Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Episode 3 Hari Pernikahan


__ADS_3

Sebulan kemudian


Hotel Venus


"Akhirnya hari yang mengubah seluruh hidup ku benar-benar terjadi hari di mana aku harus menyerahkan sisa hidupku bersama orang yang tidak pernah aku kenal sama sekali ya allah apakah ini memang jalan takdir ku yang tidak bisa lagi aku ubah" batin emili


Emili melamun di dekat dinding di dalam ruang ganti seketika dia di kagetkan dengan suara ketukan pintu.


" tok tok tok, em ini gue eni" terdengar suara eni di balik pintu.


" iya en, masuk" jawab emili singkat


" lo baik-baik aja kan em??" tanya eni


" iya gue baik-baik aja tapi hati gue jauh dari kata baik" jawab emili


" gue paham em, apa yang lo rasain ini gue paham banget tapi maafin gue, gue udh coba bicara ke ortu minta ortu untuk membayar hutang paman robert ke keluarga Wirawan tapi keluarga Wirawan menolak sama sekali. mereka bilang lo adalah calon menantu mereka dan Edward Wirawan sudah setuju untuk menikahi lo jadi mereka pun setuju dan ortu gue udah gak bisa ngelakuin apa-apa lagi buat menyakinkan mereka, Maafin gue ya Em" ucap Eni dengan nada sedih.


" En gue makasih banyak lo selalu mau bantu gue dalam kesusahan apapun gue mohon maaf udah selalu ngerepotin lo tapi insya allah gue baik-baik aja mungkin ini adalah jalan hidup gue dan gue yakin pasti semua ada hikmah nya. jadi lo gak usah sedih dengan lo ada selalu buat gue itu udah nguatin hati gue, makasih banyak ya En" jawab Emili dengan nada sedih.


Kedua sahabat itupun berpelukan sambil menangis melepaskan kesedihan mereka.


"Em ayo keluar, penghulu sudah tiba dan acara sebentar lagi akan di mulai" suara tante monic di balik pintu.


Kedua sahabat itu pun mengakhiri percakapan mereka dan menuju aula pernikahan.


Edward Wirawan pun sudah menunggu emili dia terlihat sangat tampan dengan setelan jas yang begitu elegan. Edward terseyum menyambutku entah apa yang ada di dalam pikiran lelaki ini ada perasaan yang tidak tenang dan was-was melihat wajah pria ini batin Emili.


" Saya terima nikah kawinya Emilia Nugroho binti Andi Nugroho dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Edward


" bagaimana saksi? Sah sah"


Begitulah bunyi ijab qabul Edward Wirawan lelaki yang mulai hari ini resmi menjadi suami ku, sungguh tidak beruntungnya nasib anak mu ini ayah ibu" batin Emili mengeluh dalam hati.

__ADS_1


Pernikahan berlangsung sangat-sangat meriah banyak para tamu yang datang mayoritas dari kalangan atas serta kalangan pengusaha-pengusaha muda di negara A. Keluarga Wirawan adalah orang terpandang di negara A dan merupakan orang berpengaruh di dalam dan luar negri bisnis mereka tersebar hampir di seluruh penjuru negri siapa yang tidak kenal dengan Warna Group hampir seluruh pembisnis ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut.


Semakin malam semakin ramai para tamu yang hadir.


"Entah kapan pesta ini berakhir sungguh kaki ku sudah letih" batin emili.


" Em sorry gue gak bisa temenin lo lebih lama lagi, gue masih ada urusan di kantor yang lom selesai" ucap Eni berpamitan


Eni sahabatnya ini wanita yang sangat gila kerja karena dia anak tunggal jadi dia harus mengurus perusahaan orang tuanya. Di usia yang masih terbilang muda dia sudah menjadi direktur walaupun banyak para dewan direksi yang meragukan kemampuan Eni tapi anggapan itu di patahkan oleh Eni dengan kinerja yang dia berikan.


" Akhirnya pesta ini selesai juga gue bisa isirahat sekarang " batin Emili


Pesta pun akhirnya selesai dan para undangan pun satu persatu pergi meninggalkan hotel.


" Em, mlm ini kamu nginep saja disini dengan Edward mama udah siapin kamar untuk kalian istirahat " ucap tante tina


" baik tante" jawab Emili


" hotel ini milik keluarga Wirawan jadi jika kamu butuh apa-apa langsung bilang saja" tambah tante tina


"Em, ini manajer hotel dia akan mengantar kamu ke kamar ya nak, jika Emili perlu sesuatu langsung bilang saja, tante harus kembali kerumah dulu ya, Em kamu hati-hati ya sayang" ucap tante tina lembut


"Tante Tina adalah ibu kandung Edward Wirawan dia wanita yang anggun,lembut dan juga cantik sungguh menampilkan seorang wanita yang sangat berkelas beruntung sekali aku bisa mendapatkan ibu mertua seperti tante Tina aku berharap Edward punya sikap tidak jauh beda seperti ibunya" batin Emili


Emili pun di antar oleh manajer hotel menuju kamar yang terletak di lantai 18.


Kamar itu merupakan kamar super mewah yang biasa di huni oleh tamu Vip.


Kamar Hotel Venus


" Luar biasa kamar ini begitu mewah Emili pun terpana melihat setiap sudut kamar.


Dia begitu kagum dengan desain dan fasilitas di kamar tersebut.

__ADS_1


Baru kali ini gue masuk hotel mewah begini katrok banget sih gue" batin emili


Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kamar membuat Emili kaget seketika teryata itu Edward batin Emili


" Akhirnya lo sampe juga gue dari tadi sudah menunggu lo ada yang mau gue bicarain" ucap Edward


" Ma.., maaf tadi aku di ajak tante Tina ngobrol dulu di bawah " ucap Emili terbata


" Udah lo gak usah basa-basi lagi sama gue lo baca kontrak itu" ucap Edward


" Seketika dia mengarahkan pandanganya ke atas meja dia melihat beberapa kertas dan mengambilnya Emili membaca kata perkata di kertas tersebut berisi kontrak pernikahan antara aku dan Edward "


Emili terkejut membaca isi kontrak tersebut.


" Itu surat perjanjian kontrak nikah, lo nikah sama gue karena paman lo gak sanggup membayar hutang ke Warna Group jadi lo jangan pernah berharap jadi istri gue.


Lo hanya istri di atas kertas paham!! Orang tua gue gak tau kalau pernikahan ini hanya pura-pura jadi jangan lo bilang dengan kedua orang tua gue kalau lo langgar lo tanggung sendiri akibatnya.


Di depan mereka lo harus pura-pura berperan sebagai istri gue tapi lo jangan pernah berharap lebih. paham lo!! " ucap Edward


" Lo tidur di sofa sana!! besok kita kembali kerumah gue.


Kita gak akan tinggal di kediaman keluarga besok kita pergi ke rumah gue" ucap Edward ketus


" Entah kehidupan macam apa yang harus aku hadapi kedepanya ya allah berikan lah hamba kekuatan untuk menghadapinya" Doa Emili dalam hati.


" Pria ini begitu dingin setiap kata yang dia ucapkan begitu menusuk ke dalam hati


Benar-benar pria yang arogan" batin Emili


# Selamat membaca


# Silahkan komen memberi saran dan kritik yang membangun.

__ADS_1


__ADS_2