Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Episode 4 Hari Pertama Setelah Menikah


__ADS_3

Vila Edward Wirawan


"Akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan tiba juga di villa pria sombong ini, lelah nya" batil emili


"Emili memperhatikan halaman villa tersebut dia dibuat takjub oleh pemandangan sekitar.


Luar biasa pemandangan di sini sungguh indah, pohon-pohon yang rindang, bunga-bunga yang indah, udara yang begitu segar dan bersih jauh dari polusi dan bising nya kota sungguh luar biasa. Masya allah pemandangan yang sungguh menakjubkan seperti nya gue bakal betah tinggal di sini " batil emili


" Emiliiiii !!!" terdengar suara terikan Edward yang membuatnya tersadar dalam lamunan.


" Kaget gue !!! , lo kalau ngomong bisa gak sih pelan gue juga denger !! " jawab Emili kesal


" Dari tadi gue panggil-panggil lo tapi lo diem aja !! Budek lo ya?? " Bentak Edward


" Mulai hari ini loe tinggal di sini, loe tidur di kamar tamu di atas dan loe haru bantu pekerjaab bik nana di sini. Nanti bik Nana akan jelasin semua yang loe harus kerjain di rumah ini jangan loe males-malesan semua gak ada yang Gratiss !!! Inget Itu !!! " tambah Edward


" Bik Nana !!! " teriak Edward


" iya Tuan" jawab bik Nana


" Bik mulai hari ini Emili akan bantu bibik ngurus rumah bibik jelasin apa aja pekerjaan dia dan jangan sampai ada yang terlewat" Ucap Edward


" Iya Tuan., tapi Tuan Non Emili kan istri Tuan Edward Kenapa di suruh bantu pekerjaan bibik?? bibik bisa ko ngerjain semua pekerjaan bibik sendiri Tuan " jawab Bik Nana


" Udah bibik gak usah banyak tanya, lakuin aja apa yang saya suruh !!! " jawab Edward kesal


" Baik Tuan. Bibik mengerti" jawab Bik Nana singkat.


Bik Nana tidak mau membuat Tuan nya makin kesal karena dia tau bagaimana sifat seorang Edward Wirawan.


Dia tidak bisa di bantah semua yang dia suruh harus segera di lakukan.


" Ya sudah saya mau ke kantor dulu bik" ucap Edward


" Tuan gak sarapan dulu?? itu udah bibik siapin." jawab Bik Nana


" Udah bik Gak usah saya buru-buru " ucap Edward singkat


Edward bergegas pergi menuju kantor tanpa menghiraukan keberadaan Emili.


" Non Emili ayo bibik anter ke kamar " ucap Bik Nana


" iya bik ayo, Emili juga capek banget bik pengen istirahat, oya, bik barang-barang Emili masih di mobil , Emili Ambil dulu ya bik sebentar " ucap Emili


" udah gak usah Non nanti di ambilin sama Mang Dadang, non Emili ke kamar saja yuk biar bisa istirahat " ucap Bik Nana


" Iya bik , Makasih ya bik " jawab Emili


" Bik nanti bibik jelasin ya ke Emili apa aja yang harus Emili Kerjain di sini " tambah Emili

__ADS_1


" Udah Non Emili gak usah ngerjain apa-apa biar bibik aja, kan Non Emili Nyonya rumah gak pantes lah Non " ucap Bik Nana


" Gak papa Bik, nanti Emili bantu ngerjain pekerjaan rumah bik, nanti kalau Emili gak kerjain takut Edward marah sama Bibik, Emili gak enak bik. " jawab Emili


" Non Emili baik banget sih, ya sudah Bibik anter ke kamar yuk biar Non Emili bisa istirahat." ucap Bik Nana


" Baik bik. " balas Emili


Kamar Tamu


" Non ini kamarnya, tadi bibik udah beresin kamarnya nanti kalau Non butuh apa-apa panggil bibik aja ya, met istirahat ya Non " ucap Bik Nana sambil pergi meninggalkan Emili


" Wahhh!!!! sungguh kamar yang begitu besar!!


fasilitas kamarnya juga seperti hotel bintang lima luar biasa!! gue rasa pria sombong ini benar-benar kaya raya!! udah ah ngapain gue mikirin pria itu mending sekarang gue tidur menikmati ranjang empuk ini mumpung pria sombong itu sedang di kantor " batin Emili


Perlahan Emili menutup mata dan terlelap memasukin alam mimpinya..,


Tanpa terasa waktu sudah pukul 15:30 Emili masih terlelap dalam tidurnya.


