
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
Pagi-pagi buta, Ziko segera menjemput atasannya di rumah dan membawanya ke lokasi kemarin. Puas, begitu ekspresi Kenn saat melihat ruangan yang sudah bersih dan tertata rapi.
“Bonusmu bulan ini naik!” ucap Kenn merebahkan tubuhnya di atas sofa.
“Terima kasih, Presdir.” Wajah Ziko berbinar-binar. “Sofa akan datang pagi ini, baju low profil Anda juga sudah tertata rapi di lemari!” lanjut Ziko menjelaskan.
Kenneth tersenyum puas atas kinerja sekretarisnya. “Bagus!” ucap Kenn berjalan ke arah lemari dan membuka. Manik matanya seketika membulat, melihat tumpukan kaus juga beberapa swetter tak bermerek.
“Ziko!” Kenn menatap Ziko dengan wajah kesal. “Kau buat aku semiskin apa?” gerutu Kenn.
“Anda berpesan harus terlihat biasa saja, jadi ya ....” Ziko menutar matanya malas. Seolah tak takut saat berhadapan dengan serigala yang sedang marah. “Seperti itu, Tuan!”
Kennth menghela napas beberapa kali, menghilangkan sesak yang membelenggu tubuhnya. “Pergi! Bawakan aku sarapan dan kopi!” Kenn menunjuk pintu dengan kepala yang tertunduk ke bawah. Engan melihat wajah sekretarisnya yang menjengkelkan itu.
Ziko pergi secepat mungkin. Meski sempat percaya diri saat melawan si Bos. Pada akhirnya lelaki itu juga lari terbirit-birit saat Kenn mengusirnya dengan kasar.
Kenn merebahkan tubuhnya yang masih lelah di atas ranjang. Meski tak senyaman ranjang miliknya di rumah, lelaki itu cukup puas. Lagi pula, dia tak selamanya tinggal di sana, begitu pikirnya.
__ADS_1
Matanya baru terpejam, jiwanya juga baru nyemplung ke alam mimpi. Memeluk Kia dengan erat dan bersiap menerkamnya. Namun, bunyi bel pintu membuat dua mata itu terbelalak seketika.
“F—k!!” Celanya kesal.
Kenn segera membuka pintu, melihat beberapa orang berdiri di depan dengan perabot. Sepertinya pesanan Ziko sudah datang. Ia segera menyuruh orang-orang itu menata perabot di tempat yang ia tunjuk.
Ada sofa, lemari pendingin, juga televisi. Cukup lumayan, tak terlalu mahal, juga tak murahan. Selesai dengan penataan perabot, orang-orang itu segera pamit. Kenn kembali merebahkan dirinya di ranjang. Berharap bisa melanjutkan mimpinya yang tertunda.
Matanya baru terpejam, belum sempat nyemplung ke alam mimpi. Bel apartemen kembali berbunyi. Kennt begitu kesal sampai membuang bantalnya ke lantai, juga mengacak-acak sprei dengan kakinya.
Dengan terpaksa lelaki itu bangun. Membuka pintu dengan malas. “Ada apa lagi!” ucapnya kasar. Bola mata Kennt sudah ingin keluar dari tempatnya, saat melihat seorang wanita berdiri di depan apartemennya.
Kia melepaskan kaca mata, menatap sinis wajah Kenneth yang berdiri di ambang pintu. Wanita dengan coat putih menghela napas lega. “Aku pikir kau sudah mati!” Cetus Kia kasar membuat Kennt tersenyum masam.
Kia memiringkan kepalanya, melihat dari jauh ranjang yang acak-acakan. “Dasar lelaki!”
Kenneth seketika menoleh, melihat ranjangnya yang berantakan seperti kapal pecah.
“Sh-it!! Pas banget sih momennya!” batin Ken dengan mata memicing kesal.
__ADS_1
“Ma-masuk dulu deeh!” Ajak Kenneth membuka pintunya lebar-lebar.
Kia masuk ke dalam, menaruh pan tatnya di atas sofa baru yang plastiknya sudah di buka. “Aku ambil minum dulu!” Kennet pergi ke dapur. Membuka lemari yang berisi beberapa saset kopi juga teh. “Gimana cara buatnya?” gumam Kenn sembari celingukan melihat sekitar.
“Kenapa aku gak tanya Ziko dulu! Ah!!” Kenn menepuk keningnya pelan.
Namun lelaki itu tak habis akal, ia membuka lemari pendingin yang baru. Beruntung, pagi tadi Ziko sempat membeli beberapa minuman kaleng saat dalam perjalanan. Ia mengambil dua kaleng dan menaruhnya di meja.
“Bir?” cletuk Kia melihat logo di kaleng minuman yang baru saja ditaruh Kenneth. Seketika Kennt mati kutu, ia diam bergeming dengan senyum getir.
“So-sory! Aku belum belanja!” jawab Kennt.
Kia hanya menghela napas kasar. Lalu, membuka kaleng Bir dan meneguknya. “Ini juga oke!” ucapnya usai meneguk setengah isinya. Kenneth yang melihat sikap bar-barnya hanya menunggingkan sudut bibirnya dengan tatapan heran.
Jiah, babang Ken baru nyadar kalau mbak satu ini bar-barnya bukan maen 😂
Pengen banget ku buat si Kia mabok 😂 tapi takut dikatain gagal logika 🙈 masa iya sekaleng doang mabuk 🤭
__ADS_1
Hari senin gaes, biar othor semangat jangan lupa Vote 🤭 sajen dan ritual sudah pasti dong yaaaaa