
Wajah Kia jelas terlihat memerah. Meski ia menunduk, Kenneth masih bisa melihatnya.
“Soal ayah Jenny ....?” Pertanyaan Kenneth terhenti. Ia merasa ada yang tertahan di tengah perkataannya.
“Katakan saja apa yang ingin kamu tau.” Kia berusaha makan dengan tenang.
Kenneth meletakkan sumpit, lalu melipat tangannya di meja. “Kamu gak mau cerita?”
Netra coklat milik Kia bergerak. Ia menatap wajah Kekasih barunya.
“Statusmu, juga Jenny. Keduanya aku gak masalah.” Tatapan lelaki itu semakin dalam, menatap netra coklat milik sang kekasih.
“Gak masalah kalau kamu gak mau cerita. Hanya saja, jika ada masalah apa pun, jangan lupa untuk berbagi.” Kenneth meraih tangan kekasihnya.
“Alasan aku ingin jadi kekasihmu, adalah berbagi suka duka dan membagi bebanmu padaku.” Satu kecupan manis didaratkan dengan mulus di atas punggung tangan Kia.
Ucapan romantis Kenneth membuatnya tertegun kagum. Bagaimana tidak? Sejak lulus sudah dipaksa bekerja untuk memenuhi kehidupan orang tuanya. Pertama kali punya kekasih, justru ia yang harus bekerja ekstra untuk membantu beban pacarnya. Memahami segala keinginan dan apa yang pacarnya suka, tanpa peduli perasaan sang wanita.
“Kenapa kamu begitu baik?” tanya Kia dengan tatapan polos, tapi memiliki arti tersendiri.
“Karena, aku mencintaimu. Segala tentang dirimu, aku suka.”
Jawaban Kenneth membuat wajah Kia semakin memerah. Menyadari telah tersipu oleh perkataan Kennt, Kia langsung membuang wajah dengan cepat dan menarik tangannya yang tadi dicium Kennetj.
“A-aku melahirkan Jenny tanpa status pernikahan!” Kia tertunduk. “Dia pacarku. Hubungan kami gak diresui. Saat hamil, keluarganya melempar segepok uang dan memaksaku menggugurkan Jenny. Pacarku gak tau apa yang orang tuanya lakukan padaku. Selanjutnya, kamu jelas bisa menebaknya!”
__ADS_1
Jelas Kia menahan malu.
Kenneth berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri Kia dan berjongkok di sampingnya. “Kia ....”
Panggilan dari Kenneth membuat Kia memutar tubuhnya. Ia masih tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca.
“Haruskan aku berdiri sebagai ibu Jenny, atau Sakia Shen? Apa pun itu, pernyataan ini sama-sama membuatku malu!” gumam Kia dalam hati.
“Kenapa sedih? Itu kan masa lalu, masa depanmu ada bersamaku.” Kenneth mengusap mata Kia yang basah.
“Sudah dengar seperti itu, kenapa masih bertahan?” Kia menatap nanar wajah sang kekasih. “Kamu juga nanti akan meninggalkanku juga kalau udah puas, kan?”
“Engak!” Kenneth bangkit berdiri. “Puas atau gak puas. Bosan atau gak bosan. Aku tetap pilih kamu!” Ia mendekap tubuh Kia. Berusaha meyakinkan kekasihnya.
Entah sejak kapan aku jatuh cinta. Saat tau dia melahirkan anakku dan membesarkannya dengan baik? Atau saat aku menatap wajahnya pertama kali? Mungkin juga, jauh sebelum itu.
Gak peduli sejak kapan. Memang aku sudah jatuh cinta padanya. Paras yang begitu menggoda, bibir se-xy, juga segala tentangnya. Semua miliknya membuatku tergila-gila. Seperti ilmu sihir yang membuat orang mabuk kepayang.
Namun, penjelasannya ini? Dia lagi ngarang atau memang seperti itu? Jika demikian ....
Jenny bukan anakku?
Ngak, ngak! Info yang aku dapat sudah cukup akurat untuk membuktikan jika Jenny memang anakku.
__ADS_1
Apa dia cuma berdalih?
Lebih baik diakui tidur satu malam dengan pacar, dari pada mengaku tidur dengan pria asing?
“Aku harus menghubungi Ziko untuk menyelidiki ini lebih cepat!”
“Kennt, menurutmu, hubungan kita akan sampai dimana?” tanyanya tiba-tiba. Seketika netra mataku membulat. Gak lagi bayangin apa pun tentang hubungan yang baru terjalin. Hanya saja, ada perasaan aneh yang muncul.
“Sampai pernikahan, memberi Jenny seorang adik. Juga, sampai kita tua.”
“Aku ingin memberitau ayah Jenny tentang kehadiran Jenny. Gimana pun itu anaknya. Apa kamu keberatan?”
Lidahku terasa kelu mendengarnya. Gak bisa kasih komentar apa pun.
“Kenapa gak komentar?”
“Ji-jika kalian bertemu, akankah kalian akan kembali bersatu?”
Anakku-bukan-anakku-bukan
Kennt : kau membuletkan hidupku thor!
Sabar bang, nanti juga tau 🤭 buruan hubungi Ziko atau mbak tantan. Kali aja nemu. Atau langsung tes DNA deh 🙈🙈
__ADS_1
Jan lupa sajennya loh ya. Othor memantau 😂