" tok tok tok !! Non ayo bangun makan dulu, dari tadi kan Non Lom makan " ucap Bik Nana dibalik pintu


Emili perlaham membuka mata nya mendengar ketukan pintu dari luar.


" Iya bik, nanti Emili kebawah Emili mau shalat Ashar dulu bik " jawab Emili


" Baik non, bibik kebawah dulu ya" balas bik Nana


Emili pun bangun dan segera melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.


Emili segera kekamar mandi membersihkan diri dan berwudhu.


Emili termasuk wanita yang soleha walaupun dia belum menutup aurat tetapi shalat dia tidak pernah tinggal.


Dia selalu melaksanakan shalat tepat waktu.


Setelah selesai menjalankan kewajibanya Emili pun pergi ke ruang makan.


" Bik maafin Emili ya gak bantu bibik masak tadi Emili ketiduran bik, besok pasti Emili bantu bibik " ucap Emili merasa bersalah


" Udah Non gak usah, bibik bisa ko ngerjain nya sendiri, sekarang Non Emili Makan dulu nanti keburu dingin makanan nya " jawab Bik Nana


Emili pun langsung menghabiskan hidangan yang di siapak Bik Nana


" Bik makasih banyak makananya, makananya enak Bik, nanti ajarin Emili masak ya bik biar bisa masakin Edward " ucap Emili


" Iya non, nanti bibik ajarin " jawab Bik Nana


Emili pun langsung membereskan meja makan tersebut. walaupun bik Nana Melarang tapi Emili tetap saja membantu Bik Nana

__ADS_1


Emili sudah biasa melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, mencuci dll karena selama dia tinggal bersama paman Robert itu sudah rutiritas sehari-hari.


Emili membantu Bik Nana dengan semua pekerjaan rumah dan juga memasak makan malam untuk Edward.


mereka memasak sambil mengobrol serta bersenda gurau.


Emili bersyukur di rumah Edward ada sosok Bik Nana, bik nana begitu baik Emili merasa tidak kesepian walaupun harus tinggal bersama Edward.


" Bik akhirnya pekerjaan kita selesai, makan malam juga sudah siap tinggal tunggu Edward pulang ya bik" ucap Emili


" iya non, sebentar lagi tuan pulang non. biasanya Tuan pulang sebelum magrib atau kalau lembur tuan bisa pulang tengah malam. " jawab bik nana


" ya sdh bik, Emili mandi dulu ya sebentar lagi juga magrib sekalian mau shalat magrib" jawab Emili.


" iya non, bibik juga mau mandi dan siap-siap shalat magrib" ucap Bik Nana


mereka pun segera membersihkan diri dan bersiap shalat magrib


setelah selesai shalat magrib bik nana dan emili mengobrol di ruang tv.


bik nana memilih berdiri sambil mengobrol tetapi Emili menyuruh bibik nana duduk bersama. awalnya bik nana sungkan karena tidak pantas tetapi emili bersikeras akhirnya bik nana pun menyerah.


Karena terlalu asik mengobrol emili dan bik nana tidak sadar Edward Pulang.


" Bik.., Bik Nana" panggil Edward


" iya tuan " jawab bik nana sambil bergegas pergi ke asal suara Edward


" bik saya lapar, bibik masak apa? " tanya Edward


" Hari ini bibik tidak masak tuan tapi non emili yang masak, bibik siapin angetin dulu ya biar tuan langsung makan" jawab bik nana


" ya sudah bik Edward, bersih-bersih badan dulu" jawab Edward


Bik Nana adalah orang kepercayaan keluarga Wirawan dia juga yang membantu mengasuh Edward sejak bayi.


Bik Nana sudah menghabiskan separuh hidupnya untuk mengabdi di keluarga Wirawan.


Edward pun sangat dekat dengan Bik Nana melebihi dekat dengan orang tua kandungnya.


Karena orang tua Edward sangat sibuk sejak bayi bik Nana yang merawat dan membesarkan Edward.


Edward pun sudah menganggap bik nana sebagai ibu nya sendiri.


kebetulan juga bik nana hidup sebatang karang tidak ada sanak keluarga dan bik nana pun sampai saat ini tidak menikah.


kemana pun Edward selalu ada bik nana karena Edward sudah seperti anak kandungnya sendiri.


# mohon maaf kalau selalu telat update karena pekerjaan yang menumpuk.., hehe

__ADS_1


# semoga selalu suka cerita ini


# tolong komen dan juga kasih saran supaya lebih semangat dalam menulis dan juga agar bisa memperbaikin tulisan Saya


__ADS_2