Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 11


__ADS_3


Kenneth pov


Dari sekian banyak tempat untuk berbincang, wanita ini justru memilih Bar. Aku mencari hampir ke segala sudut. Ternyata dia dengan santai duduk di depan meja bartender dengan rokok yang terselip di jemarinya.


Hah! Gadis nakal!


“Dimana rumahmu?” tanyaku sambil membopong tubuhnya keluar dari Bar.


“Rumah? Tentu saja aku gak bawa! Apa kamu kira aku siput yang membawa rumah di pungung?”


Aku benar-benar gila jika terus berbicara dengan wanita ini yang sedang mabuk. Jika bukan tempat umum, aku mungkin sudah melahapnya bulat-bulat.


Sabar ... sabar.


“Jadi, dimana aku harus mengantarmu?” tanyaku lagi. Jika sekali lagi dia menjawab dengan asal, sudah ku pastikan akan membawanya pulang dan memasukannya ke kandang Kitty.


“Apartemen ....” Dia menjawabnya dengan baik. Sepertinya malam ini aku gagal membawanya pulang ke rumah.


Tidak masalah, waktu kita sangat panjang. Bukan begitu, Sayang?


Gedung dengan dua puluh lantai, menjulang di antara gedung-gedung bertingkat yang lain. Dengan beberapa lampu di jendela yang masih menyala, dan sebagin lagi sudah mati. Katanya ini apartemen, tapi menurutku, rumah susun di pinggir kota justru lebih baik dari segala hal yang ada di sini.


Kamar 2123. Ku tatap pintu yang ada di hadapanku sudah begitu usang. Beruntung, akses pintu sudah smartlock, tidak perlu membawa kunci kemana pun.

__ADS_1


“Berapa kode aksesnya?” tanyaku.


“Kode akses? Untuk apa? Kamu mau mencuri di rumahku!” Dia melepaskan diri dan mendorong tubuhku. Langkah kakinya sempoyongan, tetapi masih cukup stabil untuk menekan kode akses.


Harum semerbak dari bunga lotus, dengan campuran mint menyebar keluar begitu pintu setengah reot itu terbuka. Beberapa mainan anak tertata rapih di sudut ruangan.


Sepertinya dia tahu bagaimana merawat rumahnya.


“Apa yang mau kau tanyakan?” tanyanya sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Aku mengira wanita ini tengah mabuk berat hingga lupa segalanya. Namun ternyata, aku salah besar.


Aku mengajukan beberapa pertanyaan yang tergolong sulit di tebak, dan yang membuat aku heran. Wanita ini, dengan mata yang tertutup dan gaya santainya merebahkan diri di sofa, bisa menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan.


Berapa sebenarnya IQ wanita itu?


Perkataannya yang seperti ini membuatku ingin ... ingin melahapnya utuh!


“Jenny, mommy pulang.” Ucapan dari mulutnya kali ini terdengar lebih lembut, sangat lembut hingga membuatku tersadar.


Wanita ini, dia punya kepribadian ganda, kah?


Dari sekian banyak sudut, juga sekian banyak dinding, aku tidak melihat satu pun yang menunjuk pada kehadiran pria lain. Tampaknya anak itu memang benar anakku.


Apartemen ini tergolong kecil, tapi ada dua kamar di sini. Aku membuka gagang pintu dengan hiasan boneka kecil. Kamar ini penuh dengan boneka, juga tempat tidur kecil berukuran 140 centimeter. Mataku tertuju pada sebuah foto yang ada di meja. Foto seorang ibu yang menuntun anaknya berjalan.


Sangat manis, manis sampai aku merasa pilu.

__ADS_1


Aku berhutang banyak waktu pada kalian. Selanjutnya, ngak peduli apa yang terjadi, kalian akan ada di bawah lindunganku!


“Sedang apa kau disana?”


Suara seorang wanita terdengar dari ambang pintu, membuatku menoleh seketika. Kia tengah berdiri dengan tubuh yang masih sempoyongan, mata sayu yang dipaksa terbuka. Aku meletakkan kembali foto itu dan menghampirinya.


“A-aku mencari toilet!” elakku sedikit gugup.


“Itu ada disebelah sana!” Ia menunjuk ke belakang, ke arah pintu yang berada di dekat dapur.


Baru saja hendak pergi, wanita ini tiba-tiba hilang keseimbangan dan jatuh tepat di atasku. Entah sengaja atau tidak, aku suka saat dia berada di atasku seperti ini. Tiba-tiba saja ....


Hoek ....


“S-A-K-I-A S-H-E-N!!”


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Alamak 🙈 sabar ye bang Kennt. Si Kia emang begitu 😂


Jangan lupa Like


Pokoknya jangan lupa 👍🏻


Dapet like aja udah seneng kok, apa lagi baca komen kalian 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2