
Kenneth Pov
📳 Kamu bilang, aku bisa hubungi kapanpun, dan kamu bakal langsung jemput. Itu masih berlaku gak?
Sial! Kenapa aku ngerasa itu tadi nomer ngak penting?
Aku tadi lagi apa? Oh lagi rapat, terus ada pangilan masuk dari nomer yang gak ku kenal. Jelas aja langsung aku abaikan, untung dia langsung kirim pesan. Telat dikit aja, mungkin udah aku blokir.
“Hallo, Kia?” Kalimat pertamaku saat panggilanku tersambung.
“Kenn ... Kenneth —“
Nadanya terdengar serak dan berat, seperti ... habis menangis. Dia gak mungkin dapat masalah kan? Lagi pula itu rumahnya sendiri.
“Kirim alamatmu sekarang!” Pintaku sambil melirik rapat Video yang masih berlangsung.
“Dikirim pun, kamu masih butuh satu jam buat sampai, kan?”
Ada apa dengan nada bicaranya. Apa dia beberan ada masalah?
“Kamu berada di luar sekarang?”
“Cih! IQ di atas rata-rata selalu bisa menebak ya? Apa itu insting?”
“Bisa gak ngomong yang serius? Cepetan beri tau alamatmu. Aku langsung menjemputmu!”
“Aku di ... kamu butuh sekitar satu sampai dua jam buat sampai. Hmm ... aku mungkin akan mati beku saat itu.”
Ditebak dari nada bicaranya. Dia mungkin sedang bertengkar dan kabur. Atau bisa juga dia di usir, lalu Jenny? Aku segera mengetik sesuatu di macbook. Menyuruh mereka menyiapkan helicopter secepat mungkin, juga mobil dari cabang terdekat yang berada di dekat lokasinya.
__ADS_1
“Jenny bersama mu?” tanyaku sambil mengetik.
“Jelas! Dia anakku, aku kesini juga jemput dia.” Terdengar sedikit judes dan angkuh, padahal lagi bersedih. Mungkin ini salah satu sifatnya.
“Em, aku tau. Kamu bisa cari restoran atau cafe yang dekat. Pesan beberapa makanan hangat, aku datang secepat mungkin. Pembayarannya, bisa langsung konect ke akun paypalku.”
Beberapa saat aku menunggu jawabannya, tapi tak kunjung merespon.
“Sayang, kamu masih di sana?” tanyaku memastikan.
“Iya, masih. Ken ... Sayang, thank you.”
Sayang ... aku gak salah dengar kan? Pertama kalinya dia berinisiatif memanggilku Sayang. Apa ini pertanda kemajuan hubungan kita?
“Tunggu aku, oke!”
Aku langsung memberitau Zico untuk segera menyiapkan semuanya. Baru selesai ganti baju, satu notifikasi pesan masuk.
Pipiku seakan tertarik begitu membaca pesannya. Rasanya kembali ke masa remaja, yang baru saja mengalami jatuh cinta.
Tepas saat membalas pesannya. Suara ketukan pintu terdengar. Aku bisa langsung menebak siapa yang datang.
“Presdir, semua sudah siap.” Ziko berdiri di depan pintu. Memakai setelan jaz rapi tanpa mantel.
“Bukan perjalanan bisnis, dimana mantelmu?” Sahutku langsung keluar dan menutup pintu.
“Itu, ada di mobil.”
Seorang lelaki berjalan di sampingku, badannya tegap, sedikit kurus, tapi masih bisa melawan angin sepoi-sepoi. Mungkin, kalau bertemu angin kencang, tubuhnya sudah pasti akan terbang.
__ADS_1
Mengingat segala hal baik yang sudah dia lakukan untukku, membuatku sedikit menaruh simpati padanya.
“Kamu kembali ke kantor, aku bisa pergi sendiri!”
“Tapi Pres ....”
“Kembali ke kantor, atau bonus bulan ini hilang!”
Yah, meski dia termasuk sekretaris yang menjengkelkan dan susah di atur. Namun kinerjanya bisa dikata selalu optimal. Bahkan saat aku memberi perintah, dia bisa cepat menghilang seperti sekarang.
Tiga puluh menit perjalanan udara. Helikopter yang aku naiki sudah mendarat di atap sebuah gedung. Sempat berpikir, di kota ini gak bakal nemu gedung tinggi untuk pendaratan. Tapi ternyata aku salah.
Terletak di delapan puluh kilometer dari ibu kota. Sebuah kota yang tak bisa di bilang besar, juga tak terlalu kecil. Seorang wanita dan lelaki muda sedang membungkuk, “Selamat sore, Presdir Lee,” sapa mereka kompak.
“Mobil yang Anda butuhkan sudah berada di bawah,” lanjut salah seorang dari mereka.
Cukup mengangguk saja dan langsung turun ke bawah.
Sebuah mobil Range Rover terpakir di lobi. Mobil mewah yang begitu gagah, memang cocok denganku. Namun masalahnya ....
“Siapa yang siapin ini?” Ketusku menatap mereka berdua.
Mereka saling menoleh satu sama lain dengan ekspresi takut.
Sudah begini mau apa lagi?
Cuma bisa ambil napas panjang dan buru-buru pergi.
__ADS_1
Bang Ken lama deh 😑
Sajen sajen .... mana sajen? Mana ritual???