
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
“Aku mau pulang!” seru Kia.
“Kia! Jangan egois!” Dua lengannya di cengkram begitu kuat. Dia mengatakan dengan suara lantang tepat di hadapan Kia. Mata mereka saling beradu pandang sejenak, Kennt berusaha mengungkapkan perasaannya melalui sorot mata. Kia jelas melihat itu, rasa khawatir dan juga cemas.
“Sa-sakit ....” rintih Kia menggerutkan keningnya.
Melihat ekspresi itu membuat Kennt terpaku dan langsung melepaskan cengkramannya. “Maaf ....” ucap Kennt dengan nada penuh sesal. “Aku hanya menghawatirkanmu!”
“Apa pedulimu?” Kia menatap tak suka.
Mata Kennt membulat penuh, “Aku menyukaimu Kia, dari pertama bertemu!”
Jelas saja, ucapan dari Kenneth membuat Kia diam membisu. Ia bahkan tidak tahu lagi harus berkata apa. “Hubungan kita hanya sebatas dosen dan mahasiswa. Kamu harusnya ngerti!” jelas Kia membuang muka.
Kennt seakan tak mau menerima penolakan, ia meraih dagu Kia dan membuat wanita itu menatapnya. “Aku ingin lebih!” seru Kennt dengan tatapan tajam penuh percaya diri.
“Aku sudah menikah! Sudah punya anak!” Kia mencoba tetap tenang dan tidak memberontak, berusaha menenangkan Kennt menjadi pilihannya. Namun Kia salah menebak, Kennt termasuk salah satu orang yang pantang mundur.
“Sudah menikah? Masih bisa bercerai! Soal anak, bisa ikut kita jika kamu mau!”
__ADS_1
Lagi-lagi Kia dia buat diam tak berkutik. Bagaimana bisa dia memiliki mahasiswa yang begitu berani? Ia menepis tangan Kennt yang sejak tadi memegang dagunya, “Kamu gila!” seru Kia dengan nada culas.
Kennt meraih tangan Kia, kemudian mendaratkan sebuah kecupan manis di punggung tangannya. “Kamu sudah membuat saya gilla, Kia!” Ia memandang wajah Kia, yang perlahan menunjukkan rona wajah memerah.
“Kamu yang sudah buat aku gila!” Kia menarik tangannya kasar. Sikapnya yang seperti itu membuat Kenneth tersenyum.
“Istirahan dan tidurlah! Aku gak mau melihatmu sakit!” ucap Kenneth yang berjalan pergi tanpa menatap Kia.
Wanita itu masih diam tak bersuara, lengkap dengan wajah yang memerah karena tersipu. Jantungnya berdegup sedikit kencang, membuatnya meletakkan telapak tangannya di dada. “Ada apa denganku?”
Kia Pov
Baru saja mengangkat setengah tubuhku dan duduk, tiba-tiba mataku di kejutkan oleh sosok yang tak asing tengah tidur di extra bed.
Itu Kenneth??
Dia gak mungkin jaga aku semalaman kan?
Gak mungkin serius dengan ucapannya tadi kan?
__ADS_1
“Belum puas liatnya?”
Oh Sh it! Dia sudah bangun! Aku mati kutu!
“Aku tau kalau tampan, tidak perlu seperti itu juga lihatnya!” Ia berpindah posisi, memiringkan tubuhnya dan menyandarkan kepala dengan tangan kanan.
“Kau terlalu percaya diri!” Aku memalingkan wajah dengan cepat.
Sepertinya cuaca cerah pagi ini sedang tidak memihakku. Bagaimana bisa mereka begitu jahat? Membuatku bertemu lelaki gila seperti ini!
Sungguh menyebalkan!
“Kenapa kau ma ....” Perkataanku terpotong, tepat saat aku menoleh dan ingin melihatnya. Namun tiba-tiba, bibirku seperti menyentuh sesuatu. Rasanya cukup lembut dan manis. Sangat manis sampai-sampai aku tepesona dan membiarkan bibirku menempel di bibirnya sedikit lebih lama. Hingga pada akhirnya ....
“Apa yang kau lakukan!” Secara reflek aku mendorong dia menjauh, kemudian menutup mulutku dengan tangan.
“Ah .... lumayan!” Ia menyentuh bibir dengan ibu jarinya. Seakan menikmati ketidak sengajaan yang baru terjadi.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Si Kennt gagal bawa Jenny buat tes DNA 🙈
__ADS_1
Yang sabar ya ... pasti next time bisa bawa 🙈
Jangan lupa Like’nya loh 🙈🙈