Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 123


__ADS_3

Sinar mentari pagi menerobos masuk melewati tirai tipis. Cahayanya jatuh di atas lantai granit tebal berwarna putih. Tidak hanya cahaya mentari, semilir angin pun turut menerobos masuk dari jendela yang terbuka. 


Kenneth menggandeng tangan Kia keluar dari kamar menuju meja makan. Melihat beberapa orang berjejer di sekitar meja makan, membuat Kia bertanya.


"Dia kepala pelayan, kamu bisa memanggilnya G." Kenneth menunjuk seorang wanita muda berusia 40 tahun.


"Sedangkan dia, koki utama yang akan memasak makanan kesukaanmu. Ada juga supir, juga pengurus rumah." 


"Selamat pagi, Nyonya," sapa mereka semua kompak, yang langsung mendapat balasan ramah dari Kia.


Senyum yang menggembang di wajah Kia, jelas menyampaikan maksud yang lain. Pada akhirnya membuat mereka semua pergi dari sana.


"Kamu tidak senang?" tanya Kenneth memandangi Kia.


"Bukan begitu. Ini semua terlalu berlebihan. Kenapa kamu menyiapkan sebanyak ini?"


Kenneth menyingkap helai rambut yang ada di pelipis Kia, dan menyelipkannya ke belakang telinga. Setiap gerakan seperti syarat akan makna. Perlahan demi perlahan, seperti sedang menikmati waktu bersama.


Karena aku tidak bisa menjagamu lagi. Hanya ini yang bisa aku siapkan untukmu dan Jenny.


"Kenapa? Aku yang mengaji mereka."


Kia berjalan meninggalkan Kenneth dan duduk di kursi. "Boros!" balas Kia singkat sambil mengambil salad.


"Aku hanya memperluas lowongan pekerjaan. Meminimalisir pengangguran." Kenneth mengikuti Kia, duduk di kursi.

__ADS_1


"Cuma alasanmu saja kan? Mereka semua professional, siapa yang gak cari pekerja seperti mereka?"


Kenneth tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kali ini dia kalah telak berdebat dengan istrinya. Dia hanya bisa tersenyum, sembari menikmati sarapan yang sedikit terlambat.


Baru sebentar mereka menikmati sarapan. Tiba-tiba dering ponsel mengalihkan perhatian mereka. Kenneth sempat melirik, melihat ponsel yang menyala, memperlihatkan sebuah nama.


"Lambat," ucap seorang pria yang terdengar jelas di telinga saat Kenneth menjawab panggilan.


"Ini masih pagi," balas Kenneth acuh tak acuh.


"Pemalas!" umpatnya lagi. "Satu jam, aku tunggu dirumah. Bawa juga dia!"


Kenneth mengangkat kepalanya, lurus sejajar memandangi Kia. Belum sempat dia menjawab, pria yang menghubunginya kembali berbicara.


Pundak-pundak Kenneth bergerak, berbarengan dengan dadanya yang membusung, juga hela nafasnya yang terdengar cukup berat.


"Kenapa, Kent?" tanya Kia penasaran kala mendengar hela napas panjang sang suami.


"Sepertinya, aku perlu mengajakmu ke suatu tempat lagi." 


"Kemana?" 


Lagi-lagi Kenneth memandangi istrinya dengan senyum lebar. Seakan berencana merahasiakan tujuannya, sama seperti semalam. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Kia mengetahuinya lebih dulu.


"Apa kau akan membawaku bertemu Jenny?"

__ADS_1


"Emm … mungkin." Kenneth mengangguk pelan.


Mendengar jawaban Kenneth, Kia sontak berdiri dari duduknya dengan perasaan gembira. "Aku segera bersiap, Sayang. Tunggu ya!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Kenneth.


Senyum masih terukir di wajahnya, saat Kia pergi begitu saja. Ia meletakkan pisau dan garpu yang sejak tadi dipegang dengan putus asa. Laku, bersandar di kursi sembari memandangi punggung istrinya yang berlari pergi seperti anak kecil.


Bahagia dan patah hati dalam waktu yang bersamaan, ternyata seperti ini. 


Seandainya kamu tau kita akan berpisah demi Jenny, apa kamu bisa sesenang ini, Sayang?


Dia duduk, memegangi dadanya yang terasa tidak nyaman. Mungkin, ini kali pertama baginya merasakan patah hati.


...☆TBC☆...



Judul: Mengejar Cinta Guru Tampan.


Karya : Ponn Ponn


Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.


Nayra lama-kelamaan mulai jatuh Cinta dengan sang guru, walau umur mereka bedah jauh, tapi Nayra tidak peduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut.


Akankah Cinta Nayra diterima? Atau justru Cintanya tersebut akan bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


__ADS_2