
...🐾🐾🐾🐾...
Awal semester baru. Kenneth datang begitu pagi dengan raut wajah bahagianya. Gimana ngak bahagia, semalam baru saja dinner di rumah pacarnya plus anaknya juga.
“Kennt!” Panggilan dari Sam membuat Kenneth menoleh usai turun dari mobil.
“Jangan lupa nanti sore kita latihan!” ucap Sam yang berjalan beriringan.
Jika bukan Sam yang mengingatkannya. Kenneth mungkin sudah lupa dengan janji yang dibuatnya seminggu lalu dengan Sam.
“Iya, Iya,” jawab Kenneth singkat, padat, dan jelas.
Baru berjalan di koridor. Ponsel Kenneth berbunyi. Ia mengambil ponsel dari saku, melihat satu nomer asing mengiriminya pesan. Dirasa tak kenal, Kenneth mengabaikannya dan langsung pergi ke kelas.
Kenneth Pov
Baru berjalan satu pelajaran. Rasa bosan tiba-tiba menyelimutiku. Jelas-jelas tadi pagi masih begitu bersemangat, tapi sekarang perasaanku langsung berubah begitu saja.
Ponselku bergetar lagi. Satu pesan dari nomer tak dikenal masuk sekali lagi. Namun, pesan yang sempat terlihat di notifikasi membuat netraku membulat. Seketika moodku bertambah buruk lagi.
\~ Berani mengabaikan pesanku? Jangan lupa, identitas Presdir Lee masih di tanganku! \~
Pesan itu seakan mengingatkanku pada sesuatu. Kejadian saat di pesta Presdir David. Seorang wanita yang mengetahui identitasku, hanya dia, Kimmora. Satu pesan masuk lagi, itu adalah nomer yang sama.
\~ Lima menit, bawakan kinnderjoy dan dua minuman dingin! Aku tunggu di gedung olahraga. Ingat! Rahasiamu ada di tanganku! \~
Darahku terasa mendidih usai membaca pesannya. Bisa-bisanya aku diancam seperti itu?!
__ADS_1
Segera kuambil tas dan pergi membelikan apa yang wanita itu mau. Lalu, pergi ke gedung olahraga secepat mungkin.
Netraku mulai menelisik setiap sudut. Mencari keberadaan wanita yang bernama Kimmy. Istri orang lain, tapi cukup merepotkan! Sampai pada akhirnya aku melihat dua sosok wanita sedang duduk santai di tribun.
Tanpa basi-basi, segera kudatangi dua wanita itu. “Nih, kinderjoy dan minuman dinginmu!”
Dia melihatku sekilas, lalu mengambil kantong yang kusodorkan. “Cepet juga!” sahutnya jutek.
Argh!! Pengen banget kumakan ini cewek! Coba bukan istri orang!
Setelah memberi satu kantong kinderjoy, tentu saja langsung pergi. Apa lagi memangnya? Nungguin cewek itu makan semua kinderjoynya?
Baru jalan turun dari tribun. Mataku menangkap seorang wanita yang tak asing. Itu adalah Kia. Yang sedang berjalan dengan beberapa orang. Pandangannya tertuju padaku. Meski jauh, aku bisa lihat pandangan tajam yang sedang mengarah padaku.
Dia gak mungkin salah paham, kan?
Tatapanku masih terfokus padanya, meski wanita itu sudah tak melihatku. Tiba-tiba ponselku berdering, ku lihat panggilan dari Tania. Segera ku jawab, takut jika itu menyangkut hal penting di perusahaan.
Hela napasku cukup berat, sebelum akhirnya menyetujui itu. “Oke, aku cari tempat dulu!” Jawabku.
Hal yang sedikit merepotkan adalah momen seperti ini. Aku harus mencari tempat untuk rapat video. Yang pasti harus aman tanpa gangguan siapa pun. Setelah berputar-putar mencari tempat dan tak kunjung ketemu. Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikiranku.
Segera kutuju ruang dekan yang berada di ujung koridor lantai satu. Beruntung, saat itu sedang melihatnya berdiri di depan berbincang dengan seseorang.
“Maaf saya menganggu.”
Perkataanku membuat dua orang itu menoleh. Wajah kaget dekan terlihat jelas. Dia langsung menyuruh lelaki yang sedang berbincang dengannya pergi.
“Ada yang bisa saya bantu, Presdir Lee?” ucapnya lirih.
__ADS_1
“Saya perlu satu ruangan tenang untuk rapat Video.”
“Ah itu gak masalah, datang ke kantorku!” jawabnya mempersilakan aku untuk masuk.
Hari ini, aku cukup tertolong dengan adanya dekan satu ini. Untung saat itu Ziko sudah memberitau dekan dan juga rektor. Jadi dapat mempermudah pekerjaanku.
Rapat baru mulai setengah jalan. Tiba-tiba ponselku berbunyi, dan lagi, itu pesan dari nomer yang sama. Kali ini, dia meminta banyak jenis jajanan dari sebelumnya. Bukan soal nominal, bahkan aku bisa beli langsung pabriknya. Hanya saja, ini sudah keterlaluan!
Boleh mengumpat gak sih?
“Rapatnya tunda sampai nanti malam!”
Segera kumatikan laptop dan pergi membelikannya jajanan. “Aku mau semua yang ada di daftar ini!” Aku menyodorkan ponsel pada penjaga toko yang ada di kampus. “Beri setiap item lima buah!” lanjutku.
Tak sampai sepuluh menit. Satu paper bag penuh jajanan sudah siap diantar pada istri orang. Istri orang? Sepertinya aku punya alasan untuk lepas dari jerat wanita itu.
Kulihat sosoknya tengah duduk di kelas. Memandangi ponsel dan tertawa begitu riang tanpa beban.
“Nih!” Ku lempar satu paper bag itu tepat di hadapannya. Aku membungkukkan badanku sedikit, lalu berbicara dengan nada pelan padanya. “Cukup main-mainnya! Mau aku bilang ke suamimu?” lanjutku lirih.
Dia bersandar di kursi dan melipat tangan. “Ya udah deh, segini juga cukup!” Liriknya melihat paper bag besar berisi penuh dengan jajanan.
Aku segera pergi, meninggalkan kelas dengan perasaan jengkel. Kuharap, ini yang terakir kali, Kimmora!
...Yang dari kemarin penasaran soal Kimmy. Penjelasannya sudah tertera di atas ya....
...Sekali lagi, othor remahan peyek dengan kehaluan yang luar biasa ini mengucapkan terima kasih. Kepada para hadirin, eh salah, kepada para pembaca setia MAS & DCMP. Terima kasih untuk segala bentuk dukungan kalian. Baik itu sajen atau ritual wajibnya. ...
__ADS_1
...Sekian dari saya, kalau ada yang penasaran sama si Kimmy, langsung cari di pencarian dengan judul ‘Menikahi Anak Sopir’ karya dari Author, 7purnama. ...
...Eits eits ... tunggu dulu. Kia dan Kenneth masih terus lanjut kok. Mungkin sampe Kia melahirkan kecebong lagi 🙈 Jadi, terus pantengin ya ☺️...