Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 104


__ADS_3

Kia Pov


Dulu, pernah membayangkan pernikahan sederhana dengan tema out door. Bunga hidup yang di hias di sepanjang jalan setapak. Kursi kayu sederhana, kelopak mawar yang tersebar di bawah. Ahh ... cantinya.


Namun sekarang, aku tidak terlalu mempermasalahkan lagi. Lagi pula, apa salahnya kalau hanya mendaftar ke catatan sipil?


Bersamanya saja, cukup membuat hatiku bahagia. Cara dia mencintai dan menjaga Jenny, hatiku sudah cukup puas. Apa lagi yang aku inginkan?


Hari ini baru saja pulang. Baru bisa memasak makanan untuknya. Bahagia pastinya.


Namun, aku melihatnya bersedih. Hatiku terasa lega mendengar alasannya.


Sebelumnya, aku mengira sudah mengenal dirinya dengan baik, tapi rupanya ‘tidak’. Dia seperti kue yang berselimut gula. Manis dari gula-gula itu, aku sudah tahu rasanya. Namun, kue yang ada di dalam, sepertinya aku belum tahu bentuk dan rasanya. Begitu pun kehidupan pribadinya.


Saat dia berkata ingin memperkenalkan aku dengan ibunya. Hatiku sedikit kacau. Aku tidak pernah punya kesan baik dengan orang tua. Bahkan, dengan ayah sambungku saja tidak.


Jadi, aku harus bagaimana besok?


Memikirkan saja sudah membuat kakiku lemas.


Haahh ....


Baru selesai menidurkan Jenny, lalu kembali ke kamar. Selesai berberes, entah kenapa aku menemukan pemandangan yang begitu menggoda. Tubuh atletis dengan delapan lipatan roti sobek. Ah ... mendadak lapar.


Baru membayangkan menggoda dia, malah aku di buatnya malu. Laki-laki ini memang sia lan. Belum puas dengan itu, dia lanjut menggodaku lagi. Menekan tubuhku dengan burung yang sudah siap untuk terbang.


“Ma-mau ngapain?” tanyaku.


“Menggolah jamur.” Katanya.


“Jamur? Jamur apa? Gak ada jamur di sini!”


“Kata siapa?” Dia melihat ke bawah, kebagian sensitif yang ku rasa itu sudah siap untuk bertempur.

__ADS_1


Ku lepas belitan handuk di pinggang, lalu perlahan menggodanya. “Boleh, kebetulan Jenny butuh teman bermain.”


“Oh ... sepertinya, istriku berinisiatif sendiri.”


Benar ... aku yang berinisiatif. Kali ini, aku ingin memakanmu, bulat-bulat, tanpa hidangan pembuka.


Bermain di dada bidangnya memang menyenangkan. Merasakan setiap otot-otot kekar yang sedikit keras. Dulu, aku membayangkan roti sobek itu, rasanya bakal seperti roti sobek pada umumnya. Lembut, dan gampang di sobek. Kenyataanya, roti ini sedikit alot, bahkan keras.


Tapi ... aku suka.


Menyentuh tiap lekukan, membuat suhu dalam tubuhku naik dengan tajam.


“Kamu terus menggodaku seperti ini. Jangan salahin aku kalau lebih kasar.”


Ah ... rasanya aku tak peduli. Mau kasar, mau itu gaya slowmo, whatever you want. Keinginanku hanya ingin bermain sampai puas bersamamu.


Satu persatu, ku nikmati setiap inci dari tubuhnya. ******* bibirnya, membuat tanda di lehernya, bermain dengan analog kecil yang cukup menggemaskan. Juga, bermain dengan jamur kebanggaannya.


Dari dulu cukup penasaran dengan rasa jamur king oyester miliknya. Saat pertama ku jilat ... itu sedikit asin, iya sedikit.


Dia menarik tanganku dengan cepat, membuat tubuhku otomatis jatuh begitu saja di atas ranjang. Dua pasang mata itu menatap seperti rubah licik. Perlahan mengeluarkan sihir dan menekanku.


Menurutlah ... patuhlah ...


Tatap matanya terlalu terpesona sampai aku tak sadar, dia sudah melepas pengait kaca mata kuda milikku. Lalu, dengan cepat menanggalkan helai demi helai.


Baru sebentar menarik napas panjang usai berperang lidah. Bibirnya judah berpindah, menyusuri jalur pendakian dua gunung kembar. Tak lupa juga meninggalkan jejak. Belum selesai sampai di sana. Bibir tipis sedikit dingin, bermain lincah dengan buah kenyal sumber kehidupan.


Menjilat, menyesap, seperti bayi yang kelaparan.


Belum lagi, tangannya yang sudah menjelajah masuk ke dalam gua. Gua yang sejak tadi terasa sedikit basah dan lembab. Rasa tak nyaman, tapi cukup enak, saat dia memainkan jari jemarinya di sana. Membuat seluruh tubuhku gemetar.


Terutama, saat dia membenamkan kepalanya di pangkal paha. Bersembunyi dalam gua yang tak terlalu rimbun.

__ADS_1


Ada getaran nikmat yang tidak bisa di jelaskan. Bahkan tak mampu lagi ku tahan. Aku ... ingin sekali mendesah dengan keras.


“Kennet ... aaahhhh ...”


Hanya mampu mengeluarkan lelungan kecil. Kala teringat Jenny yang sedang tertidur. Takut, nanti dia akan terbangun dan mencariku.


Rasa nikmat bertambah kala dia memasukkan jamur kebanggaannya ke dalam gua. Seakan memacu adrenalin di arena pacuan kuda. Menusuk, menarik, menusuk lagi.


Beneran gak tahan ...


Dia memasukkan tangannya ke dalam mulutku. Seolah mengerti situasi yang ku hadapi saat ini. Aku mencoba membalikkan ke adaan. Membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai mengambil kendali.


Rasa sakit yang sedikit menusuk, namun masih dapat di tekan oleh rasa nikmat. Mungkin seperti itu yang bisa aku jelaskan.


Seluruh tubuh terasa penuh gelora. Seperti ada sesuatu yang menjalar ke seluruh aliran darah. Menyentil sesuatu dan membawaku terbang menyentuh klimx.


“Ahh ... Kennt ... Aaagghh. Aku sampai puncak, Sayang!”


Sesuatu yang tadi menjalar tiba-tiba lepas. Bersamaan dengan dorongan kuat dari jamurnya miliknya. Menebar bibir jamur dan membuat gua semakin lembab dan hangat.


“Kamu hebat, Sayang. Aku jadi ingin mati di atas tubuhmu!”



Halah bang Kenn... sok sokan bilang


"aku pengen mati di atas tubuhmu"


Bilang aja keenakan sama servic Kia 🤣🤣


Panas nihh, othor mendadak gerah.


Kopi dongggggggg

__ADS_1


Gak ada yang mau ngasih kopi nih?


VOTE deh kalau gitu. Othor tungguin nih, biar semangat lagi ngepetnya.


__ADS_2