Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 58


__ADS_3

Kia pov


Dari jarak yang gak terlalu jauh, aku bisa melihat punggung lebar itu. Jaket tipis, alas kaki kecil yang bahkan ujung belakangnya saja gak nampak. Tangannya yang sedikit hangat dapat aku rasakan jelas.


Dia berjalan, mengandeng tanganku dengan langkah yang sedikit cepat. Pergi ke jalan raya untuk mencari taxi. Beruntung, kami gak perlu nunggu lama untuk dapat satu taxi kosong.


Meski berada di dalam mobil, duduk bersebelahan. Tangan itu masih mengengam tangaku dengan erat. Sesekali mengusap usapnya agar hangat.


Ingin, sangat ingin bilang ‘maaf’ padanya. Namun napasku hanya sampai kerongkongan, sulit untuk keluar. Terlebih lagi, ekspresinya yang datar membuatku terus menelan saliva kasar.


Akhirnya, suasana tetap hening, bahkan sampai taxi yang kami naiki sampai tujuan.


Aku masih tertunduk, dengan penuh keegoisan yang membumbung. Entah, perasaan ini tak bisa kutekan lebih dalam. Tiba-tiba saja ....


“Mandi dan ganti pakaianmu!” Begitu kalimat yang terucap begitu kami memasuki apartemennya.


Dia memberiku handuk, juga kemeja yang masih terlipat rapi. Sekarang aku baru sadar, bajuku yang kukenakan sudah setengah basah.


“Kenapa bengong?”


Ucapan itu membuatku menaikkan sedikit pandanganku. Dari sana aku dapat melihat jelas ekspresi datarnya juga wajahnya yang sedikit garang.


“Oh, eemm.”


Tak mau banyak bicara, akhirnya memilih untuk menuruti perkataannya.

__ADS_1


Dari dalam, sayup-sayup aku mendengar ia berbicara. Entah pada siapa, aku pun tak ingin peduli.


Baru saja membuka pintu, netra mataku langsung tertuju pada dua mangkuk mie yang ada di meja. Juga lelaki itu yang baru selesai menganti baju.


Dia sempat memandangku sebentar, sebelum akhirnya berjalan kearahku.


“Makan sebelum dingin!” Perlahan kakinya melangkah, hendak masuk ke dalam kamar mandi. Namun, secara sepontan, tanganku menarik bajunya dan membuat dia bertanya.


Dia berhenti, hanya memandangku dengan tatapan dasarnya.


Sedangkan mulutku masih tertutup rapat, tak tau harus mulai dari mana. Sampai pada akhirnya,


“Ma-maf!”


Keberanian yang aku kumpulkan setinggi gunung fuji, juga harus dikeluarkan.


Sekonyong-koyong, dia menepis tanganku. Tanpa melihat, lelaki itu langsung masuk begitu saja.


Tertegun dan melonggo. Tentu saja. Baru pertama kali sejak aku mengenalnya, pertama kali dia memperlakukanku seperti ini.


Harum dari mie dengan kuah pedas dan daging begitu menggoda. Kupukir, setelah kata-kata puitisku, dia akan melunak. Jadi aku bisa makan dengan tenang. Namun kenyataannya ....


Clak!


Pintu kamar mandinya terbuka. Setelah sekian menit aku berdiri dengan memandang mangkuk yang ada di hadapanku. Tiba-tiba di buyarkan oleh suara pintu dari belakang.

__ADS_1


Dua pasang manik mata kami kembali bertemu. Namun tak lama, dia segera mengalihkan pandangannya dariku.


“Kenapa masih bengong!” Dia berjalan mengambil mantel berjalan menuju pintu. Pikiranku melayang, menerka banyak hal.


Apa dia akan pergi?


Segera aku memutar badan dan hendak memeluknya. Namun tiba-tiba kakiku menjadi hilang kendali dan ....


*Bugh!*


Aku terjatuh, dengan kedua tangan yang memegangi celananya. Sontak saja hal itu membuatku mendongak ke atas. Melihat celana panjanh itu sudah melorot. Menampilkan boxer pendek berwarna kuning. Lengkap dengan Pikachu dan kekuatan petirnya.


Rasanya pengen banget ketawa kencang. Mengolok-ngolok dirinya dengan boxer pikachu yang begitu menawan. Namun, begitu aku melihat wajahnya. Aku gak bisa membayangkan adegan selanjutnya.


Apa aku masih bisa bertemu dengan Jenny setelah adegan ini?


“SAKIA SHEN!” pekiknya.



Boxer pikachu gak usah di kasih visual lah ya 😂 othor takut kagak bisa bobok


Jangan lupa sajen dan ritualnya. Dan ... jangan tanya othor abis ngilang kemana.


yang jelas, othor sibuk nyari wangsit 🙈

__ADS_1


Sampe kadang buaya othor masukin🤭


__ADS_2