
"Nona Shen … ah, maksud saya Nyonya Lee. Terima kasih, telah membesarkan dia dengan baik." Feng Yu memandangi Jenny. "Dia tumbuh menjadi anak gadis yang pintar dan penurut."
"Anda terlalu sungkan, Tuan Feng. Ibu Jenny berkorban banyak untukku, membesarkannya bukan sesuatu yang butuh di apresiasi."
Feng Yu tersenyum segan dan mengalihkan pandangan matanya untuk beberapa saat. Pria dengan postur tubuh tinggi dan besar, yang umurnya sendiri tidak jauh berbeda dari Kenneth, kini menoleh memandang Julius.
Julius lalu bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Jenny. Namun sebelum dia mendekat, Kenneth buru-buru bangkit berdiri dan berjaga-jaga di samping Jenny.
"Jenny," sapa Julius dengan suara lembut, yang langsung mendapat respon dari Jenny.
"Kamu tau, Nak." Julius berjongkok di hadapan gadis kecil yang usianya mendekati empat tahun. "Dia itu ayah kandungmu." Julius menunjuk Feng Yu yang masih duduk di tempatnya.
Manik mata Kia membulat penuh, pikirannya mulai menerka-nerka maksud dari perkataan Julius. Sedangkan Kenneth, ia langsung menggasurkan tangannya, bermaksud menghalangi Julius dan hendak memakinya. Namun, perkataan Kenneth tertunda oleh jawaban Jenny.
"Iya, Jenny tahu." Jenny menurunkan tangan Kenneth yang berusaha menghalau wajah Julius dari pandangan matanya.
Kia menoleh, memandangi gadis kecil yang ternyata sudah mengetahui segalanya. Lalu, mata dengan bulu-bulu panjang nan lentik itu berpindah arah memandangi suami dan Julius.
Sedangkan Julius justru menarik napas panjang dan membusungkan dadanya, seolah sedang bahagia karena memenangkan sesuatu.
Jenny turun dari tempat duduknya, lalu berjalan mendekati Feng Yu. "Ayah, apa kau datang untuk membawaku?"
__ADS_1
Perkataan Jenny terdengar polos, tetapi begitu menusuk di telinga Kia hingga membuatnya langsung beranjak berdiri. "Jenny …." Panggilnya lirih.
Feng Yu sempat menoleh, memandangi Kia dengan mata yang sudah basah, entah sejak kapan. Lalu, pandangan matanya berpindah menatap gadis kecil yang sangat mirip dengan mendiang istrinya. Tangan besar itu tiba-tiba bergerak meraih tangan Jenny.
"Apa kamu mau ikut dengan ayah?"
Pertanyaan Feng Yu membuat langkah kaki Kia bergerak tanpa sadar menghampiri anak kecil yang sudah di asuhnya hampir 4 tahun. Belum sempat kakinya melangkah lebih jauh, Kenneth langsung menarik tangan Kia dan mendekapnya dari belakang.
"Tenang Kia, tenanglah," bisik Kenneth.
Jenny seperti enggan menoleh memandangi Kia dan Kenneth. Mata gadis kecil itu justru fokus memandang Feng Yu. "Iya, tapi Jenny tidak mau meninggalkan Mommy dan Daddy."
"Jangan, tolong jangan bawa Jenny." Kia mencoba berontak dari dekapan Kenneth. Namun ke dua tangan Kenneth masih cukup erat memeluk Kia.
"Kalau begitu, kenapa kita tidak tinggal bersama untuk membesarkan Jenny?"
Kia sontak berhenti memberontak, matanya membulat penuh, memandangi Jenny yang di peluk erat ayah kandungnya.
Kenneth yang mendengar perkataan Feng Yu, pun langsung memandangi Julius yang berdiri tidak jauh darinya. Lalu, perlahan mengendurkan tangan yang sejak tadi mendekap Kia.
Kenneth melangkah mundur beberapa langkah sambil tersenyum getir. "Kamu boleh ikut dengannya jika ingin."
__ADS_1
"Kamu gila, Kennt." Kia menoleh ke belakang, memandangi Kenneth yang tanpa dia sadari sudah menjauh darinya. "Aku tidak mau pergi darimu!" serunya.
"Jenny membutuhkanmu."
"Lalu kamu?" Kia mendekati suaminya. "Kamu tidak membutuhkanku?"
Napen: isti shaburu
Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe
Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.
Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.
Bagaimana kisah cinta mereka?
Apakah mereka akan menikah secara resmi?
Natikan kisah gaje segaje-gajenya.
__ADS_1