Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 66


__ADS_3


“Kamu tadi ngomong apa? Aku ngak dengar!” jawab Kia santai di akhiri senyum menyerigai.


Dengan pisau di tangan, siapa yang tidak takut? Kenneth mundur sedikit demi sedikit. “Tadi? Aku cuma tanya, kamu mau masak apa?”


Kia berbalik, melanjutkan memotong bahan-bahan yang akan di masak. “Hujan salju sudah berhenti, petugas mulai membersihkan jalan. Katanya, itu selesai beberapa jam lagi. Jadi aku masak sesuatu yang simpel.”


Kenneth mendengarkan dengan baik. Diam-diam tangannya mengepal. Raut wajahnya berubah dengan cepat.


“Kamu mau kemana? Tukang kunci belum datang.”


Kia menoleh, tapi Kenneth tak berada dalam jangkauan matanya. “Ke rumah orang tuaku.” Nadanya terdengar hambar dan datar. Seolah-olah, kata itu engan keluar dari mulutnya.


“Ucapanmu terdengar engan.”


Kia mendengus, ia kembali menatap bawang daun yang baru selesai di potong. “Kamu cukup peka ternyata.” Wajah Kia menjadi sendu.


“Kamu bisa jemput Jenny dan tinggal di sini. Musin dingin tahun ini ngak menentu, suhu bisa tiba-tiba turun.”


“Gak bisa! Kita berdua masih lajang.”

__ADS_1


“Kalau gitu, aku cari tukang kunci biar kamu nyaman!”


Kia berbalik badan, menatao Kenneth yang berdiri di belakang. Sudut-sudut bibirnya terangkat, dengan senyum manis ia berterima kasih. Kenneth melangkah ke depan, melingkarkan satu tangannya di pinggang Kia, menariknya dengan cepat dan mendaratkan bibirnya. Lidahnya begitu lihai, menyusup di antara bibir, membuka pagar gigi putih dan menjelajah ke dalam tanpa permisi.


Manis sekali, sangat manis. Lebih manis dari gula dan madu. Namun tak membua eneg, justru membuat keduanya semakin ketagihan. Kia dapat merasakan napas Kenneth yang begitu hangat, sedang menyapu wajah yang tadi sempat membeku. Seolah sedang melelehkan sisa es tipis di atas permukaan kulit.


Kenneth melepaskan panggutannya saat menyadari napas Kia terengah-engah. Ia mengusap bibir Kia yang sedikit basah dengan ibu jari. Gerakannya sangat lembut, seolah sedang memoles porselen mahal.


“Kenapa kamu manis banget?” ucapnya.


Wajah Kia merah padam, sekonyong-konyong mendorong tubuh Kenneth menjauh. “Aku mau lanjut masak!” Nada bicaranya terdengar gugup.


Kia hanya melirik. Ia tak berkomentar apa pun dan langsung memberinya wortel untuk di kupas. Kenneth mengambil satu wortel yang berukuran cukup besar, memandanginya beberapa saat. Kia diam-diam tersenyum, memperhatikan pacarnya yang terlihat bingung.


Jelas sekali, dia bisa menebak ekspresi Kenneth, hingga ia bertaruh dengan percaya diri. “Aku kasih hadiah besar kalau dia bisa mengupas tanpa bertanya.” batinnya sedikit angkuh.


Beberapa menit berlalu, dan hasilnya ....


Kenneth dengan wajah bangga memamerkan satu buah wortel yang telah di kupasnya. Wortel yang bentuknya tak lagi mulus, sudah cacat di mana-mana. Kia berusaha keras menahan tawa, usai melihat bentuk wortel.


“Kasihan sekali wortelku ini!” Goda Kia mengelus-elus wortel dengan lembut.

__ADS_1


Kenneth menyipitkan mata, dahinya berkerut, bibirnya manyun. Kia melihat itu langsung tertawa lepas. “Oke oke, lanjut ya!” Ia meletakkan bawang bombai di atas papan kayu. “Potong ini jadi empat bagian. Kupas dulu kulitnya.”


“Ini mudah!” Jawab Kenneth dengan nada sombong.


Kia melirik lagi, melihat Kenneth yang baru selesai mengupas bawang. Matanya terlihat merah dan berair, hidungnya juga terlihat basah. Senyum puas kembali terukir di wajah wanita muda itu. Terutama saat ia melihat Kenneth mengusap mata dengan lengan.


Tak tega melihat itu, Kia berinisiatif membantu. Ia menarik baju Ken dan membuat lelaki itu berdiri menghadap dirinya. Dengan punggung tangan, mengusap mata Kenneth dengan lembut dan hati-hati.


“Sudah oke kan?”


Kenneth melihat sebuah kesempatan emas di depan mata dan tak mau kehilangan. Berlagak seperti kucing manja, menempelkan kening di dada Kia. Beberapa kali mengusap wajah itu ke dua benda empuk nan kenyal.


“Ken, kamu jangan macam-macam!”



Kenn emang gitu ya, tau aja tempat yang enak buat ndusel 😂


Sajen dan Ritualnya, jangan sampe di lupain kek janjinya mantan. 🙈 Ini novel jangan cuma baca doang, sekali kali othor yang gak cantek ini di kasih jempol, hadiah, atau vote. Biar othor bisa mendoakan kalian yang baek-baek.


Contohnya, “Semoga yang baca rezekinya ngalir kek aer mancur, rezeki Othor juga lag. Sehat-sehat terus, yang udah nikah semoga langgeng. Yang belum, tetep semangat, semoga bulan ini halal.”

__ADS_1


__ADS_2