Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 78


__ADS_3

“Jenny lapar ....”


Dua kata yang keluar begitu saja dari bibir munggil nan polos seorang gadis kecil. Saat itu, entah Jenny yang terlalu canggung atau memang itu perkataan jujur. Pikiran mereka berdua terngiang pertanyaan yang sama.


Kia mendorong tubuh Kenneth dan cepat-cepat menggendong Jenny. Cara itu ternyata sangat ampuh untuk menghindar dari terkaman serigala lapar.


“Jenny lapar? Mommy akan membawamu turun untuk makan!” Ajak Kia dengan ekspresi canggung di wajah.


Kenneth menarik tangan Kia dan menghentikan langkahnya. “Gak perlu turun! Biar mereka yang mengantar sarapannya kemari.”


Kia terdiam sesaat. Turun ke bawah sebenarnya adalah siasat untuk melarikan diri, menghindari Kenneth menatap wajahnya yang tengah memerah. Namun kenyataannya siasat itu di cekal sebelum berhasil dia gunakan.


“Ka-kalau begitu, bantu aku jaga Jenny sebentar!” ucap Kia sambil menurunkan Jenny. Lalu, berlari tergesa-gesa masuk ke kamar mandi. Menyembunyikan wajahnya sebaik mungkin di balik pintu.


Satu sudut bibir Kenneth meninggi. Sekian kali ia melihat Kia tersipu malu, tetapi baru kali ini merasa ekspresi Kia sangat lucu.


Beberapa menit Kia menunggu di dalam kamar mandi. Kenneth yang sedikit khawatir pun mengetuk pintu. “Sudah setengah jam, sampai kapan kamu sembunyi?” ucapnya santai.


“Si-siapa, siapa yang sembunyi!” Teriak Kia masih enggan membuka pintu dan keluar.

__ADS_1


“Perutmu bermasalah?” goda lelaki yang pura-pura lugu, tak mengerti suasana.


Kia dari dalam langsung terperanjat dan membuka pintu. “Apanya yang sakit!” Matanya menatap tajam ke arah Kenneth. Marah, jengkel, sebal dan tak suka. Namun, lelaki bermarga Lee justru semakin ingin menggodanya.


Ia dengan santai melangkahkan kakinya ke depan. Membuat Kia terpojok dan tak berkutik. Lalu, dengan polos dan bernada santai dia mulai menggodanya. “Kalau begitu, kamu sedang apa di dalam, sampai wajahmu memerah seperti itu?”


Netra mata Kia membulat. Baru pertama kali dia digoda dan dipermainkan seorang pria hingga seperti ini. Terpojok, tak berdaya. Hanya mampu menyimpan wajah meronanya dalam-dalam.


“Room Servic.”


Suara seseorang begitu lembut, terdengar seperti sorang wanita. Ketukan pintu dari luar membuat Kia punya kesempatan untuk mendorong Kenneth dan menjauh.


Seorang wanita berdiri di depan pintu dengan senyum lebar. Seakan tak bersalah karena telah menggagalkan moment indah pemilik kamar.


“Sarapan Anda, Tuan.” ucap wanita itu.


Kenneth membiarkannya masuk ke dalam untuk mengantarkan sarapan. Kia buru-buru menjadi sok sibuk melayani Jenny. Alasan apa lagi yang bisa dia dapatkan?


Sesekali matanya memandang Kia. Gadis yang menurutnya sangat cantik dan menggoda. Sedang duduk di depannya dengan mngnakan bathrobs putih. Bibir kecil berwarna pink polos, perlahan terbuka, menerima sesuap roti panggang dengan sedikit selai.

__ADS_1


Kenneth terus memperhatikan, wanita cantik yang sedang menikmati sarapan. Beberapa kali melihat anaknya makan sereal dengan baik.


“Apa itu enak?” tanya Kia kepada Jenny.


Hal-hal indah terlintas di kepala. Tentang sebuah keluarga kecil, hidup bahagia bersama. Saling menggoda dan bercanda, melewati puluhan tahun tanpa sesal.


Namun, bagaimana dia melalui proses di awal?


Apa Kia bisa menerima Kenneth yang dulu pernah membuang kecebong di rahimnya, dan pergi begitu saja?


Kerutan di kening Kenneth sedikit demi sedikit terlihat sangat jelas. Dia terlalu banyak berpikir, sampai lupa, wanita itu masih duduk di hadapannya dengan senyum lebar.


“Aku terlalu banyak berpikir!” batinnya.



Bab selanjutnya meluncur 🛬🛬


Jangan lupa, sajen dan ritual wajibnya!

__ADS_1


__ADS_2