Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 92


__ADS_3

Tatapan mata itu, seperti mata seekor elang yang sudah membidik mangsanya. Bahkan hanya dengan tatapan saja, mampu membuat mangsanya beku dan tidak bisa bergerak. Sama seperti sekarang.


Dia membelai wajah Kia dengan tangannya yang basah dan dingin. Terasa cukup nyaman saat menyentuh pipi Kia yang hangat. Jemari nakal perlahan turun, memegang ujung dagu, dan mendekatkan bibirnya.


Waktu seakan berhenti beberapa saat. Melihat dua insan yang saling terpesona satu sama lain. Sampai pada akhirnya, sang istri berinisiatif lebih dulu. Mendekatkan bibirnya dan mencumbu sang suami. Salah satu tangannya menjelajah, memegang dada Kenneth, dan perlahan turun merasakan roti sobek delapan kotak.


Tangan hangat milik Kia, seakan mencairkan lapisan es tipis pada bagian tubuh yang baru saja di pegang. Bahkan secara naluriah meningkatkan hormon terlarang milik Kenneth, membuat lelaki itu semakin memperdalam ciumannya.


Satu langkah diambil dengan cepat, Kenneth merubah posisi bibirnya. Mulai menikmati inci demi inci leher jenjang Kia, meninggalkan ruam merah yang katanya stampel cinta. Tubuh yang tadinya dingin terselimuti es tipis, kini telah mencair, menjadi lebih hangat dan lawannya semakin panas.


Lelungan tipis mulai terdengar di telinga Kenneth. Rintihan yang sedikit ditahan, membuat mercusuar miliknya mulai menyalakan lampu tanda bahaya.


‘PERINGATAN! Jika diteruskan akan bahaya!’


“Hen-tikan, cukup Kenneth!” Suara Kia terdengar serak-serak basah, cukup merdu, dan sedikit mengusik lelaki itu.


“Je-Jenny nanti dengar, hentikan!” Pinta Kia sekali lagi.

__ADS_1


“Kita bisa pesan satu kamar lagi.”


“Nanti malam, oke. Aku janji, Keent.”


Nanti malam, jamurku sudah tumbuh besar, tapi harus menunggu nanti malam?


Kenneth tak peduli, bahkan saat lelungan Kia semakin terdengar jelas di telinganya, ia semakin engan melepaskan. Sampai akhirnya, Kia memohon untuk sekali lagi dengan suara sendunya.


“Please, Sayang ....”


Panggilan ‘Sayang’ dari Kia membuat Kenneth berhenti. Ia mendongakkan kepala, menatap mata Kia yang berbinar-binar. Sorot mata Kia membuat lelaki itu tak berdaya. Akhirnya, dengan gaya Gentelmen, membetulkan bathroobs Kia yang acak-acakan sambil berkata, “Ingat baik-baik, aku akan menagihnya malam ini!”


Kia menaikkan satu alis dengan heran. Ia tak menyangka, kalau Kenneth akan jadi terbuka dan terang-terangan saat membahas hal tabu. Demi bisa lepas dari target mangsa, Kia hanya bisa mengiyakan ucapan Kenneth.


“Iya, Sayang.” Kia mengalungkan dua tangannya di leher Kenneth, lalu berbisik dengan suara merdunya, “Janjiku malam ini.”


Dua sudut bibir Kenneth terangkat, perasaan puas membuatnya terpaku. Sampai ia tidak menyadari, jika Kia sudah meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


“Wanita licik, cihh!!”


Kenneth berbalik, berjalan ke arah shower, lalu melepaskan celananya.


“Aaahh ... anak malang, kamu harus sabar sampai nanti malam.” Gerutunya melihat jamur King Oyster miliknya sudah tumbuh besar.


Setelah membuat King Oyster miliknya puas dengan sabun dan tangannya sendiri, juga setelah tubuhnya bersih dan wangi. Ia keluar dari kamar mandi dengan perasaan sedikit jengkel. Namun saat netra matanya melihat Kia tertidur sambil memeluk Jenny, perasaan jengkel itu perlahan menghilang.


Seperti bunga matahari yang baru saja bertemu sinar mentari setelah semalaman layu. Dia merasa cukup bahagia, bahkan lebih bahagia dari anak kecil yang mendapatkan permen.


Ia berjalan mendekat, kemudian mengigit daun telinga Kia. “Rasakan!” Gerutunya dalam hati.


Kia sudah terlalu pulas bergelut dengan bantal, hanya mengeliat tanpa membuka mata.



Othor mau meracik bubuk dulu buat entar malem. King oyster paling enak di bakar trus di cocol sama lada hitam + madu 🤭🤭

__ADS_1


Like jangan sampe lupa!!!


__ADS_2