
...||...
...||...
"Kau pikir, Jenny itu anakmu? Dia bukan anakmu, Ken. Dia bukan anakmu!"
Raut wajah Kenneth seketika berubah menjadi masam dan datar. Selama ini, dia telah meyakini anak itu sebagai darah dagingnya, meski tanpa tes DNA. Meyakini bahwa Kia telah mengandung anaknya dan membesarkannya selama tiga tahun.
Namun, kenyataan apa ini?
"Kamu bercanda kan?" Kenneth masih meyakinkan dirinya bahwa ucapan Kia hanya kebohongan belaka.
"Dia bukan anakmu!" tegas Kia sekali lagi.
Setelah semua rasa percaya dirinya yang tinggi, akan benih kecebong yang ia titipkan di rahim Kia empat tahun lalu. Dirinya justru di hempaskan begitu saja oleh kebenaran yang disampaikan istrinua.
Jika bukan benih dari Kenneth, maka itu punya siapa?
Tatapan mata lelaki itu kosong. Dia menjauhkan tubuh Kia dengan lembut, dan pergi dengan perasaan yang terguncang.
__ADS_1
Pada momen ini, siapa yang sebenarnya lebih terguncang? Kia atau Kenneth?
Kia harus menghadapi hal terpahit akan kenyataan empat tahun lalu. Sedangkan Kenneth, dia telah mendapatkan fakta jika Jenny bukan darah dagingnya.
Dua orang itu, jelas sama-sama kaget dan terguncang. Kesalah pahaman yang dialami Kenneth. Kenyataan pahit akan terenggutnya kesucian Kia. Semua sama-sama di luar kendali.
"Pada akhirnya, semua itu memang karena anak. Bukankah begitu, Ken?" Kia menatap nanar daun pintu yang baru saja tertutup. Lalu, mengusap ujung matanya yang basah.
Setengah jam yang lalu, tepat saat televisi menyiarkan berita tentang pewaris tunggal dari pengusaha sukses, Kenneth Lee.
Manik mata Kia langsung membulat penuh. Melihat seorang mahasiswa, yang juga suaminya, berdiri dengan gagah, dibalut setelan jas mahal. Terlebih, mereka menyorotnya sebagai pewaris tunggal dari Julius.
Kia langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja, dan mencari dua nama itu di internet. Sependek yang dia tau, Julius memang selalu wara-wiri di portal media bisnis. Namun Kia tidak pernah tau seperti apa wajah penerusnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah sang suami di sebuah artikel.
Benar-benar tidak menyangka, jika mahasiswa dan juga siswanya adalah cucu dari pengusaha terkenal. Belum lagi, lelaki itu sudah mempunyai tunangan sebelumnya.
Kiranya, air mata telah terkuras habis, ditambah lagi, dia sempat menangis saat Kenneth menjelaskan kejadian 4 tahun lalu. Sekarang, air matanya hanya sisa beberapa tetes untuk menangisi kepergian Kenneth yang tanpa sepatah kata.
Semuanya sudah berakhir?
__ADS_1
Kia melangkah masuk ke dalam kamar. Melihat putri kecilnya sedang tertidur dengan pulas. Dia duduk bersimpuh sembari memegang tangan Jenny.
"Jenny, anak mommy," panggilnya lirih, tak bermaksud membangunkan gadis kecil itu.
"Daddy Kenn pergi, haruskah kita mencari daddymu?" lanjutnya mengusap kening Jenny.
Satu minggu berlalu … dua minggu … satu bulan.
Selama itu pula, Kenneth tidak kembali ke apartemen. Bahkan, kehadirannya di kampus juga nihil. Meski begitu, beberapa pesan darinya masih sering menghiasi layar ponsel Kia. Sesekali mengingatkan makan, atau waktu tidur. Seolah tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Namun batang hidungnya sama sekali tidak terlihat.
Kia sendiri tidak mengetahui jalan pikiran 8Kenneth. Sampai pada saat, dia membalas pesan dari Kenneth untuk pertama kali setelah pertengkaran malam itu.
📩Jika menikahiku hanya karena kau mengira Jenny adalah anakmu, maka sekarang kamu sudah bisa menceraikanku.
Singkat dan padat, tetapi pesan itu tak kunjung mendapat balasan. Kenneth pun berhenti mengirim pesan, usai menerima balasan pesan Kia.
...||...
__ADS_1
...||...
TBC