Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 99


__ADS_3

Mentari bersinar cukup cerah. Beberapa sinarnya bahkan menembus celah tirai yang sedikit terbuka. Masuk dan memantul di lantai. Sepasang suami istri yang baru saja di mabuk pesona, masih tidur saling memeluk. Perdebatan kecil tadi rupanya tak membuat Kia atau Kenn saling cemberut, dan justru menjdi semakin romantis.


Di antara dua orang itu, rupanya Kenneth yang bangun lebih dulu. Baru saja membuka mata dan meregangkan tubuh, ia langsung mengambil telepon hotel dan meminta sarapan untuk diantar.


Yeah, di balik tampang yang acuh tak acuh, atau bahkan gaya seorang presdir sombong. Tersimpan pesona dan sikap romantis yang tersmbunyi dengan baik. Dia, selalu melakukannya diam-diam.


Harum semerbak roti panggang yang di oles butter, juga secangkir coffee hitam yang baru saja disedu. Tersebar hampir ke seluruh penjuru ruang. Bahkan, tercium sampai sampai di hidung Kia.


“Wanggi ....” Gumamnya masih menutup mata.


Keenneth memencet hidung Kia, dengan perasaan tak sabar mendaratkan bibirnya di atas pipi. Sontak, Kia mengeliat kaget dan langsung membuka mata.


“Kamu ganggu tidurku!” Kia mencoba mendorong wajah Kenneth. “Awas! Minggir sana!”


Dia menulikan telinganya dengan sengaja. Alih-alih pergi dan menurut. Kenneth justru masuk ke dalam selimut, lalu menindih tubuh Kia. Mengunci dua tangan istrinya itu di atas kepala.


“Ma ... mau apa?” Kia gugup. Seperti seekor kelinci di bawah mulut harimau lapar, yang sewaktu-waktu membuka mulut dan melahapnya bulat-bulat.


“Kenapa gugup? Aku cuma mau lihat wajah bantal istriku.” Jawabnya enteng.

__ADS_1


“Ah ... aku baru sadar, wajah bantalmu cukup mengemaskan.”


Wajah Kia merah padam. Dia hanya seorang wanita muda, belum genap 30 tahun, mendengar gombalan receh dari sang suami, mana mungkin tidak merona?


Kia tersenyum puas mendengarnya. Senyuman yang terlihat cukup manis menurut Kenn. Sangat manis sampai-sampai ia melahapnya dengan rakus. Menikmati perang lidah yang cukup seru. Bibir tipisnya akhirnya berpindah, semakin turun dan turun.


“Ahh, cukup Kenn!” Pekik Kia kegelian ketika bibir Kenn bertengger tulang selangka. “A-aku lapar.” Rengeknya lagi agar Kenn mau melepaskannya.


“Su-suamiku, aku beneran lapar!”


Seketika, Kenneth menyingkap selimut dan bangkit dari atas tubuh Kia. Ia melepaskan cengkraman tangannya, lalu mengulurkan tangan dan membantu Kia bangun.


Kia masih menikmati roti bakar, saat tiba-tiba pintunya di ketuk dari luar. Jelas, Kenneth sudah bisa menebak siapa yang datang. Dengan santai ia datang membuka pintu. Seketika ....


Jenny berlari kencang sembari meneriakkan nama Kia, bahkan langsung memeluknya. Bersama dengan kedatangan Jenny, rupanya ada seorang wanita yang sudah berpakaian rapih, berjalan masuk di belakang Kenn.


“Kia, ini saudara yang aku maksud semalam.”


Tania sempat melirik tajam ke arak Kenneth, seakan menyimpan banyak pertanyaan. Namun, saat Kia mengulurkan tangan, ekspresi Tania berubah dengan cepat.

__ADS_1


“Hai, aku Tania. Selamat atas pernikahan kalian, semoga langgeng dan bahgia.” ucap Tania ramah.


“Kia, makasih untuk doanya. Maaf, aku merepotkanmu semalam.”


“Gak masalah, aku memahami itu. Lagi pula ....” Tania mengecilkan suaranya agar tak di dengan Kenn, “Itu malam pertama kalian.”


Wajah Kia kembali memerah, ia begitu malu sampai tidak tahu harus berkata apa. Beruntung, Kenneth mengerti saat Tania menggoda istrinya, sehingga ia menyelamatkan Kia dengan cepat.



Othor yang suka ilang-ilangan datang lagi 😁


Kali ini jangan di tanya kenapa ngilang mulu ya.


Othor mo kasih rekom novel yang gak kalah seru. Jangan lupa mampir, Beautiful Crazy Woman.


Karya dari temen Othor ‘Gupita’


Malam jum’at, othor mo cari wangsit lagi. 👋🏻 dadaaa

__ADS_1


__ADS_2