Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 20


__ADS_3

...🐾🐾🐾🐾🐾🐾...


“Dimana toilet kalian?” Kata pertama yang Kenneth ucapkan begitu sampai memasuki perusahaan. Seorang petugas keamanan memberitau lokasinya dengan cepat. Beruntung perusahaan itu mempunyai toilet umum di lantai dasar.


Kennt masih berjalan dengan santai dan cool. Padahal jelas-jelas dia sedang menahan sesuatu yang membahayakan.


“Huh! Leganya!” batinnya.


Ia berjalan kembali ke lobi usai menyelesaikan misi darurat, dan menemui resepsionis. Namun, tiba-tiba saja hal yang tak terduga terjadi.


“Permi ...”


“Mau ketemu GM!”


Perkataan seorang wanita terputus oleh ucapan Kenneth saat di depan meja resepsionis. Ia menoleh, “Kamu ... eh, Cowok Mesum!” serunya lantang bicara pada Kennt.


Namun lelaki itu tak peduli, dia mengambil kartu mahasiswa dan melemparnya dengan kasar. “Aku mau bertemu dia!” ucapnya sombong dan angkuh.


Sejak keputusan yang di buat Kia, Kennt sudah berniat menyelesaikan tugasnya sendiri. Hanya saja lelaki itu terlalu sial, sampai-sampai bertemu dengan Kimmy di perusahaan. Benar, dia adalah wanita yang kemarin menamparnya di depan umum juga menginjak kakinya.


“Tunggu sebentar, ya. Saya akan menghubungi beliau.”

__ADS_1


Kimmy mengambil tempat duduk di ruang tunggu tamu yang ada di lobi. Sedangkan Kenneth, dia merogoh saku, mengambil ponselnya dan segera menghubungi Tania.


“Hubungi GM dari PT. Mencari Cinta Sejati, beritau dia untuk pura-pura tidak mengenalku!” ucap Kennt sedikit lirih.


“Kamu sangat percaya diri, Bos. Memang siapa kamu, sampai PT kecil seperti itu tau wajahmu?”


Kennt mengepalkan tangannya saat mendengar ejekan dari Tania. Namun itu tak lama, hanya sebentar sampai emosinya terkontrol dengan sempurna. “Tania, aku ingat tentang bonus yang aku janjikan kemarin. Sepertinya kantor sedikit kesulitan, jadi ....”


“Bo-Bos, kamu sangat tampan. Aku menghubungi GM sekarang!” sela Tania yang takut bonusnya hangus karena ancaman bosnya.


“Pak Teguh sudah menunggu, mari saya antar,” ucap resepsionis mempersilakan mereka. Namun saat Arsen bangkit, resepsionis menghalanginya dengan sopan. “Maaf, yang janjian dua orang, ya? Jadi yang lain bisa menunggu di sini.”


Beberapa pertanyaan mulai di ajukan. Di mulai dari beberapa perkembangan kuartal, juga anak cabang yang bernaung. Kenneth terlihat cukup fasih saat melempar beberapa pertanyaan. Semua berjalan cukup lancar dan berakhir kurang dari satu jam.


“Tugas begini buat otakku sakit. Huh, Si al!” gerutu Kenneth dalam hati saat keluar dari ruangan.


Dia langsung pergi ke kampus setelah selesai dengan urusan di PT. Mencari Cinta Sejati. Mobilnya baru saja terparkir, tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Sam tertera di notifikasi yang muncul di layarnya.


“Ada apa, Sam?” tanya Kennt yang baru turun dari mobil.


“Kamu dimana, Kennt? Aku melihatmu mobilmu.”

__ADS_1


“Tempat parkir. Kenapa?”


“Anak-anak ngajakin main basket. Mau gabung gak? Kebetulan ada baju baru yang aku bawa.”


Kenneth berpikir sejenak sebelum akhirnya memilih setuju. “Oke, aku ke gedung olah raga sekarang,” jawabnya yang begitu bersemangat.


Sudah sangat lama, sejak ia terakhir bermain basket. Padahal saat di Standford, Kenneth seorang kapten yang cukup handal.


“Hey, Bro!” sapa Sam memberi tos andalannya. “Ganti baju dulu, Nih! Aku tunggu di arena!” lanjutnya menyodorkan satu set baju olahraga pada Kennt.


Ia segera mengganti baju, dan pergi ke lapangan. Baru saja masuk, Sam sudah memberinya bola. Kennt terlihat mendribel bola dengan senyum licik, kemudian bermain dengan begitu lihai dan mencetak two-poins melalui gaya slam dunk.


Sam, juga beberapa teman yang lainnya terperanggah. Mereka memberi tepukan meriah untuk satu temannya yang sangat jago bermain.



*Itu asisten kurang ajar bang, ganti aja ya. Othor mau kok jadi asisten pribadi 🤓🤓 *


Udah ah, jangan lupa Like.


*Othor juga menerima Vote dan Hadiah juga kok **😋😋*

__ADS_1


__ADS_2