Dosen Cantik Milik Presdir

Dosen Cantik Milik Presdir
Bab 98


__ADS_3

Kia terjingkat bangun dari tidurnya. Padahal, semalam setelah aksi pacuan kuda bersama Kennt, dirinya sangat ingin ke kamar mandi untuk membasuh diri. Namun kenyataannya, ia justru ketiduran sampai matahari hampir menyapa mereka.


“Ah- sial!” Kia buru-buru bangun, pergi ke kamar mandi dan menyalakan kran air hangat.


Baru saja membasuh diri, Kenn menerjang masuk begitu saja. Membuat Kia kaget bukan main hingga menutupi buah ranum dengan kedua tangannya. Serta, menyilangkan kaki jenjangnya.


“Ma-mau ngapain?” Bentak Kia kaget.


Kenn membuka sedikit matanya, dengan santai mengeluarkan jamur miliknya untuk buang air. “Kenneth!!” Seru Kia buru-buru menutup mata.


“Buat apa malu? Semalam juga udah saling lihat, sama-sama menikmati pula.”


Mulut Kia mengangga begitu saja. Dirinya tak pernah menyangka bisa dibuat malu hanya dalam satu kali ucap.


“Saling menikmati kepalamu! Kau ... kau ...!” Kia tak bisa lagi melanjutkan ucapannya. Hanya menutupi badan yang sudah penuh dengan sabun sambil menutup rapat matanya, dan engan untuk mengintip.


Tiba-tiba saja, air shower yang sudah dimatikan menyala. Membilas sabun yang ada di tubuh Kia, juga membuatnya membuka mata, karena kaget.


Di sana, Kenneth sudah menanggalkan seluruh bajunya. Berdiri di hadapan Kia dengan senyum menyerigai. Seperti rubah melihat kelinci buruan imut dan lezat.


“Ma-mau ngapain?” tanya Kia culas sembari mempererat tangan yang menutupi buah ranumnya.


“Mandi lah!” Kenneth berjalan lebih dekat, satu langkah di tariknya maju, dan Kia menarik kakinya mundur sampai tubuhnya menyentuh dinding.


“Bisa tunggu aku selesai mandi kan?”


Sudut-sudut bibir Kenneth terangkat cukup tinggi. Satu kata yang bisa tergambar di sana, ‘puas’. Yah, dia merasa cukup puas karena berhasil mengelabui istrinya.

__ADS_1


Tangan besar itu menyentuh rambut Kia yang berserakan di wajah. Menyikapnya ke belakang dengan sabar. Namun Kia masih terlihat malu-malu dan bergerak sembarangan. Membuat Kenneth kesal hingga memutar tubuh Kia dan memeluknya dari belakang.


“Diam bisa gak? Mau buat dia tegang lagi?”


“Te-tegang katamu? Itu sudah tegang dari awal, memangnya kamu gak sadar?” Pekik Kia jengkel.


“Itu berbeda. Tegang yang sekarang lebih menantang!” Goda Kenneth.


“Kenneth! Kamu bereng-sek!”



Kia keluar lebih dulu dari kamar mandi, dengan bathroobs di tubuhnya, dan handuk yang membalut rambut. Wajahnya terlihat cukup merah, bahkan lebih merah saat dia berada di tubuh Kenneth malam tadi.


Dia mencengkram kuat tangan kanannya, mukanya terlihat asam bagai cuka yang dicampur fermentasi air beras. Berkali-kali mengerutu dalam hati, mengumpat suaminya yang berek’sek.


“Masih jengkel?” tanya Kenneth yang baru saja keluar dengan handuk yang membalut pinggang.


Kia diam tak merespon, bahkan tindakannya cukup acuh. Ia lebih memilih pergi dan melanjutkan tidurnya. Namun Kenneth terlihat cukup sabar. Ia berjalan menghampiri Kia, menyingkap selimut, lalu menggendong tubuh sang istri.


“Turunin aku, Kenn! Turunin!” Berontak Kia.


Kenneth tak merespon, hanya fokus menggendong istrinya untuk pergi ke kamar mandi, lagi ....


Dengan pelan menurunkan tubuhnya di atas meja wastafel, membuka handuk di kepalanya, lalu menyalakan hairdryer.


“Mau marah, marah aja. Gak perlu siksa tubuhmu. Tidur dengan rambut basah, mau masuk angin?” Cerca Kenneth dengan dahi yang berkerut.

__ADS_1


Mendengar itu, Kia hanya diam membisu tanpa bisa merespon. Menatap lelaki yang berdiri di hadapannya telah bergelar sebagai suami. Merasakan setiap sentuhan lembut dan juga perhatian kecilnya.


Hatinya luluh dan rapuh, setiap gerakan dari Kenneth seakan menggunjang jantung yang selama ini berdetak normal. Memaksanya berpacu cepat tanpa kendali.


Entah sejak kapan, aku bisa menyukai setiap sentuhanmu. Setiap senyuman dari bibirmu. Setiap tatapan lembut dan perhatian itu. Entah sejak kapan, aku jadi nyaman di dekatmu.


Kenneth melirik sekilas, menatap wajah Kia, lalu mengambil beberapa lembar tisu di sebelahnya.


“Lap, air liurmu itu!” ucapnya.


“Kenneth!”



Holla holla epribadeehh 👋🏻👋🏻


Kangen gak, kangen gak????


Sebelumnya othor minta maap, karena kesibukan real life, bang Ken dan neng Kia jadi sedikit tertunda.


Tapi eh tapi ...


Sebagai selingan, othor mau kenalin salah satu novel yang gak kalah seru. Jangan lupa mampir ..... pokoknya jangan lupa !!


My Pap My Bos, karya dari M anha.


Selamat membaca, jangan lupa masukin ke daftar fav ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2