Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 96


__ADS_3


Kenneth menelan salivanya kasar, lalu, dengan jantan mendorong tubuh Kia kebelakang hingga ia terpojok di dinding. Mata nakal itu memincing, sambil merangkul pinggang Kia erat-erat dan mulai melahap bibir kecil berlipstik merah. Lidah tak bertulang mulai menjelajah, menikmati sisa getir alkohol yang tercap di mulut Kia.


Satu menit berlalu, dua menit berlalu, mereka berdua masih saling menikmati, hingga napas Kia mulai sedikit berat. Ia mendorong tubuh Kennt untuk mengambil napas dalam-dalam. Namun di samping itu, Kenneth justru mengambil kesempatan untuk menikmati leher jenjang Kia.


Inci demi inci, menjilat, menyesap, mengigitnya sedikit pelan, membuat Kia mengeluarkan lelungan sehalus sutera. Satu helai bajunya mulai di tanggalkan oleh Kenneth, hingga tersisa satu kaca mata kuda berukuran 38-D. Memperlihatkan daging kenyal dan lentur yang tak muat di wadahnya.


“Sepertinya, kamu sangat ahli dalam hal ini?” ucap Kia menahan rintihan saat Kennt meninggalkan jejak pendakian di gunung.


“Aku gak menapik itu, tapi jamurku hanya pernah hinggap di satu orang saja.”


“Ugh — benarkah? Apa dia mantanmu atau kekasihmu?”


Kenneth melepas ikatan kaca mata itu dengan mudah, dan mulai menikmati pucuk ranum yang sudah menegang. Menyesapnya kuat-kuat hingga Kia mulai mengeluarkan teriakan melengking.


Kesal, mungkin seperti itu yang tergambar di raut wajahnya. Dia tak ingin membahas kenangan empat tahun lalu saat ini, karena hal itu mungkin akan mempengaruhi moment mereka.


“Kennt, ugh, stop —“ Rintihan Kia beriringan dengan kuku-kuku yang ia tancapkan di pundak Kennt. Semakin melengking rintihan Kia, semakin kuat hisapan bibir Kennt.

__ADS_1


Napas keduanya mulai tak beraturan, terdengar terengah-engah dan beberapa kali mengambil napas panjang. Kenneth menengadah, menatap wajah merona istrinya. Lipstik merah yang berantakan, leher jenjang yang penuh stampel cinta, juga pundak putih nan mulus.


“Kia, bisa gak percaya sama aku?” Perkataan Kenneth tiba-tiba membuat Kia terdiam sesaat.


“Apa itu?”


Kenneth mendekatkan bibirnya ke telinga Kia, dengan nada berat, dia berbicara cukup mesra. “Kamu selalu jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupku. Jadi, percayalah padaku!”


Manik mata Kia membulat, pikirannya terbang melayang, mencoba mencari maksud tersirat dari perkataan Kenneth. Cukup lama ia melamun, sampai tidak sadar, tangan nakal suaminya menanggalkan rok yang ia kenakan. Sekarang, tangan itu sudah menjelajah sampai ke pangkal paha.


Kia cepat-cepat menahan tangan Kennt, rasa penasaran membuat ia bertanya, “Jadi, ini kesan pertamamu?”


Kenneth membopong tubuh Kia ke atas meja, tubuh putih nan mulus tanpa sehelai kain. Lalu, mulai menikmati bagai sebuah hidangan makan malam yang begitu menggiurkan. Kecupan-kecupan mulai ia urutkan, dari kening, turun ke bibir, lalu turun lagi menuju dua pucuk ranum, dan lebih turun lagi hingga mencapai lembah kenikmatan.


“Hentikan, Kennt!” Kia mencoba menghentikan dengan menjambak rambut Kenneth. Namun lelaki itu tak peduli dan terus menikmati hidangan super mewah yang ada di hadapannya.


Kia mengeliat, tubuhnya semakin panas, dan tak terkendali. Rasa geli menjalar, memicu hormon oksitosin yang sejak tadi sudah mulai bekerja. Menghimpit dua paha yang sudah di buka lebar oleh Kenneth sejak tadi, meremas kuat rambut dan juga pundak suaminya.


“Kia, aku sangat mencintaimu!” Kenneth menodakan kepalanya, menatap Kia sedang menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


“Jangan menipuku!”


Bibir Kenneth menyungging, dengan gagah membopong tubuh Kia dan memindahkannya ke ranjang. “Cantik, Sayang.” Kenneth menatap Kia yang terlihat malu-malu, bahkan menghimpit pahanya dan menutupi buah dada.


“Kenapa malu? Aku berpikir kamu akan lebih pro.” Godanya sambil melepas ikat pingang dan menurunkan resleting.


“A-aku ....”


Ia terkekeh pelan, sebelum akhirnya menjatuhkan diri di atas tubuh Kia. “Kamu juga, bukankah selama ini lajang? Gimana bisa pro seperti itu? Kau membohongiku?”


“Ada banyak film Blue dari penjuru Dunia. Aku seorang pria dewasa, bukankah normal belajar dari sana?”


“Sialan kamu Kennth”



Ronde ke berapa ini???


Othor polos looh, beneran, gak ngerti apa itu pilm Blue, Red, Black atau apa lah itu. Othor taunya cuma phikachu sama doraemon 😂

__ADS_1


__ADS_2