
Emili mencari hp dan segera menghubungin sahabatnya Eni.
Emili tidak dapat lagi menahan tangisnya begitu mendengar suara sahabatnya di telpon.
" En ini gue, lo di mana? bisa gak malam ini gue nginep di rumah lo?" tanya emili.
" Em lo kenapa?? kenapa lo nangis??" jawab eni terdengar ke khawatiran di nada eni.
" lo kesini aja, gue jemput ya?" tanya eni
" gak usah en, gue kesana sendiri aja" jawab
emili
" oke, gue tunggu" jawab eni
Emili langsung mematikan telpon dan segera mengeluarkan mobil menuju rumah Eni.
Kediamana keluarga Atdmajaya.
" ting tong, ting tong " bunyi bel pegawai eni pun keluar.
Tiba-tiba emili memeluk sahabatnya dan menangis sejadi-jadinya.
emili menceritakan masalah pernikahan yang harus dia hadapi untuk melunasi semua hutang perusahaan yang di kelolah paman robert.
Perusahaan yang di kelolah paman robert adalah perusahaan peninggalan mendiang ayah emili.
Setelah kematian kedua orang tuanya perusahaan itu di bawah kendali paman robert.
Paman robert merebut semua aset milik orang tua emili.
Setelah kematian kedua orang tuanya emili di asuh oleh pamanya.
Hinaan,siksaan dan semua kekejaman dilakukan kelurga pamanya tapi emili tetap sabar menerima semua karena paman robert adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki.
Malam ini Emili menginap di rumah Eni dia ingin menenangkan hati dan pikiran.
"Begitu berat rasanya menerima semua kenyataan ini tetapi semua harus dia jalanin dengan sabar dan ikhlas.
Mungkin ini jalan yang terbaik untuk hidupnya". batin emili.
Waktu pun berlalu malam pun sudah berganti pagi.
" tok tok tok" terdengar ketukan pintu
" Em ayo bangun, gue udah siapain sarapan buat lo" suara eni dibalik pintu kamar.
" iya en gue turun" jawab emili.
Emili segera menuju ruang makan.
Ruang makan
Ruang makan nya cukup sederhana tetapi ada kesan nyaman dan familiar.
Keluarga eni adalah termasuk orang terpandang di negara A.
Orang tua eni sering bolak-balik luar negri untuk mengurus bisnis keluarga.
__ADS_1
Walaupun orang tua eni sangat sibuk tetapi eni tidak kekuarangan kasih sayang orang tua nya.
Eni anak tunggal sejak kecil dia susah berteman dengan siapapun teman nya hanya aku seorang.
Kami berteman sejak pertama aku masuk Tk dan pertemana itu sudah terjalin sampai sekarang.
" Sudah lah em, lo gak boleh sedih terus menerus mungkin ini jalan terbaik dari Tuhan buat lo jadi lo harus sabar ngejalanin nya" Ucap eni.
" Iya en gue paham, semoga ini yang terbaik buat hidup gue" jawab emili
" Cepat deh selesai makan lo, nanti gue anter ke kampus. Lo ngajar kan hari ini? " tanya eni
" iya en, gue ada kelas hari ini" jawab emili
Kedua sahabat itupun menyelesaikan sarapan mereka.
Universitas Negara A
" Nanti lo pulang gue jemput tunggu gue. kebetulan hari ini gw ada mitting di kantor, selesai mitting gw jemput lo" ucap eni
" oke, nanti gue tunggu" jawab emili.
Mereka pun berpisah.
Seperti biasa emili mengajar kelas seni lukis.
emili sangat meyukai pekerjaan ini karena dengan melukis dan berinteraksi dengan para mahasiswa dia dapat menghilangakan beban dalam hidup nya.
Emili sangat mencintai pekerjaanya.
Tanpa terasa kelas pun selesai.
" Seperti nya aku bisa menghilangkan beban pikiran ku" batin emili.
" Em kamu nginep di mana semalam? " suara paman robert di telpon.
" nginep di rumah eni" jawab emili.
" malam ini keluarga Wirawan akan makan malam di rumah, kamu pulang lebih cepat" ucap paman robert mengakhiri panggilan telpon.
