Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 84


__ADS_3

Mobil sudah terparkir di basement apartemen Kia. Tepat pada saat itu, mereka tidak sengaja bertemu dengan bibi Yu. Bibi Yu memberitau, jika pintu apartemen Kia baru selesai di perbaiki. Waktunya sangat pas, pikir Kia. Kia tak mau lama-lama dan langsung pergi ke atas untuk segera bersiap.


Saat berada di dalam lift, Jenny bertanya dengan polos, “Uncel Ken, he’s ... my dad?”


Puplil Kia mengecil. Bukan takut, atau cemas, hanya merasa, Jenny terlalu peka dengan apa yang terjadi padanya. Kia tersipu, malu-malu mencium pipi putri kecil yang berada dalam gendongannya.


“Do you like him?” tanya Kia.


Jenny mengangguk dengan penuh semangat, “Yeah, dia tampan dan baik,” jawab Jenny bernada cadel.


“Ooo ... anak Mommy tau apa itu pamvan.” Kia menggigit pipi Jenny. “Kamu mau panggil dia daddy?”


Jenny menoleh, memandangi Kia dengan seksama. “Do you like him?”


Pertanyaan Jenny membuat bibir Kia saling melekat, pikirannya terbagi-bagi, memikirkan banyak hal. Terutama, tentang tumbuh kembang anaknya. Usia Jenny hampir menginjak emoat tahun, tapi gadis itu sudah mengerti apa itu suka, bahkan menilai karakter seseorang.


“Anak ini, sudah berkembang sampai mana? Aku terlalu ceroboh sampai tidak memperhatikannya,” batin Kia menatap Jenny yang sedang menunggu jawaban darinya.

__ADS_1


Hanya beberapa detik usai Jenny melempar sebuah pertanyaan, pintu lift terbuka. Kia mencoba mengalihkan pembicaraan saat lift terbuka. Dia buru-buru berjalan keluar menuju kamar apartemen, mulutnya tak henti-henti mengomel tentang perbaikan pintu. Berharap Jenny melupakan topik tentang Kenneth.


Namun, yang terjadi adalah hal di luar perkiraan Kia. Jenny melipat tangan, bibirnya manyun beberapa centi ke depan, dengan manja berteriak, “Mommy jawab, jawab!”


“Jenny, shut up!” Kia mencoba menenangkan Jenny. Namun teriakannya semakin melengking. Takut tetangga terganggu, akhirnya Kia menjawab dengan lantang.


“Oke oke! Kenapa kamu jadi cerewet!” Seru Kia sambil berusaha membuka pintu.


“Jawab!”


Tidak disangka, jawaban Kia didengar oleh Kennteh. Lelaki itu, bermaksud menyusul Kia dan memberi tahu tentang jadwal penerbangan mereka besok. Namun malah kejatuhan semangka besar. Kata-kata penawar tiba-tiba terucap dari bibir Kia.


Jantungnya berdegup cukup kencang, begitu kencang hingga membuat dua sendi lututnya lemas tak bertenaga. Dia tetap diam di ujung koridor, melihat Kia perlahan masuk ke dalam.


Hormon Dopamin dan Serotonin miliknya meningkat drastis, memicu perasaan bahagia yang tak terhingga. Membuat bunga sakura yang sudah lama layu di hatinya, merekah dengan indah.


Kenneth merogoh saku, mengambil ponsel dan menghubungi Ziko. Keduanya terlibat pembicaraan serius selama beberapa menit, hingga pada akhirnya ....

__ADS_1


“Iya, siapkan besok pagi. Suruh Tania berkemas juga!”


“Baik, presdir.”


Kenneth mengakhiri panggilan, kemudian kembali turun ke basement dengan lift. Kedua hormon kebahagiaan dan pemicu mood masih tinggi. Hingga membuat lelaki itu tak dapat mengendalikan senyum lepasnya. Bahkan, dia sempat tertawa di dalam lift. Beberapa orang yang berada di lift mengira Kennt orang gila, dan segera keluar dari sana. Namun lelaki yang matanya tertutup dengan cinta itu tak peduli.


Ibarat pepatah dua orang saling mencintai, ‘dunia milik berdua, yang lain ngontrak’. Seperti itu juga pemikiran Kenneth saat seluruh tatapan remeh di arahkan padanya.


“Kalian tau apa tentang cinta.”



Yang bahagia, iye iye, yang baca jomblo, jangan di sindir mulu. Tar di sumpain putus baru tau rasa loo 😂😂😂


Inget bang Ken, bahagiamu ada di tangan othor 🤭🤭🤭


Sajennya yang banyakkkkkkkk. Othor mau ngepet dulu 😘😘

__ADS_1


__ADS_2