Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 88


__ADS_3

Kia Pov


Dia berjalan sedikit angkuh, masuk ke kantor catatan sipil sambil menggendong Jenny. Apa yang aku pikirkan saat itu? Kenapa kakiku engan bergerak, bahkan mulutku terlalu rapat untuk terbuka dan berbicara, atau sekedar meneriakan namanya dengan lantang.


Tindakannya kali ini benar-benar di luar nalar. Tidak, tidak, dari dulu dia sudah seperti itu kan? Ketika pertama kali bertemu, bahkan memasang taruhan hanya untuk sebuah hubungan, dan sekarang, dia melakukannya lagi.


Lelaki itu, selalu punya cara untuk mengejutkanku. Tindakannya frontal tanpa arah.


Sekarang, bagaimana aku harus memberinya jawaban?


Tak masalah jika ini hanya sebuah hubungan antar kekasih, tapi ini sudah pada tahap yang serius. Hubungan suami istri, aku gak mau ambil resiko. Hanya saja, setelah dipikir-pikir ....


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Kia masih diam mematung di sana. Pikirannya melayang, mengingat banyak hal yang sudah terjadi selama setengah tahun belakangan. Memikirkan matang-matang, keputusan yang akan ia ambil.


Sedangkan di dalam kantor, Kenneth yang gugup mencoba untuk tenang dengan mengerakkan salah satu tumitnya.


“Uncel, nervous?” Jenny memegang paha Kennt dan menatap wajahnya. Membuat lelaki itu sontak menghentikan kaki yang sedikit gemetar dan menoleh, melihat Jenny duduk di sebelahnya.

__ADS_1


“Tidak!” Gelengnya.


“Bagaimana jika mommy tidak masuk? Uncel benar-benar berhenti mengejarnya?”


Manik mata kecoklatannya membulat penuh. Rupanya lelaki ini tidak memikirkan dengan seksama apa yang akan terjadi jika Kia menolak untuk menikah. Namun, IQ cemerlangnya memikirkan rencana B dengan cepat.


“Berhenti? Itu tidak mungkin!” ucapnya santai.


“Jika dia menolak untuk masuk, aku akan membawamu untuk tes DNA, dan menjadikannya alat untuk mengikat ibumu!” Batin Kennth senyum menyerigai menatap Jenny.


Setengah jam hampir berlalu, wajah Kennt yang tadi sempat terlihat santai, kini berubah. Dia benar-benar tidak ingin mengunakan rencana B untuk mengikat Kia. Membuat wanita yang dicintai, dengan terpaksa tinggal bersamanya, itu bukan keinginannya. Namun waktunya sudah habis.


“Ayo, aku sudah kalah!”


Dua sudut bibirnya terangkat, dengan susah payah berusaha menunjukkan senyum pada Jenny. Belum sempat Jenny meraih tangan Kenneth, suara perempuan terengah-engah membuat mereka menoleh bersamaan.


“Kartu Pendudukku tidak ada, bagaimana ini?”


Kenneth tersentak kaget, dia hanya memandangi Kia yang sibuk merogoh tas untuk mencari kartu penduduk.

__ADS_1


“Kenapa diam saja? Cepetan bantu aku cari! Emangnya bisa daftar nikah tanpa kartu penduduk?”


Dia dengan santai merogoh saku, mengeluarkan dua kartu penduduk miliknya, dan milik Kia. Lalu, menyodorkan dua kartu itu kepada Kia.


“Kenapa gak bilang kalau kamu bawa? Aku mencarinya di koper seperti orang gila!”


Kia menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kesal. Bibirnya masih komat-kamit saat mengambil kartu itu dari tangan Kenneth.


“Tunggu apa lagi? Ayo daftar! Jadi nikah ngak?”


Kenneth masih tersentak diam tak percaya, bahkan dia terlihat sedikit ling-lung saat Kia mengajaknya bicara. Beruntung Jenny menarik tangan Kenneth dan membuatnya sadar dari lamunan tak berguna.


“Aah, iya iya. Ayo daftar!”


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Kata orang, cinta itu bisa membuat orang ber-IQ tinggi, seketika jeblok. Bahkan jika dia punya EQ yang lumayan, itu juga tidak bisa membantu. Mungkin, hal itu sedang terjadi pada dia.


__ADS_1


Jangan lupa like ☺️☺️


__ADS_2