Emili mematung dan mendengar ucapan paman robert.
Tiba-tiba suara eni terdengar
" em lo kenapa bengong?" tanya eni
Emili masih terdiam tidak menjawab pertayaan sahabat nya itu.
Beberapa menit kemudia emili berkata
" Nanti malam Edward dan keluarga nya datang menbicarakan masalah pernikahan"
" Apaaa??" jawab Eni kanget
" iya mereka akan datang untuk membahas masalah pernikahan" jawab emili
Sudah tidak bisa di hindari pernikahan ini pasti akan terjadi batin emili
"En lo anter gue pulang kerumah paman robert nya tolong" pinta emili
__ADS_1
" Pernikahan ini sudah tidak bisa gue hindari lagi" jawab emili.
" Em lo yang sabar ya gue juga bingung gimana cara bantu lo lepas dari masalah ini" ucap eni.
" Keluarga Edward Wirawan adalah orang yang sangat berpengaruh di Negara A jadi untuk saat ini kita gak bisa berbuat apa-apa maafin gue, gue gak bisa bantu lo" ucapa Eni sedih
" gak papa en, dengan lo selalu ada di samping gue itu udah cukup bagi gue" jawab emili.
" Lo gue anter pulang ya?, nanti kalau ada apa-apa lo langsung hubungin gue" ucap eni.
Mereka pun Pergi meninggalkan Universitas.
Kediaman Keluarga Nugroho.
" Nona sudah pulang?, dianter non eni ya? ko non eni gak di ajak masuk non?" tanya bik inah
" Eni buru-buru bik masih ada kerjaan di kantor nya" jawab emili Sambil berjalan menuju kamar.
Eni pun membersihkan diri dan bersiap-siap untuk makan malam.
"tok tok tok" terdengar ketukan di balik pintu.
" non tuan,nyonya dan nona muda sudah menunggu di ruang makan beserta keluarga Wirawan" ucap bik inah
Emili pun kaget mendengar nama keluarga Wirawan mereka sudah datang batin emili.
" iya bik ini aku mau turun bilang paman" jawab emili.
" baik non" jawab bik inah.
Ruang Makan
Paman robert, tante Tina dan Monic sudah menunggu di ruang makan beserta keluarga besar Wirawan.
Emili duduk di meja makan berhadapan dengan Edward.
" Emili ini keluarga Edward beserta orang tua nya cepat beri salam" ucap paman robert
" Selamat Malam" jawab emili.
" Emili sangat cantik sekali Tuan robert" ucap Tante Tina ibu Edward
" Iya dia memang keponakan saya yang paling cantik nyonya" jawab paman robert.
" Terima kasih pujianya Tante" jawab emili.
Emili menatap wajah Edward yang makan di depan nya wajah nya sangat tampan tapi mengapa dia merasa ada aura begitu dingin, pada saat dia memandang edward.
apakah dengan pria dingin ini aku akan menikah dan menghabiskan sisa hidup ku bersama nya, apakah aku sanggup menjalanin hari-hari bersama orang asing ini, orang yang tidak pernah aku kenal sama sekali, orang yang tidak aku cintai. tapi ya sudah lah mungkin ini memang jalan hidup ku. batin emili
Emili berusaha untuk tetap terseyum walapun di hati nya menangis serta begitu banyak pertanyaan dalam hati nya.
Paman robert,bibik Monic beserta kedua orang tua Edward sibuk membicarakan semua hal yang harus di persiapkan untu pernikahan.
Keluarga Edward sudah Mempercayakan semua nya kepada WO terkenal di negara A dan pernikahan akan di langsungkan bulan depan tanggal 21 bertepatan dengan hari ulang tahun aku dan Edward.
Sungguh sial Teryata tanggal ulang tahun Edward dan aku sama, kenapa aku harus lahir di hari yang sama dengan lelaki ini batin emili.
Makan malam pun selesai Keluarga Wirawan pun meningalkan Kediaman Nugroho..,
__ADS_1
# mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dalam penulisan.
# semoga suka dengan novel pertama saya.terimakasih