelah melepaskan panggutanku.


“Aku lebih tertarik memakanmu, Sayang!”


Hal yang jauh dari ekspetasiku, wanita ini mengikuti alur dengan baik. Bahkan mengalungkan dua tangannya di leherku, juga memainkan lidahnya dengan begitu lihai.


“Sudah cukup! A-aku lapar!”


Satu sudut mulutku memincing puas. Bagaimana tidak? Jika kalian ada di posisiku, pasti juga merasakan hal yang sama.



Iye iye bang, tau kok tau. 😏😏


Nikmatin dulu ye, sebelum Jenny pulang merusak segalanya 😂

__ADS_1


Sajen jan lupa 😏😏


__ADS_2