
...Kia Pov...
Rasa bir tadi, memang terlalu enak, juga cukup candu untuk di tinggalkan. Kepalaku hanya terasa sedikit pening, ya, sedikit saja. Mata juga hanya sedikit buram, tapi aku bisa lihat cukup jelas. Bahkan saat Jenny masuk ke kamar, juga saat dia memapahku.
“Kennt, kenapa kamu terlihat tampan?”
Tanganku secara liar menyentuh pipinya. Terasa dingin dan cukup enak. Apa lagi, tubuhku terasa sangat panas, gak nyaman.
“Wajahmu, dingin seperti ice cream. Aku ingin ....”
Dingin, enak, setelah dijilat, rasanya menyenangkan. Bahkan lebih enak dari sebotol bir tadi, juga oreo yang di putar terus di jilat.
“Kia, jangan menggodaku!”
“Menggoda? Aku polos begini, gimana caranya menggodamu? Hei, kamu tau ...”
Ahh tanganku jadi semakin dinggin saat menyentuh dadanya. Dari dulu, aku sangat ingin merasakan roti sobek delapan lapis ini.
“Sejak awal, yang menggoda itu kamu!”
Entah gimana prosesnya. Saat mataku benar-benar terbuka lebar, dia sudah telanjang da da di hadapanku. Aku dengan santai, tanpa ada rasa malu, duduk di atas pangkuannya begitu saja. Juga ... ruam-ruam di lehernya itu ... apa semua itu aku yang melakukannya?
****! Kia! Mabuk itu kutukan, kenapa kamu malah mabuk dan lupa diri! Sudah begini, kamu mau bagaimana? Kabur begitu saja dan keluar kamar atau ... pura-pura tidur rasanya lebih baik.
__ADS_1
“Hoam ... mataku terasa berat, aku mengantuk!”
Saat ingin berpindah posisi untuk tidur, tiba-tiba ada gerakan yang cukup cepat dan gesit. Entah seperti apa tadi, tapi tubuhku sudah di kungkungnya, dan tanganku sudah dalam cengkramamnya.
“Sudah menyalakan api, sekarang mau tidur?”
Aku bisa lihat matanya dengan jelas saat itu. Mata yang bagai elang mendapatkan mangsanya, menakutkan.
“Kamu pikir bisa menipuku? Aku tau kamu sudah lebih sadar dari sebelumnya!”
Mati kau Kia! Sudah begini, gimana bisa mengelak lagi? Kamu cuma kadal kecil, bisa-bisanya bermain dengan buaya rawa seperti dia?
“Itu — aku ....” Tiba-tiba dalam pikiranku teringat nama seorang penolong. “Jenny, dimana dia?”
“Kamu sudah janji, malam ini Jenny gak akan bisa menganggu kita!”
“Diam! diam dulu bisa gak? Kita sudah menikah, Jenny juga anakku, mana mungkin aku membiarkannya berkeliaran dengan bebas!”
Raut wajahnya berubah, jarang sekali aku melihat dia seperti ini. Kali ini, dia benar-benar marah?
Cengkraman tangannya di lepas begitu saja, dia bahkan langsung berdiri tanpa berkata apa pun lagi. Sepertinya, perkataanku tadi cukup menyinggung perasaannya.
“Aku cuma khawatir, maaf.”
Dia hanya membelakangiku dengan berkacak pinggang, tanpa berbicara apa pun atau merespon permintaan maafku. Apa aku sudah keterlaluan?
__ADS_1
Berharap sedikit luluh, akhirnya aku mengambil inisiatif untuk meminta maaf sambil memeluk tubuhnya dari belakang.
“Sorry, aku udah keterlaluan. Aku cuma khawatir saja, ini negara asing jadi aku ....”
Entah sejak kapan, bibir lembutnya sudah mendarat persis di bibirku. Berbalik dengan cepat dan membalikkan keadaan segesit mungkin. Yeah, sama seperti dulu, dia memang terlalu gesit.
“Aku punya seorang saudara perempuan yang bekerja di Thailand. Saat kemari, aku sudah menghubunginya. Dia ada di kamar sebelah.”
Setiap kata yang keluar dari bibir tipisnya, seakan membiusku, memaksaku untuk percaya tentang segala hal yang dia ucapkan.
“Aku akan membawa Jenny kembali!”
Dari tatapan matanya, aku bisa lihat kekecewaan yang cukup dalam. Sudah sampai sejauh ini, rasanya tanggung kalau di biarkan lagi seperti sore tadi.
Cepat-cepat ku tarik tangannya dan memeluk tubuhnya. “Biarkan dia mengenal saudara ayahnya . Dia juga sudah besar.”
“Kia, jangan memancing kemudian menghempaskannya lagi seperti tadi sore. Kamu tau, sesusah apa aku membuat kejantananku tidur?”
Aih, dia masih mengingatnya dengan baik. Rasa-rasanya aku perlu sedikit berani malam ini. Dengan santai kucoba merayu dia, mengalungkan tanganku ke leher dan berbisik kata-kata manis.
“Memancing? Dari awal, kamu yang memancingku. Bagaimana bisa kamu seenaknya berjalan di depanku dengan tubuhmu yang menggoda itu?”
“Hei, itu kata-kataku!”
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1
Pertempuran di mulai. Jangan lupa vote, hadian dan likenya 💕💕